Jelajah Balikpapan

Balikpapan, nama dari sebuah kota modern yang terletak di pesisir timur pulau Kalimantan. Sejak masa penjajahan Hindia Belanda, kota ini menjadi salah satu pusat perekonomian, terutama sejak ditemukannya sumber-sumber minyak. Sejak saat itu, terjadilah eksodus para pekerja di pulau Jawa ke Kalimantan. Sebuah aktivitas yang ternyata berlanjut hingga saat ini.

Bagi propinsi Kalimantan Timur, Balikpapan adalah salah satu kota yang mempunyai peranan penting dalam laju pertumbuhan ekonomi. Selain karena kaya minyak, Balikpapan adalah pintu gerbang utama propinsi ini, yakni melalui Bandar udara internasional Sepinggan dan Pelabuhan Semayang.

Setelah berjibaku dengan project selama 5 hari penuh, saatnya bagi tim untuk pulang kembali ke Jawa. Tapi kali ini aku memilih untuk tetap bertahan dan menghabiskan akhir pekan di Balikpapan. Kebetulan masih ada sisa uang saku dinas luar plus aku ingin mengajak Dewi jalan-jalan di Balikpapan. Baginya, ini adalah pengalaman pertamanya menjejak bumi Kalimantan, sang paru-paru dunia.

Read more

Suatu senja di Mahakam

Sunset atau saat tenggelamnya matahari adalah salah satu saat terindah di muka bumi. Dan seperti yang sudah pernah kutuliskan di postingan sebelumnya, hampir di setiap kota yang kukunjungi, aku selalu berusaha untuk memburu sunset, tak terkecuali di Samarinda.

Masjid Islamic Center tentu saja menjadi lokasi favorit untuk berburu sunset. Masjidnya yang megah dengan arsitektur yang cantik membuat masjid ini akan sangat indah kala waktu sunset tiba. Setelah hunting foto selesai, kegiatan bisa dilanjutkan dengan sholat maghrib berjamaah.

Selain masjid Islamic Center, lokasi lain yang ingin kugunakan untuk perburuan sunset adalah sungai mahakam. Memotret sunset di sungai mahakam dengan latar belakang siluet Masjid Islamic Center tentu saja akan menjadi sebuah foto yang sangat indah. Tapi sayangnya, lensa kameraku tidak mendukung. Lensaku terlalu wide angle sehingga ketika mengambil foto dari seberang sungai yang berhadapan langsung dengan Masjid Islamic Center, hasil foto masjidnya terlalu kecil.

Read more

Romantisme Senja Melaka

Masih ingat postingan tentang kisah semalam di Melaka, yang kutulis beberapa minggu yang lalu. Yap, kala itu, di bulan Januari tahun 2013, aku dan dewi berkesempatan berkunjung ke salah satu kota yang sarat akan sejarah masa kolonialisme tersebut. Tapi sayangnya, kala itu kami berdua tiba di Melaka saat hari sudah gelap, padahal dari beberapa foto yang beredar di internet, panorama terbaik Melaka adalah saat senja datang. Sedangkan keesokan harinya, ketika hari masih belum terlalu siang, kami sudah pergi meninggalkan Melaka menuju Kuala Lumpur. Sehingga tidak banyak sudut kota yang bisa kami jelajahi dengan waktu yang singkat tersebut.

Senja di Melaka
Senja di Melaka

Dua bulan berselang, tepatnya di bulan Maret 2013, aku berkesempatan kembali ke Melaka. Kebetulan dapat tiket promo lagi dari Air Asia Surabaya Kuala Lumpur. Aku pun tidak menyia-nyiakan kesempatan itu untuk berburu senja di Melaka. Perjalanan kali ini, aku tidak ditemani oleh dewi, tapi oleh my partner in crime di kantor.

Read more

Belajar dari Kuala Lumpur City Gallery

Salah satu tempat favoritku kala berkunjung ke Kuala Lumpur bulan Januari 2013 yang lalu adalah Kuala Lumpur City Gallery. Terletak di area Dataran Merdeka, Kuala Lumpur City Gallery menawarkan sebuah pengalaman dan pelajaran yang sangat berharga buatku, yaitu bagaimana Malaysia mengembangkan potensi ekonomi kreatif di tengah tumbuh pesatnya sektor pariwisatanya.

Menuju Kuala Lumpur City Gallery relatif tidak mudah, karena tidak ada jaringan LRT maupun monorail yang melewati kawasan Dataran Merdeka. Stasiun LRT terdekat adalah stasiun pasar seni. Dari sini kita berjalan kaki ke arah pusat souvenir Central Market dan Kesturi Walk. Di ujung jalan kesturi walk, ambil belok ke kiri untuk kemudian jalan lurus hingga sampai di area dataran merdeka. Kuala Lumpur City Gallery terletak di sebelah barat dataran merdeka, tepatnya di dekat Perpustakaan Nasional Kuala Lumpur. Untuk mengetahui letaknya cukup mudah, cari saja sebuah tugu bertuliskan I Love KL.

Read more

Magical Night at KLCC Park

Di era modernisasi seperti sekarang ini, keberadaan sebuah taman kota mutlak diperlukan bagi kota-kota metropolitan seperti Jakarta, Surabaya, Kuala Lumpur, Bangkok dan kota-kota besar lain di seluruh dunia. Selain sebagai paru-paru kota dan ruang terbuka hijau, taman kota ini juga berfungsi sebagai sarana rekreasi dan berkumpul bagi para warga kotanya.

Menara Twin Tower Petronas di Malam Hari
Menara Twin Tower Petronas di Malam Hari

Salah satu taman kota yang indah yang pernah ku singgahi adalah KLCC Park. Terletak di jantung kota Kuala Lumpur, Malaysia, taman kota seluas 20 hektar ini merupakan salah satu kebanggan rakyat Malaysia. Untuk menemukan KLCC park ini tidak terlalu sulit, karena lokasinya yang tepat berada di sekitaran salah satu bangunan ikonik Malaysia, Menara kembar Petronas.

Untuk menuju ke KLCC Park amat sangat mudah. Dengan menumpang jaringan LRT putra line dan turun di stasiun KLCC, maka kita sudah sampai di KLCC Park.

Read more