Saya jatuh cinta pada foto-foto ini, rangkaian foto sebuah pagi di bandara internasional Juanda, Surabaya. Foto ini saya ambil di bulan Mei 2015, sesaat sebelum saya terbang ke Bali. Bagi saya, foto-foto tersebut istimewa. Sudah beberapa kali saya menjejakkan kaki di pintu gerbang propinsi Jawa Timur ini, tetapi belum pernah saya mendapatkan momen pagi seperti dalam foto-foto tersebut. Pun setelahnya, saya belum pernah lagi mendapatkan momen seperti itu lagi
Jelajah Balikpapan
Balikpapan, nama dari sebuah kota modern yang terletak di pesisir timur pulau Kalimantan. Sejak masa penjajahan Hindia Belanda, kota ini menjadi salah satu pusat perekonomian, terutama sejak ditemukannya sumber-sumber minyak. Sejak saat itu, terjadilah eksodus para pekerja di pulau Jawa ke Kalimantan. Sebuah aktivitas yang ternyata berlanjut hingga saat ini.
Bagi propinsi Kalimantan Timur, Balikpapan adalah salah satu kota yang mempunyai peranan penting dalam laju pertumbuhan ekonomi. Selain karena kaya minyak, Balikpapan adalah pintu gerbang utama propinsi ini, yakni melalui Bandar udara internasional Sepinggan dan Pelabuhan Semayang.
Setelah berjibaku dengan project selama 5 hari penuh, saatnya bagi tim untuk pulang kembali ke Jawa. Tapi kali ini aku memilih untuk tetap bertahan dan menghabiskan akhir pekan di Balikpapan. Kebetulan masih ada sisa uang saku dinas luar plus aku ingin mengajak Dewi jalan-jalan di Balikpapan. Baginya, ini adalah pengalaman pertamanya menjejak bumi Kalimantan, sang paru-paru dunia.




