Berkelok-kelok diantara Merapi dan Merbabu – Tur de Jateng 2013 (2)

New Selo, sebuah tulisan besar terbaca oleh mataku. Tulisan bercat putih kusam itu terpajang di atas deretan kedai yang menjual aneka makanan dan minuman ringan.

Oke guys, check point kedua kita. Gardu Pandang New Selo, ujar Hikma sesaat setelah memarkir mobilnya dengan sempurna. Tanpa di komando lagi, aku dan para penumpang mobil lainnya langsung melesat keluar.

Gardu Pandang New Selo, Boyolali
Gardu Pandang New Selo, Boyolali

Hawa sejuk langsung menyeruak begitu kepalaku menyembul dari dalam mobil. Hmm. Aku hirup dalam-dalam oksigen yang tersedia itu dan kupersilahkan mereka memenuhi rongga paru-paruku. Rasanya sangat segar dan menenangkan. *Fiuh*

Masih terngiang ketegangan yang kami alami beberapa menit yang lalu. Lepas dari kota Solo, memasuki kabupaten Boyolali, jalanan yang tadinya lurus lurus saja, berubah menjadi kelokan-kelokan tajam dengan tebing di satu sisi dan jurang menganga di sisi yang lain. Maklumlah kabupaten Boyolali yang juga dikenal dengan sebutan kota susu ini terletak di dataran tinggi.

Read more

Lezatnya Sarapan bersama Soto Kuali – Tur de Jateng 2013 (1)

Enam buah mangkuk kosong tertata rapi di sebuah tatakan. Tidak lama berselang seseorang mengisinya dengan nasi, potongan daging sapi, daun seledri, toge dan bawang goreng. Terakhir, bahan-bahan tadi disiram dengan kuah panas yang diambil dari sebuah kuali. Dengan diiringi kepulan asap tipis, mangkuk-mangkuk tersebut pun akhirnya tersaji di depan kami berenam.

Seporsi Soto Kuali Sragen
Seporsi Soto Kuali Sragen

Aroma segar yang semerbak dari asap yang mengepul serta merta membangkitkan selera makan kami. Ditambah lagi dengan kondisi perut yang memang sudah sangat lapar, kami pun dengan buas memakannya. Tapi tetaplah, sebuas-buasnya, baca bismillah dulu :). Dan hanya dalam waktu beberapa menit saja, isi mangkuk-mangkuk itu sudah berpindah dengan sukses ke perut kami. Alhamdulillah.

Begitu nasi, daging dan kuah panas itu masuk kedalam mulutku, lidahku langsung bergoyang-goyang kegirangan. Maknyus pemirsa, begitu kata Pak Bondan.

Read more

Tour de Jateng 2013

Jawa Tengah, sebuah propinsi yang terletak di jantung pulau Jawa dengan Semarang sebagai ibu kota propinsi. Di sepanjang hidupku, aku sangat jarang menjejakkan kaki di Jawa Tengah. Kalau dihitung jari, hanya dua kota di Jateng yang pernah kusinggahi, yaitu Semarang dan Magelang. Magelang itupun terbatas hanya di daerah Borobudur saja. Kalau Jogja? Aku memang beberapa kali singgah ke kota gudeg ini, tapi Jogja bukannya propinsi tersendiri yang terpisah dari Jawa Tengah.

Kolase perjalanan Tour de Jawa Tengah
Kolase perjalanan Tour de Jawa Tengah

Sebagai warga Jawa Timur, hal ini sebenarnya cukup ironis, karena Jateng letaknya sangat dekat dengan Jatim. Tapi mau bagaimana lagi, aku memang tidak mempunyai kerabat ataupun sahabat yang tinggal di propinsi yang sangat kental dengan adat Jawanya ini.

Jadi, ketika ada undangan resepsi pernikahan dari seorang rekan kerja di kantor yang kebetulan berlokasi di salah satu kota di Jawa Tengah (yakni Purwokerto) serta ajakan dari Hikma untuk melakukan touring Surabaya Purwokerto guna memenuhi undangan tersebut dengan mobilnya, aku menerima ajakan itu tanpa berpikir panjang. Ini adalah kesempatan langka untuk menjelajahi keindahan bumi Jawa Tengah.

Read more

Mendayung Sampan di Lok Baintan

Alunan riak-riak air mengalun di telingaku. Suaranya lirih dan merdu. Mereka berdendang berirama dengan hembusan sang bayu yang menerpa wajahku. Di ufuk timur sana, langit tampak jingga merona. Matahari masih belum mencapai bulat sempurna.

Di pagi yang hening itu, sebuah sampan kecil bergerak pelan membelah sungai. Ada dua penumpang diatasnya, aku dan pak Roni, sang nakhoda. Usianya sudah hampir 50 tahun, tapi lengannya masih kokoh dan kuat untuk mendayung, mengemudikan sampan. Ribuan butir air terbang ke udara setiap kayuhan dayungnya mencabik badan sungai. Mereka tampak berkilau keemasan terpapar sinar sang surya.

Semakin jauh sungai disusur, semakin pudar hitamnya kegelapan, keheningan semakin lenyap. Berganti keriuhan yang perlahan demi perlahan muncul. Dan setelah tiga puluh menit berlalu, sampailah kami di pusat keramaian.

Lok Baintan, kusapa lagi pesonamu. Ku nikmati kembali kesederhanaanmu. Kureguk puas eksotismu. Keriuhan pasar, tawar menawar, saling sapa, gelak tawa berpadu gemericik air yang terpapar dayung.

Read more

Memperkenalkan Wongkentir Magazine Edisi Perdana

Memperkenalkan Wongkentir Magazine Edisi Perdana

Alhamdulillah, akhirnya kelar juga edisi perdana dari project digital magazine-ku. Majalah yang kuberi nama sama dengan blog ini, Wongkentir, melengkapi catatan perjalananku setelah sebelumnya selama lebih dari tiga tahun berkecimpung di dunia blog melalui wongkentir.blogdetik.com

Cover Wongkentir Magazine Vol 1 Ranu Kumbolo
Cover Wongkentir Magazine Vol 1 Ranu Kumbolo

Memiliki majalah sendiri adalah sebuah impian. Maklumlah, sejak jaman masih sekolah dulu hingga sekarang ini, banyak artikel yang kukirim ke berbagai majalah ditolak alias gagal cetak. Sempat tidak percaya diri, tetapi kemudian mempunyai ide brilian, bahwa satu-satunya cara agar tulisanku bisa dimuat ya membuat majalah sendiri, he he he.

Tapi mempunyai majalah sendiri di masa lalu adalah sesuatu yang mustahil. Majalah identik dengan sebuah produk percetakan sehingga untuk membuatnya tidak hanya dibutuhkan tulisan dan foto, tetapi juga biaya. Tapi dengan berkembangnya era digital sekarang ini, semua orang bisa membuat majalah sendiri.

Read more