Menatap Wajah Baru Mercusuar Pulau Lengkuas, Belitung

Ada yang berbeda dengan penampilan mercusuar di pulau Lengkuas, Belitung saat kunjungan saya bersama Laskar Gerhana, Maret 2016 yang lalu, dengan saat saya bertandang kesana tahun 2014. Awalnya saya tidak terlalu memperhatikannya dengan baik. Tetapi ketika niat saya dan juga rekan Laskar Gerhana untuk menaiki mercusuar dilarang oleh petugas jaga karena alasan tengah direnovasi, saya pun akhirnya mengamati bahwa mercusuar ini sekarang tampak lebih gagah dan lebih bersih.

Mercusuar Pulau Lengkuas tahun 2014
Mercusuar Tahun 2016 Foto By Angela Jennifer (http://sunshineku.com)
Mercusuar Tahun 2016 Foto By Angela Jennifer (http://sunshineku.com)

Dua tahun lalu, saya mendapati cukup banyak karat yang menempel pada dinding luar mercusuar yang memang hampir keseluruhan tubuhnya terbuat dari besi. Saat ini, karat-karat tersebut sudah hilang tak berbekas karena telah dilakukan pekerjaan pelapisan dinding luar mercusuar dengan cat warna putih.

Read more

Lima Aktivitas di Pulau Lengkuas, Belitung

Memiliki luas kurang dari satu hektar, pulau Lengkuas merupakan salah satu dari pulau-pulau kecil yang berceceran di sekitar pulau Belitung. Pulau Lengkuas ini adalah salah satu destinasi utama yang ditawarkan kepada para wisatawan ketika melakukan hoping island di Belitung.

Pulau Lengkuas
Pulau Lengkuas

Bagi saya, pulau Lengkuas ini adalah pulau yang cukup unik. Keunikan yang pertama tentu saja adalah adanya gugusan bebatuan granit yang mengelilingi sekitar pulau. Gugusan bebatuan ini meski tertumpuk secara berantakan, tetapi seolah-olah seperti membentuk sebuah formasi. Ini memang kekhasan tersendiri yang dimiliki oleh pulau maupun pantai yang terletak di propinsi Bangka Belitung ini.

Read more

Bandara HAS Hanandjoeddin, Pintu Gerbang Belitung

Bandara HAS Hanandjoeddin, Pintu Gerbang Belitung

Di suatu siang, sebuah pesawat dari maskapai Sriwijaya Air mendarat dengan sedikit keras di bandara HAS Hanandjoeddin, Tanjung Pandan, pulau Belitung. Saat itu langit bandara, yang mengambil nama dari salah satu perwira TNI Angkatan Udara sekaligus Bupati Belitung periode 1967 – 1972 itu, memang dipenuhi dengan gumpalan-gumpalan awan yang cukup tebal. Dua puluh menit terakhir menjelang pendaratan menjadi saat yang cukup menegangkan bagi para penumpang karena pesawat sering mengalami guncangan akibat menabrak awan.

Sriwijaya Air di Bandara HAS Hanandjoeddin, Belitung
Sriwijaya Air di Bandara HAS Hanandjoeddin, Belitung

Hari itu, kursi pesawat bertipe Boeing 737 seri 800NG itu penuh, tidak menyisakan satu kursi kosong sama sekali. Sebagian besar penumpang adalah wisatawan yang akan berburu gerhana matahari total 9 Maret 2016, termasuk saya, yang saat itu tergabung dengan rombongan Laskar Gerhana Detikcom.

Read more

Guratan Senja di Kampung Hirata

Guratan Senja di Kampung Hirata

Diantara bebatuan granit berukuran raksasa, dengan ditemani dengan semilir angin dan riak-riak kecil air laut, saya menatap langit barat di suatu sore yang begitu hangat. Sinar sang surya yang sudah tergelincir dari puncaknya itu terasa sangat nyaman. Sayangnya, gugusan awan gelap nan tebal, menutupi hampir sebagian besar kaki langit di ufuk barat hari itu, sehingga keinginan untuk mengantarkan surya, sang bintang senja, menuju peraduannya hari itu tidak bisa terpenuhi. Jadilah, senja di sore itu menjadi senja yang tak sempurna.

Suasana Senja di Pantai Tanjung Tinggi, Belitung
Suasana Senja di Pantai Tanjung Tinggi, Belitung

Mungkin senja sore itu bukanlah senja terindah yang pernah saya saksikan. Tetapi bagi saya, tetap terasa spesial. Senja sore itu adalah senja pertama setelah gerhana matahari total yang terjadi beberapa jam sebelumnya. Lebih istimewa lagi, saya menikmati senja itu di sebuah tempat yang tidak biasa, di sebuah pantai bernama Tanjung Tinggi, di negeri laskar pelangi, di kampung Andrea Hirata, Belitung.

Read more

Gerhana di Karimata

Gerhana di Karimata

Pagi itu masih sangat dini, di sebuah Rabu, tertanggal 9 Maret 2016. Waktu baru menunjukkan pukul 3 pagi. Di pagi yang masih gelap gulita itu, saya tengah berada di tengah laut, tepatnya di perairan barat pulau Belitung, sekitar selat Karimata. Saya menumpang sebuah kapal bernama Bintang Laut milik Bakamla (Badan Keamanan Laut). Kapal berangkat dari pelabuhan Tanjung Batu dan bergerak kearah utara.

Gerhana Matahari Total 9 Maret 2016 di Belitung
Gerhana Matahari Total 9 Maret 2016 di Belitung

Gelombang laut cukup bersahabat pagi itu. Hanya ada riak-riak kecil. Tetapi itu sudah cukup membuat saya sedikit kurang nyaman. Sepertinya kondisi belum cukup fit karena malam itu hanya tidur selama 2 jam saja. Belum lagi angin laut yang terasa begitu menusuk pori-pori kulit. Tetapi itu semua tidak menghalangi semangat saya pagi itu, karena saya berlayar pagi ini bukan tanpa alasan. Saya tengah berburu Gerhana Matahari bersama tim Laskar Gerhana Detikcom.

Read more