Menikmati Street Food ala Jogja

Menikmati Street Food ala Jogja

Malam itu disebuah kedai di pinggir jalan. Seseorang meletakkan sebuah gelas kaca berukuran sedang di sebuah meja. Kedalam gelas itu, dituangkan satu sendok makan kopi bubuk yang ditemani satu sendok makan gula pasir. Sesaat kemudian seseorang itu mengangkat sebuah teko dari atas kompor. Asap tidak henti-hentinya mengepul dari dalam teko.

Seseorang itu kemudian mendekatkan teko tersebut pada gelas dan menumpahkan beberapa mili liter air mendidih yang ada didalamnya, kedalam gelas. Air yang tertuang kedalam gelas itu pun berubah warna menjadi hitam setelah tercampur dengan bubuk kopi dan gula. Agar lebih menyatu, air, kopi dan gula itu diaduk dengan menggunakan sendok. Setelah adukan dirasa cukup, seseorang itu mengambil sebuah potongan kecil arang yang tampak masih merah membara dari sebuah alat pemanggang, untuk kemudian dimasukkan ke dalam segelas kopi. Terdengar suara joss dari dalam gelas. Dan kopi jos pun siap untuk dinikmati.

Segelas Kopi Joss
Segelas Kopi Joss. Picture taken from kopistory.com

Dengan penuh keraguan dan juga penasaran, aku mencoba menikmati kopi jos yang terhidang didepanku. Sesap demi sesap, aku merasakan tidak ada yang berbeda dengan rasa kopinya. Menurut sang penjual, arang pada kopi jos memang tidak mempengaruhi rasa kopi. Juga tidak berbahaya bagi peminumnya, tetapi justru menyehatkan karena menurunkan kadar kafein dalam kopi. Benar atau tidak, aku tidak tahu.

Read more

Pesona Candi Ratu Boko

Pesona Candi Ratu Boko

Kita tahu, daerah dataran tinggi dan pegunungan adalah tempat yang sangat tepat untuk relaksasi, meditasi, rekreasi ataupun sekedar menghilangkan penat akibat kesibukan kerja di tengah kota. Ini disebabkan suasana daerah pegunungan yang tenang, berhawa sejuk dan udaranya segar. Tak heran, ketika akhir pekan ataupun musim liburan tiba, banyak orang menyerbu daerah dataran tinggi seperti Puncak Pas, Lembang, Brastagi, Bukittinggi, Malang ataupun Ungaran.

Candi Ratu Boko Dalam Frame
Candi Ratu Boko Dalam Frame

Ternyata, kegemaran manusia pada dataran tinggi, utamanya manusia di Jawa, sudah berlangsung sejak lama. Ini dibuktikan dengan cukup banyak penemuan situs bersejarah yang berada di dataran tinggi, seperti Candi Brorobudur di Magelang, Candi Gedung Songo di Ungaran, Semarang, Candi Dieng di Dataran Tinggi Dieng dan juga Candi Ratu Boko di Yogyakarta.

Candi Ratu Boko terletak di sebuah dataran tinggi yang berjarak sekitar 3 km sebelah selatan Candi Prambanan. Dari penelitian para ahli, Situs Candi Ratu Boko, diyakini bukan merupakan bangunan keagamaan seperti candi-candi lain yang tersebar di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta, melainkan sebuah komplek bangunan rumah atau mungkin tepatnya sebuah Keraton. Ini dikuatkan dengan adanya bangunan-bangunan wajib sebuah keraton, seperti pintu gerbang, pendopo, keputren atau tempat tinggal, kolam pemandian hingga pagar pelindung. Tak jauh dari pintu gerbang terdapat bangunan yang disebut candi pembakaran. Candi pembakaran ini diperkirakan adalah tempat untuk melakukan proses kremasi ataupun sebuah altar pemujaan.

Read more

Bermimpi ke Maluku Bersama Lomba Blog Pegipegi

Bermimpi ke Maluku Bersama Lomba Blog Pegipegi

Jika ada salah satu daerah di Nusantara, yang hingga saat ini masih masuk ke dalam daftar impian dan menduduki peringkat pertama, itu adalah Maluku. Maluku? Iya Maluku. Jika misalkan, saat ini ada seseorang yang menyodorkan cek kosong kepadaku untuk biaya perjalanan ke salah satu destinasi impianku di Indonesiaku tercinta ini, maka tidak ragu lagi, aku akan berangkat Maluku.

Monumen Christina Martha Tiahahu (taken from www.indonesia.travel)
Monumen Christina Martha Tiahahu (taken from www.indonesia.travel)

Sudah sejak lama, aku merasakan penasaran terpendam pada sebuah gugusan kepulauan yang terletak di timur Indonesia itu. Tepatnya pada saat mata pelajaran sejarah, yang mana saat itu mengisahkan tentang sejarah kedatangan bangsa Eropa di Maluku, tepatnya di Ternate, pada sekitar awal abad ke-16. Bangsa Eropa yang menjejakkan kakinya di bumi Maluku adalah Portugal, dan niat awal kedatangan mereka kesana adalah berdagang. Ada sebuah komoditas asli Maluku yang membuat bangsa Eropa rela menempuh pelayaran hingga ribuan kilometer ke timur. Komoditas itu bernama rempah-rempah.

Banner Blogdetik

Keuntungan yang melimpah dari perdagangan rempah-rempah di benua biru, membuat Portugal semakin serakah. Dari niat awal hanya berdagang, Portugal pun ingin menguasai sepenuhnya bumi Maluku. Dari sinilah, peperangan demi peperangan terjadi antara rakyat Maluku melawan para penjajah, dimulai dari Portugal, Spanyol, Inggris hingga Belanda.

Read more

Persembahan Cinta bernama Prambanan

Persembahan Cinta bernama Prambanan

Konon, kekuatan cinta itu begitu besar. Begitu besarnya hingga terkadang sebuah hal yang tampaknya mustahil menjadi sangat mungkin untuk dilakukan. Kekuatan Cinta pulalah yang mengilhami kuartet penulis lagu yakni, Gunther Mende, Candy DeRouge, Jennifer Rush, Mary Susan Applegate untuk membuat sebuah single berjudul The Power Of Love yang sangat melegenda. Lagu ini telah dinyanyikan oleh cukup banyak penyanyi besar di dunia. Salah satunya adalah Celine Dion.

Candi Prambanan
Candi Prambanan

Salah satu bukti besarnya kekuatan cinta adalah Prambanan. Prambanan adalah wujud dari sebuah usaha yang dilakukan oleh seorang sakti bernama Bandung Bondowoso demi memenuhi permintaan sang putri impian hatinya yang bernama Roro Jonggrang.

Sejak awal, sebenarnya sang putri tidak bersedia dipersunting Bandung Bondowoso. Untuk itu sang putri membuat permintaan yang sangat tidak masuk akal yaitu membuat 1000 candi dalam waktu semalam. Candi itu sudah harus selesai sebelum ayam berkokok dan fajar menyingsing.

Read more

Sepenggal Pelangi di Tugu Jogja

Sepenggal Pelangi di Tugu Jogja

Pelangi, salah satu keajaiban alam yang sangat indah, yang ada di muka bumi ini. Secara teori, sebuah pelangi terbentuk oleh pembiasan cahaya matahari oleh air hujan. Untuk bisa melihat pelangi, kita harus berada di antara sinar matahari dan air hujan. Dan tentu saja, karena membutuhkan cahaya matahari, maka pelangi hanya bisa disaksikan di siang hari.

Tugu Jogja Yang Bermandikan cahaya
Tugu Jogja Yang Bermandikan cahaya

Tapi hari itu, tanpa sengaja aku menemukan “pelangi” di malam hari. Tepatnya di kota Jogja, di kawasan Tugu. Ketika itu, aku tengah dalam perjalanan dari Malioboro menuju hotel tempatku menginan di Jalan AM Sangaji. Hujan yang seharian itu mengguyur bumi mataram ini, sudah mulai mereda. Yang tersisa hanya beberapa bulir air yang masih setia menetes dari langit.

Read more