Menulis Catatan Perjalanan

Kisah perjalanan adalah sebuah cerita yang tidak akan pernah lekang dimakan jaman. Sebuah kalimat yang kudengar saat mengikuti sebuah workshop menulis yang diselenggarakan oleh almamaterku tercinta, Teknik Informatika ITS, beberapa minggu yang lalu. Sebuah kalimat yang meluncur dari Agustinus Wibowo, seorang penulis sekaligus penjelajah yang karyanya sangat menginspirasi.

f9db5b01aabf70c4760d485c8fbe5c41_workshop-agustinus-blog

Dan dari berbagai kisah perjalanan itulah, wajah dunia terungkap. Manusia bergerak. Peradaban pun berubah.

Cerita perjalanan sudah ada sejak jaman dulu. Salah satu buktinya yang terkenal adalah tulisan milik Antipater, seorang pelancong dari Sidon, Yunani yang menulis Tujuh Keajaiban Dunia pada sekitar tahun 140 Sebelum Masehi.

Read more

Mengabadikan Angkasa

Bergumpal-gumpal awan berarak melayang-layang di langit. Warnanya putih, laksana kapas. Bermacam-macam bentuknya. Ada yang besar, ada yang kecil. Beberapa diantaranya sangat tebal, tapi tidak sedikit pula yang tipis dan terlihat berongga.

Disekitarnya angkasa tengah membiru. Biru yang tidak terlalu tua sebenarnya, tetapi sangat kontras dengan putihnya sang awan. Perpaduan yang serasi. Indah.

Nun jauh di bawah sana, bumi terlihat kecil. Berbagai macam warna menghias permukaannya. Kadang nampak menghijau seperti permadani yang terbuat dari batu zamrud. Kadang pula terlihat cokelat kehitaman. Dan tak jarang pula bumi membiru seperti langit, hingga seolah tiada batas antara bumi dan langit.

Sebuah sajian khas dari balik jendela pesawat yang tengah mengudara di siang hari dengan cuaca yang cerah. Hidangan akan terasa lebih istimewa lagi ketika terbang di saat-saat pergantian waktu, baik pada saat matahari terbit, ataupun terbenam.

Read more

Seorang Porter Bernama Hartono

Mas, tunggu!!, panggilku memecah kesunyian sore dengan nafas yang tersengal. Posisiku sudah setengah merangkak. Tanganku berpegang erat pada sebuah batang pohon. Peluh membasahi wajah, tubuh hingga kakiku.

bdb47aaaec764c93604a7e8fb9955ead_hartono

Seseorang yang berjarak sekitar 5 meter di depanku menghentikan langkahnya, seraya kemudian memalingkan wajahnya. Tubuhnya kurus. Rambutnya hitam pendek. Kumisnya tipis menghiasi mukanya. Sebuah kacamata membingkai sepasang matanya.

Dengan ringan dia melangkah ke arahku. Wajahnya tampak tenang dengan nafas yang stabil, seolah tak merasakan kelelahan. Padahal di bahunya terpanggul ransel seberat 20 kg. Aku sendiri hanya membawa beban ransel sekitar 12 kg.

Istirahat dulu ya mas, ajakku padanya.

Read more

Keajaiban pagi Ranu Kumbolo

Mataku mendadak terbuka. Kurasakan semilir belaian lembut menyentuh wajahku. Membawa serasa hawa yang sudah lama tidak pernah kujumpa. Aku ingin bergerak. Tapi tak bisa. Aku terbujur beku. Tak ada lagi ruang kosong.

Kugerakkan kepalaku perlahan-lahan. Aku pandang tubuhku sendiri. Semuanya terbungkus rapat. Jaket, kantung tidur, kaus tangan, topi kupluk hingga kaus kaki. Tapi tampaknya itu semua belum cukup. Tubuhku masih menggigil. Jari tangan terasa kaku.

Samar-samar lalu kuamati sekelilingku. Sebuah ruang sempit berbentuk seperti piramida dari kain memenuhi garis pandang. Ruangan itu tidak gelap, bahkan cukup terang. Sepercik sinar yang menyala dari lampu senter menjadi lenteranya. Kuperjap-perjap mata untuk sedikit menghilangkan samar itu.

Ah, ternyata sebuah tenda, batinku.

Read more

Berjumpa Ranu Kumbolo, Sang Danau Impian

Orang bilang tanah kita tanah surga

Sepenggal bait dari lagu berjudul Kolam Susu milik grup legendaris Koes Plus membuka postingan kali ini. Seuntai kalimat yang sangat pas menggambarkan keindahan negeri kita, Indonesia. Surga dunia, heaven of earth, begitulah kata para wisatawan mancanegara, berceceran di wilayah zamrud khatulistiwa ini, mulai dari sabang sampai merauke. Dan salah satu surga itu bernama Ranu Kumbolo.

Ranu Kumbolo
Ranu Kumbolo

Ranu Kumbolo adalah sebuah danau yang terletak di kaki gunung semeru. Berada pada ketinggian 2400 mdpl (meter diatas permukaan laut), Ranu Kumbolo menyajikan panorama yang mempesona siapa saja yang melihatnya.

Beberapa tahun silam, Ranu Kumbolo adalah salah satu surga tersembunyi di dunia. Hanya sedikit orang yang mengetahuinya. Dan kalaupun tahu, hanya segilintar saja yang bersedia untuk menjumpainya. Perjalanan yang panjang dengan medan yang cukup berat menjadi alasannya.

Read more