Saya jatuh cinta pada foto-foto ini, rangkaian foto sebuah pagi di bandara internasional Juanda, Surabaya. Foto ini saya ambil di bulan Mei 2015, sesaat sebelum saya terbang ke Bali. Bagi saya, foto-foto tersebut istimewa. Sudah beberapa kali saya menjejakkan kaki di pintu gerbang propinsi Jawa Timur ini, tetapi belum pernah saya mendapatkan momen pagi seperti dalam foto-foto tersebut. Pun setelahnya, saya belum pernah lagi mendapatkan momen seperti itu lagi
Berjuta Bintang, Berjuta Makna

Malam itu, diantara milyaran butiran pasir dan kegelapan pekat yang menyelimuti, tiba-tiba aku harus bertekuk lutut. Padahal Baru saja aku turun dari sebuah jeep yang membawaku dari kota Malang menuju sebuah samudera pasir yang tak bertepi ini. Awalnya semua terasa baik-baik saja, meski aku harus menggigil menahan hawa dingin yang terus mencoba menyusup ke dalam kulitku, sampai suatu ketika, kepalaku mendongak ke atas, ke arah langit. Saat itu mendadak kakiku terasa lemas dan serta merta tidak sanggup menahan beban badanku. Dan bruuk, lututku pun jatuh menghantam bumi.

Saat itu mataku seperti terhipnotis oleh magnet besar nun jauh di angkasa sana, sehingga sekedar mengalihkan pandangan saja, aku tak sanggup. Energiku pun seolah terhisap habis. Dan bahkan air mataku pun tanpa sadar turut berderai. Aku sendiri tidak mengerti.








