Off Road, Sebuah Cara Menikmati Sepenggal Kehidupan

Off Road, Sebuah Cara Menikmati Sepenggal Kehidupan

Kamis Pagi, 4 Desember 2014. Kawasan hutan Cikole, Lembang, Kabupaten Bandung, yang semula hening, mendadak riuh. Kesunyian pecah oleh suara deru puluhan mobil off road land rover yang berjalan beriringan menembus pekatnya rimba yang terletak di kaki gunung Tangkuban Perahu itu.

Off Road Hutan Cikole Bandung
Off Road Hutan Cikole Bandung

Medan jalanan hutan yang berupa jalanan setapak yang tidak rata, penuh lubang, berlumpur, dihiasi bebatuan gunung yang tak beraturan bentuknya, dengan tebing curam di satu sisi dan jurang menganga di sisi yang lain tidak membuat mobil-mobil itu mundur. Dengan gagah berani, mereka melibas jalanan itu.

Diantara deru mobil, tersisip suara jerit histeris dari manusia-manusia yang menumpang mobil. Suaranya mengandung sebuah rasa ketakutan yang sangat dalam. Dari luar, tampak mobil yang mereka tumpangi dalam posisi miring ataupun menukik, karena jalanan yang berlubang. Semakin keras dan ramai suara jeritan, berarti derajat kemiringan mobil semakin besar. Apalagi jika sang penumpang mengetahui ada jurang di sebelah mereka.

Read more

The New Sepinggan, Gerbang Baru Kalimantan Timur

————

“Satu lagi bandara baru menghias nusantara dan menjadi kebanggan negeri. Setelah Kuala Namu di Sumatera, kemudian Ngurah Rai di Bali, T2 Juanda di Surabaya, sekarang giliran The New Sepinggan di Kalimantan”

————

Megah, mewah, tetapi kosong melompong. Itulah kesan pertamaku saat mendarat untuk pertama kalinya di terminal baru bandara Sepinggan, Balikpapan, Kalimantan Timur. Kedatanganku di bulan Oktober 2014 ini bukanlah kedatanganku pertama di Balikpapan, tetapi ini untuk pertama kalinya aku mencicipi terminal baru bandara yang kini bernama lengkap Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan ini.

Bandara Internasional Sepinggan Balikpapan
Bandara Internasional Sepinggan Balikpapan

Desain terminal baru bandara Sepinggan ini mengedepankan konsep modern, futuristik dan ramah lingkungan, sebuah konsep yang diusung sebagian besar bandara-bandara baru di Indonesia, seperti Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Terminal 2 Bandara Juanda Surabaya, Bandara Kuala Namu Medan, ataupun Bandara Ngurah Rai Denpasar. Salah satu cirinya adalah penggunaan banyak sekali elemen kaca yang membuat sinar matahari bisa leluasa masuk, sehingga mengurangi pemakaian listrik di siang hari.

Read more

Suatu Pagi Di Stasiun

Suatu Pagi Di Stasiun

Stasiun telah ramai pagi ini. Padahal dua jarum sebuah jam dinding yang terpasang di tembok stasiun baru menunjukkan pukul setengah tujuh pagi. Entahlah apa yang telah membuat para manusia sudi berhiruk-pikuk di stasiun sepagi ini. Apakah para manusia itu mempunyai waktu yang berbeda dengan waktu stasiun. Setahu saya didunia ini, pada setiap tempat, Tuhan hanya memberikan satu waktu saja, tidak kurang dan tidak lebih sedetikpun.

Ilustrasi Stasiun Jakarta Kota
Ilustrasi Stasiun Jakarta Kota

Seorang anak muda baru saja masuk kedalam stasiun. Dia membawa sebuah tas ransel besar. Dia memakai kaus berwarna putih dan celana jeans biru yang sudah sangat kumal. Wajahnya sebenarnya tidak bisa dibilang ramah. Rambutnya yang panjang sebahu dibiarkan terurai. Di wajahnya terdapat bekas sayatan pisau yang melintang panjang sedikit dibawah mata kirinya. Badannya juga besar dan kekar. Tetapi saat ini wajah itu terlihat sangat lelah. Sepasang kantung mata terlihat jelas menghiasi kedua kelopak matanya.

Begitu masuk kedalam stasiun, hal pertama yang dia lakukan adalah melihat arloji yang melingkar dilengannya. Dan sesaat kemudian wajahnya terlihat sedikit ceria. Ada gumaman kecil keluar dari mulutnya.

“Ah, ternyata aku bisa sampai disini lebih cepat 15 menit”

Pemuda itu menurunkan tas yang sedari tadi membebani punggungnya. Dia meletakkan tas itu pada sebuah kursi kosong. Setelah itu dia menatap sebuah papan berwarna hitam yang tertempel diatas loket penjualan karcis. Itu adalah papan jadwal keberangkatan dan kedatangan kereta api ke dan dari stasiun ini. Cukup lama pemuda itu menatap papan itu sambil sesekali melihat kembali arloji yang ada ditangannya.

Read more

Trilogi Mercusuar Indonesia

Trilogi Mercusuar Indonesia

Dua bulan yang lalu, saat kaki, tenaga dan semangatku berhasil mengantarkanku, menggapai puncak mercusuar di pulau Lengkuas, kepulauan Belitung, anganku langsung terkenang akan kisah perjalananku ketika mengunjungi Anyer, tiga tahun yang lalu dan bertandang ke pulau Madura, hampir dua tahun yang lalu. Saat itu, aku mengalami perjalanan yang sangat mirip dengan apa yang aku lakukan di pulau Lengkuas, yaitu menaklukan mercusuar.

Mercusuar Cikoneng, Anyer
Mercusuar Cikoneng, Anyer

Mercusuar di pulau Lengkuas, Anyer dan pulau Madura bisa dibilang mercusuar yang kembar identik. Desain bangunannya mirip, tingginya nyaris sama, bahan pembuatnya sama dan dicat dengan warna yang sama. Ini terjadi karena ketiganya memang dibangun di masa yang sama, yakni masa pendudukan kolonial Belanda di Indonesia. Tahun berdirinya pun berdekatan.

Read more

Menggapai Mahameru

Menggapai Mahameru

Kaki-kaki gontai berjalan beriringan di pekatnya malam. Gelap berpacu dengan dingin dan debu. Dua tiga langkah kaki maju diikuti satu langkah mundur. Nafas memburu terengah-engah. Paru-paru menjerit, meronta, mendamba oksigen yang kian menipis.

Badan sudah tidak sanggup berdiri tegak. Tongkat menjadi tumpuan, menggantikan lutut yang sudah seperti mati rasa. Bahkan beberapa sudah ada yang ambruk dan musti berjalan merangkak.

Puncak Mahameru 3676 mdpl
Puncak Mahameru 3676 mdpl

Kerongkongan terasa kering, tetapi persediaan air harus dihemat. Tetes demi tetes sangat berharga.

Ditengah itu semua, fokus dan konsentrasi harus tetap terjaga. Meski mata terasa berat, meski badan sudah remuk redam. Sudah sekitar tiga jam yang lalu pos Arcopodo kami tinggalkan. Puncak masih menunggu nun jauh di atas sana sedang kiri kanan jurang menganga.

Read more