Sebuah sabetan rotan penuh tenaga dari seorang pemuda sasak, mendarat dengan telak di pinggang lawan. Di satu sisi sang pemuda berhasil meredam serangan serupa, yang mengincar bahunya, dengan tamengnya. Lawan pun jatuh terjerembab di tanah dengan teriakan kesakitan yang menyayat, tapi hebatnya, sikapnya masih menunjukkan kewaspadaan akan serangan serangan berikutnya.
Tari Peresean, Suku Sasak Lombok, NTB
Sang pemuda yang berada dalam posisi diatas angin, kembali berusaha untuk menyerang kembali lawannya yang sudah dalam posisi tertekan, tapi kemudian dua orang yang bertindak sebagai wasit menahannya dan kemudian menyatakan bahwa sang pemuda sudah menjadi pemenang. Pertarungan alot yang sudah berlangsung selama sekitar 5 menit pun berakhir.
Tari Peresean, Suku Sasak, LombokTari Peresean, Suku Sasak, Lombok
Sang pemuda kemudian mengulurkan tangannya ke sang lawan, untuk membantu sang lawan bangkit. Setelah semuanya berdiri, mereka berdua saling bersalaman dan berpelukan, seraya kemudian memberikan salam pada para pengunjung. Tepuk tangan pun membahana di seantero kampung.
Hari masih menunjukkan pukul 15.30 sore, tapi suasana sore itu sudah cukup redup. Sejauh mata memandang ke arah langit yang terlihat hanyalah gumpalan awan tebal yang cukup gelap. Baru saja, saya dan juga kawan-kawan menunaikan sholat Ashar di sebuah masjid di pinggir jalan, antara kota Surakarta dan Karanganyar, untuk kemudian melanjutkan perjalanan menuju candi Cetho yang terletak di kabupaten Karanganyar.
Pemandangan di Kebun Teh Kemuning
Perjalanan yang awalnya datar mulai terasa menanjak ketika mobil sudah memasuki kawasan kabupaten karanganyar. Kabupaten Karanganyar memang dikenal sebagai salah satu dataran tinggi di pulau Jawa karena lokasinya yang berada di kaki gunung Lawu, tepatnya di sebelah barat dari gunung yang menjadi salah satu pembatas wilayah antara propinsi Jawa Timur dan Jawa Tengah.
Salah satu dari kawan kemudian membuka sedikit jendela mobil. Selang beberapa detik kemudian saya merasakan udara yang begitu segar terhirup hidung dan merasuk hingga ke relung paru-paru. Tanpa dikomando, kami pun segera membuka semua jendela mobil seraya mematikan AC mobil.
Lampung memiliki banyak destinasi wisata yang semuanya menarik untuk dikunjungi. Namun di antara semua tempat liburan yang ada di sana, beberapa destinasi berikut ini wajib banget masuk itinerary liburan kamu ke Lampung nanti.
Pantai Tapak Kera
Pantai Tapak Kera (sumber:berita24.id)
Pantai ini terletak di Kalianda, Lampung Selatan, dengan ciri khas sebuah kedung besar yang berwarna kebiruan dan selalu ada ombak yang masuk ke dalamnya. Kedung ini bisa kamu lihat dari puncak tebing karang yang cantik, dan bakal menggodamu untuk berenang di dalamnya.
Pantai Sari Ringgung
Pantai Sari Ringgung (sumber: citraniwisata.com)
Pantai ini terletak di Pesawaran dengan ciri khas sebuah ayunan yang terletak di tepi pantainya. Ketika senja menjelang, romantisme pantai ini akan sangat terasa dengan pemandangan yang sangat indah dan mempesona. Langit memerah dengan matahari berukuran raksasa yang tenggelam di ufuk barat dan kemudian digantikan dengan pemandangan kerlap-kerlip lampu kota yang nampak dari kejauhan.
Tak jauh dari Pantai Sari Ringgung, kamu bisa mampir ke Muncak Tirtayasa. Ini adalah sebuah bukit, dengan pemandangan pantai dan kerlip lampu kota di seberangnya.
Air Terjun Lembah Misteri
Air Terjun Lembah Misteri (sumber: sosmed.web.id)
Tempat ini berada di Dataran Lebuay, Tanggamus dengan bentuk air terjun yang menarik. Tidak hanya satu air terjun sana, namun ada beberapa air terjun yang ada di tempat ini, dan membentuk sebuah pemandangan yang cantik luar biasa. Oh ya, masyarakat setempat mengenal air terjun ini dengan nama Air Terjun Tirai.
Pulau Kelagian
Pulau Kelagian (sumber: @hafiztravoll)
Bagaikan menikmati sebuah pulau pribadi, itulah yang akan kamu rasakan ketika berwisata ke Pulau Kelagian yang masuk kawasan Pesawaran ini. Pasir pantainya bersih, dengan pantai berombak tenang dan air lautnya pun bening memikat. Sebuah tempat sempurna untuk melepas lelah setelah sepekan beraktivitas.
Dinamakan demikian karena karang di tepi pantai ini tajam dan berukuran besar serta menyebar di sepanjang pantai. Ombak di pantai ini pun cukup besar, dengan hempasan yang kadang mengerikan. Namun kamu tetap bisa menikmati indahnya pantai ini dari tepian karang yang dekat dengan daratan, dan merasakan deburan ombaknya yang memecah karang.
Teluk Kiluan
Teluk Kiluan (sumber: wikipedia.org)
Pantai ini memiliki pasir yang lembut, dengan air laut bening yang amat cantik. Selain itu, di sini kamu bisa menemui lumba-lumba secara langsung, dan melakukan snorkeling untuk melihat karang yang indah yang tersebar di Teluk Kiluan.
Pulau Pisang
Pulau Pisang (sumber: piknikasik.com)
Pantai di pesisir barat Lampung ini memiliki pasir yang bersih dan lembut serta ombak yang menantang untuk ditaklukkan. Kawasan ini adalah salah satu lokasi pilihan untuk berselancar di Lampung, namun tetap menarik dikunjungi wisatawan biasa yang ingin melihat matahari senja nan indah. Suasana instagramable akan kamu dapati di tempat wisata ini, dan kamu bisa mengabadikannya dari banyak spot yang ada disana.
Pantai Perkampungan Bali
Seperti di Pulau Pisang, pantai di Perkampungan Bali juga dikenal dengan ombaknya yang menawan dan kerap jadi tujuan wisatawan yang ingin berselancar. Selain itu pantai ini juga bisa jadi destinasi kamu yang ingin berkemah, dengan tanah lapang luas yang nyaman untuk mendirikan tenda.
Tertarik dengan beberapa destinasi terbaik di Lampung ini? Segera pesan tiket Kalstar Aviation dan terbanglah ke Lampung dengan nyaman. Maskapai Kalstar Aviation menyediakan tiket dari dan ke Lampung dengan harga yang terjangkau, pastinya menghemat budget liburanmu ke sana.
Masih ada banyak lagi lokasi wisata yang bisa kamu datangi di Lampung. Siapkan perlengkapanmu, beli tiket Kalstar Aviation , dan mari menjelajahi Lampung.
Baru saja saya menurunkan kaki kiri dari bus, seekor merpati hitam meliuk-liuk anggun melewati tubuhku. Sejenak badan saya terguncang karena terkejut, sebelum akhirnya bersorak riang karena aksi itu. Itu mungkin sebuah ucapan selamat datang dari penghuni bumi Madinah kepada saya, karena baru saja saya menjejakkan kaki di halaman salah satu masjid yang bersejarah di kota suci ini, masjid Quba.
Masjid Quba
Suasana pelataran masjid Quba pagi itu sangat ramai dengan puluhan bus yang terparkir dan ratusan manusia dari berbagai penjuru dunia, yang sebagian besar tentu saja jamaan umroh.
Sejarah mencatat, masjid Quba adalah masjid yang pertama kali dibangun Rasulullah, ketika dalam perjalanan hijrah dari kota Makkah ke kota Madinah. Masjid terletak di luar kota Madinah, tepatnya 5 km dari pusat kota di sebelah tenggara.
Pagi itu saya berlari. Disela-sela hawa sejuk perbukitan di daerah kaki gunung Arjuno-Welirang. Diantara rimbunan hutan pinus yang menjulang tinggi. Ditengah-tengah percik-percik sinar matahari yang menyusup malu-malu diantara dedaunan dan ranting pinus. Kata orang, it is always the first time, dan pagi itu adalah untuk pertama kalinya saya mengikuti sebuah event lari bertajuk Safari Run 2017.
Panggung Safari Run 2017
Diselenggarakan secara rutin sejak tahun 2015 oleh pengelola Taman Safari II, Prigen, Jawa Timur, Safari Run, menjadi sebuah perhelatan lari yang istimewa dan tidak biasa karena didalamnya terdapat kombinasi antara fun, family dan olahraga lari itu sendiri.
Ada dua kategori event lari yang bisa diikuti pada Safari Run 2017, yakni 5K dan 10K. Saya sendiri, disamping karena medannya yang berbukit dan status sebagai seorang debutan, maka saya memilih 5K.