Berjumpa Mangrove di World Wide Instameet 13 Gresik

Perhelatan World Wide Instameet atau WWIM yang ke 13 akhirnya serentak diselenggarakan di seluruh dunia pada akhir pekan ini, 23 April 2016 dan 24 April 2016. WWIM 13 ini diselenggarakan dalam rangka memperingati hari Bumi atau Earth Day yang jatuh pada tanggal 22 April 2016 yang lalu. Untuk itu tema yang diusung pada agenda WWIM kali ini adalah Life On Earth. Saya akhirnya bisa ikut meramaikan acara kopi darat komunitas instagram ini, bergabung dengan rekan-rekan instameet di Gresik.

World Wide Instameet XIII Gresik
World Wide Instameet XIII Gresik

Acara WWIM 13 Gresik dipusatkan di kawasan Mangrove yang ada di daerah kecamatan Manyar, Gresik. Sesuai dengan tema penyelenggaraan WWIM 13, maka aktivitas Instameet di Gresik kali ini tidak hanya sekedar kumpul-kumpul, sharing dan kemudian foto-foto, tetapi juga disertai dengan kegiatan yang bermanfaat untuk bumi, yakni kerja bakti menanam bibit Mangrove. Sayangnya, karena kegiatan menanam bibit mangrove dilakukan siang hari setelah Dzuhur, sedangkan saat itu saya sudah ada agenda yang tidak bisa ditinggalkan, maka dengan berat hari saya tidak bisa ikut ambil bagian pada kegiatan mulia itu.

Read more

Memanjakan Lidah bersama Nasi Krawu Khas Gresik

Setiap sekitar dua sampai tiga minggu sekali, saya menghabiskan akhir pekan dengan silaturahim ke rumah orang tua di Gresik. Selain sebagai momen untuk melepas rindu dan berbagi cerita bersama ayah, mama dan adik-adik, kesempatan untuk pulang ke Gresik juga sebagai sarana untuk memanjakan lidahku dengan berbagai kuliner khas nan lezat dari kota santri ini. Salah satunya yang sudah tersohor adalah Nasi Krawu.

Nasi Krawu Khas Gresik
Nasi Krawu Khas Gresik

Secara formasi makanan, kuliner khas Gresik ini terdiri dari nasi putih pulen yang diberi topping lauk berupa daging sapi yang disayat-sayat (dalam bahasa jawa, disuwir), semur daging sapi, serundeng serta sambal terasi. Biasanya, untuk menambah aroma dan cita rasa nasi krawu agar semakin gurih, ada tambahan berupa jeroan sapi (bagian dalam sapi), seperti hati, ampela, babat ataupun jantung. Semua bahan-bahan tadi kemudian ditata dengan rapi di atas kertas bungkus maupun piring yang sudah dilapisi daun pisang, untuk kemudian disajikan kepada para penikmat nasi krawu.

Setelahnya, adalah saat-saat paling indah bagi lidah pelanggan nasi Krawu. Saat dimana kombinasi butir-butir nasi putih dan sayatan daging sapi empuk yang diolah dengan berbagai bumbu berpadu dengan serundeng dan sambel terasi di dalam mulut. Hmm, jangan tanyakan bagaimana rasanya ya. Yang pasti, sambil nulis postingan ini, mendadak, saya jadi pengen pulang ke Gresik, hari Sabtu ini, he he he.

Read more

Menikmati Suasana di Java Dancer Coffee Malang

Seloyang kudapan tersaji dihadapanku. Dari asap yang mengepul harum, saya bisa memastikan kalau makanan berbentuk lingkaran ini masih baru keluar dari oven. Banyak orang mengatakan, kudapan yang saat ini sudah membuatku kehilangan kendali akan selera ini, berasal dari salah satu negeri kiblat sepakbola dunia di Eropa, Italia. Pizza adalah Italia, dan Italia adalah Negeri Pizza.

Java Dancer Coffee
Java Dancer Coffee

Jika biasanya, saya menikmati hidangan Pizza di restoran-restoran internasional, maka kali ini berbeda. Saya akan menyantap Pizza meat lovers home made ala Java Dancer Coffee, Malang.

Read more

Mengabadikan Inspirasi di Masjid Raya Bandung

Halaman Masjid Raya Bandung di hari Minggu itu tampak riuh renyah dengan suara anak-anak. Gelak tawa penuh keceriaan, tangisan, teriakan dan juga jeritan berbaur menjadi satu di atas permadani hijau yang terhampar di sepanjang halaman Masjid. Sebuah pemandangan yang sangat indah.

Suasana Halaman Masjid Raya Bandung
Suasana Halaman Masjid Raya Bandung
Calon Striker Timnas Indonesia
Calon Striker Timnas Indonesia

Semuanya itu membawa saya seperti terkenang ke masa beberapa tahun yang lalu. Masa ketika saya masih seusia mereka. Masa dimana banyak orang bilang, masa yang paling menyenangkan. Masa ketika hidup dipenuhi dengan agenda main, main dan main. Masa dimana waktu berjalan terasa sangat lama. Masa dimana belum ada beban kehidupan yang harus disangga, ataupun masalah yang musti dihadapi dan dipecahkan. Masa dimana kejujuran begitu mudah untuk dilakukan. Masa dimana kita bisa dengan cepat bangkit setelah terjatuh, baik saat berlari maupun ketika menaiki sepeda.

Read more

Menapaki Misteri Arkeologi di Situs Megalitikum Gunung Padang

Nafas saya begitu berat dan kaki ini mendadak terasa sangat berat. Peluh hampir membasahi seluruh baju yang saya kenakan. Dengan lesu saya mendongak ke atas bukit, mencoba mencari puncak yang hendak saya gapai. Tetapi puncak masih belum terlihat. Entahlah, mendadak saya seperti merasa bukit ini seperti tidak memiliki puncak.

Situs Megalitikum Gunung Padang
Pelataran 1 Situs Megalitikum Gunung Padang

Tapi kemudian, semangat itu datang lagi. Saya berjanji, saya tidak akan menyerah. Diantara nafas yang tersengal, saya terus menapaki tangga menanjak yang ada di hadapan saya. Sudah sepuluh menit, saya menapaki satu persatu anak tangga disini sejak di kaki bukit tadi. Jadi amat disayangkan jika saya harus berhenti disini.

Badan memang terasa remuk redam karena semalaman tidak bisa tidur nyenyak di mobil plus agenda penjelajahan keliling Bandung yang melelahkan, tapi saya harus lanjut. Untungnya sore itu, cuaca cukup bersahabat. Matahari sudah tidak terlalu terasa panas. Langit juga berawan sehingga hawa menjadi terasa lebih sejuk.

Lima menit kemudian, sampailah saya di puncak yang memiliki ketinggian sekitar 885 mdpl. Selamat datang di Situs Megalitikum Gunung Padang, Cianjur, Jawa Barat, tepatnya di perbatasan Dusun Gunungpadang dan Panggulan, Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Read more