Perjalanan Anti Macet Surabaya Malang dengan Kereta Api

Sejak beberapa tahun terakhir, ruas jalan Surabaya – Malang menjadi jalur yang amat sangat padat, terutama ketika akhir pekan atau musim liburan sekolah. Kondisi ini disebabkan peningkatan minat kunjungan masyarakat Surabaya dan sekitarnya ke kota Malang maupun Batu yang berakibat meningkatnya volume kendaraan. Apalagi dengan kondisi saat ini, ketika pariwisata sudah menjadi seperti sebuah gaya hidup. Sayangnya pertumbuhan jumlah kunjungan wisatawan ke Malang dan Batu ini tidak diimbangi dengan peningkatan daya dukung infrastruktur jalan. Pertumbuhan jumlah mobil maupun motor jauh lebih tinggi daripada pertambahan kilometer dari ruas jalan.

Kereta Api Bima Jakarta - Malang PP
Kereta Api Bima Jakarta – Malang PP

Salah satu alternatif yang bisa digunakan untuk dapat menembus kemacetan antar dua kota terbesar di Jawa Timur itu adalah dengan menggunakan moda transportasi Kereta Api. Jika dulunya, hanya Kereta kelas ekonomi saja yang melayani rute Surabaya – Malang melalui KA Penataran, saat ini PT Kereta Api juga membuka rute kereta api kelas eksekutif dengan menggunakan rangkaian KA Bima. Rute lengkapnya, KA Bima ini berangkat dari stasiun Gambir, Jakarta menuju Stasiun Gubeng Surabaya. Setelah itu dari Stasiun Gubeng lanjut perjalanan hingga Stasiun Malang.

Read more

Sunrise Of Bulak, Pesona Pesisir Surabaya

Sudah lama Surabaya dikenal sebagai daerah pesisir. Secara geografis, wilayah kota pahlawan ini memang berbatasan langsung dengan laut, mulai dari sisi utara hingga ke sisi timur. Sejak masa pemerintahan Hindia Belanda, Surabaya menjadi salah satu pusat perdagangan dengan pelabuhan kalimas sebagai pintu gerbangnya.

Pintu Masuk menuju lokasi Sunrise Of Bulak
Pintu Masuk menuju lokasi Sunrise Of Bulak
Poster Lomba Blog Sunrise Of Bulak
Poster Lomba Blog Sunrise Of Bulak

Sebagai daerah pesisir, salah satu mata pencaharian utama dari warga Surabaya adalah nelayan, terutama bagi warga yang tinggal di kawasan pesisir utara dan timur Surabaya, seperti Bulak, Kenjeran ataupun Semampir. Sayangnya, selama ini wilayah-wilayah pesisir Surabaya tersebut identik dengan kondisi kumuh, bau dan kotor. Pantainya dipenuhi berbagai macam sampah, baik itu sampah dari sisa konsumsi seperti plastik, kaleng maupun sampah dari limbah hasil laut seperti sisik ikan, cangkang kerang maupun kulit udang. Kondisi makin diperparah dengan air pantai yang keruh kecokelatan. Sebuah pemandangan yang sangat jauh dari kata indah.

Read more

Mengarungi Laut Surabaya dengan Kapal Wisata Artama III

Rasanya sudah lama sekali saya ingin merasakan sensasi naik kapal wisata yang mengarungi perairan selat madura, mulai dari pelabuhan tanjung perak, Koarmatim, hingga jembatang Suramadu. Saya membayangkan, sensasi sebuah rasa dari menikmati berbagai hasil karya anak bangsa seperti monumen jalesveva jayamahe dan jembatan terpanjang di Indonesia yang menghubungkan pulau Jawa dan pulau Madura. Sebuah rasa kekaguman dan kebanggan atas pencapaian dari bangsa yang nantinya akan membangkitkan inspirasi dan semangat untuk membangun negeri.

Kapal Artama III
Kapal Artama III

Sayangnya, saat itu, kapal wisata tersebut tidak tersedia untuk penumpang perorangan, melainkan harus disewa secara penuh satu kapal. Harganya pun cukup mahal untuk ditanggung secara perorangan sehingga saya harus menunda untuk mewujudkan sensasi itu.

Setelah cukup lama menanti dan bersabar, di hari Sabtu, 9 April 2016, yang lalu, saya dan juga istri akhirnya mendapatkan kesempatan untuk mewujudkan impian itu. PT Pelindo Marine Service selaku pengelola kapal wisata bahari Artama III yang melayani wisata di perairan utara Surabaya tersebut, membuka paket reguler untuk perorangan. Dari informasi yang terdapat di website milik pelindo marine , paket reguler dilakukan setiap hari Minggu, jam 9 sampai jam 11 pagi dengan harga 120ribu per orang.

Read more

Surabaya North Quay, Wisata Tepi Laut Surabaya

Surabaya North Quay

Di sebuah sore, di bulan April 2016, aku dan istri akhirnya menyempatkan diri berkunjung ke salah satu ikon wisata baru kota Surabaya yang baru saja diresmikan akhir Februari 2016 yang lalu. Sebuah tempat nongkrong, atau orang Surabaya menyebutnya cangkruk, yang menawarkan pengalaman baru dan berbeda dengan café-café yang pernah ada di Surabaya. Selamat datang di Surabaya North Quay.

Surabaya North Quay
Surabaya North Quay

Surabaya North Quay sejatinya adalah sebuah bangunan yang tergabung menjadi satu dengan terminal Gapura Surya Nusantara, terminal kelas eksekutif dari pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Terminal ini memiliki tiga lantai dengan desain interior yang sangat futuristik dan elegan, mulai dari kursi ruang tunggu yang empuk, lantai keramik yang berkilau, dekorasi atap yang modern yang dilengkapi dengan hiasan lampu serta papan petunjuk “Ruang Tunggu”, “Keberangkatan” dan “Kedatangan”. Semuanya membuat suasana terminal pelabuhan ini serasa bandara. Hawa bandara semakin terasa kuat dengan adanya fasilitas garbarata.

Surabaya North Quay
Surabaya North Quay

Dari tiga lantai yang ada, dua lantai, yakni lantai satu dan lantai dua, dimanfaatkan sebagai ruang terminal penumpang. Sedangkan lantai tiga dimanfaatkan sebagai cafetaria sekaligus anjungan untuk melihat aktifitas pelabuhan. Lantai tiga inilah yang dimanfaatkan sebagai area wisata baru kota Surabaya.

Read more

Potret Stasiun Papar Kediri

Potret Stasiun Papar Kediri

Stasiun Papar adalah sebuah stasiun kelas III/kecil yang terletak di Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri. Stasiun ini berada tidak jauh dari jalan raya yang menghubungkan Kertosono dan Kediri. Dari perempatan Papar yang biasanya menjadi tempat naik dan turunnya penumpang bus antar kota, belok ke arah timur. Tepat sebelum rel kereta api, ada belokan ke arah selatan yang mengarah ke stasiun Papar.

Stasiun Papar Kediri
Stasiun Papar Kediri

Stasiun Papar ini adalah stasiun ketiga sekaligus stasiun terakhir yang saya kunjungi saat libur panjang akhir pekan di bulan Maret 2016 silam.

Stasiun Papar Kediri
Stasiun Papar Kediri

Dari sisi bangunan, stasiun Papar sedikit lebih besar daripada stasiun Minggiran maupun Susuhan. Namun struktur bangunan masih terlihat mirip, mulai dari pondasi dan kolom batu kali yang bercat hitam putih, hingga bentuk ornamen bangunan seperti daun pintu dan daun jendela.

Read more