Menikmati Sore Ala Palembang

Sore itu sebenarnya biasa saja. Tidak ada yang spesial, masih sama dengan sore-sore yang biasanya. Tapi jadi spesial buatku karena lokasinya. Ini yang pertama kalinya buatku menjejak kaki di tempat ini. Suara gelombang air dan desiran angin langsung menyambutku begitu keluar dari mobil angkot yang kutumpangi. Hmm, segar dan hangat sekali.

Lagi tengah berjalan menikmati suasana, tiba-tiba seorang anak kecil menabrakku.

Maaf, ujarnya singkat dengan nafas yang tersengal-sengal, sambil kemudian meneruskan larinya. Di belakangnya seseorang berlari mengejarnya. Keduanya saling berteriak dan tertawa. Mataku terus mengamati keduanya sampai akhirnya si pengejar berhasil menangkap yang dikejar. Aku tersenyum. Ah, jadi terkenang masa kecil dulu, batinku.

Read more

Menyapa Musi

Di penghujung tahun 2013 ini, satu lagi kota di nusantara tercinta ini aku jejaki. Kota yang terkenal akan kudapan khasnya yang berbahan dasar ikan. Kota yang memiliki sungai terbesar di pulau Sumatera. Dan juga kota yang merupakan tuan rumah pekan olahraga Asia Tenggara, Sea Games tahun 2011 dan Islamic Solidarity Games (ISG) beberapa bulan yang lalu.

Saat mendengar rencana bahwa aku akan berangkat ke kota ini dalam rangka dinas, serta merta aku langsung teringat komentar salah seorang kawan pada salah satu tulisanku di blog ini, tentang Bangkok dan sungai Chao Phraya-nya. Kalau hanya ingin sekedar menikmati pemandangan sungai, Melihat bagaimana sebuah sungai menjadi denyut nadi kehidupan dan asal muasal sebuah peradaban, Kau tidak perlu jauh-jauh ke Thailand. Cukup saja datang ke Palembang.

Read more

Malam Minggu ala Jogja

Konon katanya tidak ada malam yang paling indah selain malam minggu. Apalagi di masa beberapa tahun silam, ketika hari kerja dalam seminggu ada enam hari dan menyisakan hari Minggu sebagai satu-satunya penguasa hari libur. Kini dengan sistem lima hari kerja, malam sabtu seolah memiliki rasa yang sama seperti malam minggu. Tetapi entah mengapa, malam minggu masih terasa lebih sakral daripada malam sabtu. Ya, setidaknya sampai detik ini.

Menikmati bakmi Pak Pele, Alun-alun utara, Yogyakarta
Menikmati bakmi Pak Pele, Alun-alun utara, Yogyakarta

Salah satu kota yang asyik buat menikmati malam minggu tentu saja Jogja. Alun-alun selatan, utara, kawasan malioboro hingga tugu penuh dengan manusia. Wisatawan maupun warga lokal Jogja tumpah ruah disana.

Read more

Semalam di Purwokerto – Tur de Jateng 2013 (4)

Tempe Mendoan, itulah hal pertama yang ada di benak kami semua, begitu roda-roda mobil Erti yang dikemudikan Zemmy menyentuh aspal kota Purwokerto. Ketika itu waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam dan kondisi perut kami sudah pada keroncongan. Apalagi masih ada sisa rasa kecewa karena kehabisan tempe mendoan ketika rehat di Wonosobo tadi. Jadilah, kegiatan pertama kami setibanya di Purwokerto adalah berburu tempe mendoan.

Aneka gorengan
Aneka gorengan

Mendoan adalah salah satu jenis kudapan dengan bahan dasar tempe yang konon berasal dari Purwokerto. Tempe diiris tipis dan lebar, dibalut dengan tepung yang sudah dibumbui lalu digoreng setengah matang. Jadi bentuknya bukan kering, tapi lembek. Paling enak ketika masih baru keluar dari penggorengan. Biasanya tempe mendoan disajikan bersama bumbu kacang.

Malam itu, kami berenam menjadi monster mendoan. Entahlah sudah berapa potong mendoan masuk ke dalam perut kami sampai-sampai kami sudah tidak ingin makan malam lagi. Biasanya sih, karena kami orang jawa, kalau belum makan nasi, belum bisa disebut makan. Tapi malam ini pengecualian.

Read more

Temanggung – Wonosobo, Switzerland Van Java – Tur de Jateng 2013 (3)

Perjalanan kami telah memasuki kota Temanggung setelah lepas dari Magelang. Dua buah gunung langsung menyambut kedatangan kami dengan kegagahan dan keelokannya. Sindoro Sumbing, nama dua buah gunung tersebut.

Setelah menderu dengan cukup santai, karena jalananan yang relatif datar serta macet di kota Magelang, kami memasuki kembali trek yang berkelok-kelok.

Pemandangan Pegunungan di Wonosobo
Pemandangan Pegunungan di Wonosobo

Kami beruntung kabut tidak terlalu pekat di kota Temanggung saat itu. Dari dalam kaca mobil kami bisa melihat bagaimana wujud dari Sang Gunung yang tinggi menjulang di tengah langit yang membiru dengan gumpalan kapas memenuhi bagian puncaknya. Di kaki gunung, tampak hamparan hijau bagaikan untaian permadani zamrud. Di antara hijaunya pepohonan terlihat rumah-rumah penduduk yang berdiri berhimpitan.

Ingin rasanya aku meminta mobil berhenti sejenak untuk memberikanku kesempatan untuk memotret, tapi itu tidak mungkin, karena jalanan yang kami lewati berkelok-kelok dan tidak terlalu lebar, sehingga jika kami berhenti, maka itu akan membuat kemacetan, serta membahayakan kami sendiri maupun pemakai jalan yang lain. Jadi aku puas-puaskan mataku untuk merekam keindahannya.

Read more