Mengenang Momen Indah bersama Laskar Gerhana (Bagian 1)

Hari ini, saya mengenang kisah sepuluh hari yang lalu. Tepatnya 9 Maret 2016, ketika saya menjalani detik demi detik kehidupan bersama sahabat-sahabat baru yang tergabung dalam Laskar Gerhana Detikcom dalam satu hari penuh di pulau Belitung. Hari itu, kami menyaksikan sebuah fenomena alam yang sangat langka terjadi yaitu Gerhana Matahari Total yang tengah menghampiri wilayah nusantara. Sebuah pengalaman berharga yang akan selalu terkenang dalam hidup.

Laskar Gerhana Detikcom
Laskar Gerhana Detikcom

Laskar Gerhana Detikcom adalah para pemenang dari sebuah ajang pencarian bakat yang diselenggarakan oleh detikcom dengan hadiahnya adalah berkesempatan berburu Gerhana Matahari Total di dua dari beberapa tempat di Indonesia yang dilewati gerhana yakni Belitung dan Ternate. Dimulai dari bakat menulis yang difasilitasi dengan lomba blog, bakat memotret yang diwakili dengan lomba foto instagram dan juga bakat sutradara yang diwujudkan dalam lomba membuat video. Satu lagi lomba yang diselenggarakan adalah lomba ketepatan menjawab pertanyaan tersembunyi yang muncul di setiap akhir berita detikcom. Semua tema lomba berhubungan dengan Gerhana Matahari Total.

Saya sendiri berhasil menjadi salah satu anggota Laskar Gerhana setelah menjadi salah satu pemenang pada ajang lomba blog. Demi berjuang menjadi pemenang, saya menyertakan dua tulisan ke lomba ini dengan judul “Menuju Gerhana” dan “Gerhana Matahari 2016, anugerah dari-Nya untuk Indonesia”, dimana salah satunya akhirnya membawa saya bergabung dengan Laskar Gerhana Detikcom.

Tanggal 8 Maret 2016, perjalanan Laskar Gerhana dimulai. Kami bertolak dari bandara Soekarno Hatta, Jakarta menuju bandara HAS Hanandjoeddin, Tanjung Pandan pada pukul 11.30 dengan menumpang maskapai Sriwijaya Air SJ054. Penerbangan Jakarta โ€“ Belitung ditempuh hanya dalam waktu 50 menit saja.

Sriwijaya Air di Bandara HAS Hanandjoeddin, Tanjung Pandan, Belitung
Sriwijaya Air di Bandara HAS Hanandjoeddin, Tanjung Pandan, Belitung

Sesampainya di bandara, kami langsung dijemput oleh kru detikcom. Suasana menjadi terasa lebih spesial ketika kru detikcom memperkenalkan bang Darwance Law, pemenang dtraveler of the year 2015, sebagai pemandu wisata kami selama di Belitung.

Dari bandara, kami bergerak menuju rumah makan Dapoer Belitung untuk makan siang. Disini kami disuguhi aneka makanan seafood yang salah satunya adalah sup ikan ketarap yang merupakan salah satu makanan khas dari Belitung. Dengan lahap, semua peserta dan panitia laskar gerhana menyantap makanan kaya protein itu.

Sup Ikan Ketarap
Sup Ikan Ketarap

Dengan perut yang kenyang, kami berangkat menuju pantai Tanjung Tinggi yang dikenal sebagai pantai Laskar Pelangi. Disana kami mendengarkan sebuah acara talk show tentang Gerhana Matahari Total yang menghadirkan nara sumber dari detikcom, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan Keamanan Laut (BAKAMLA) dan juga Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kabupaten Belitung.

Talk Show Gerhana Matahari
Talk Show Gerhana Matahari

Di sela-sela acara talk show, datanglah sosok yang memberikan kejutan buat kami. Dialah bang Andrea Hirata, warga aseli Belitung, penulis buku best seller, Laskar Pelangi. Kedatangan bang Andrea ini tidak hanya mengejutkan kami para peserta laskar tetapi juga panitia. Setelah memberikan beberapa kata sambutan, bang Andrea menghibur kami dengan sebuah lagu karyanya sendiri yang bertemakan juga Laskar Pelangi.

Penampilan dari bang Andrea Hirata
Penampilan dari bang Andrea Hirata

Usai talk show, para laskar gerhana dijamu makan malam di rumah makan Lemadang yang terletak tepat di bibir pantai Tanjung Tinggi. Sambil menikmati makan malam, saya melibatkan diri dengan sebuah diskusi seru tentang strategi pengambilan foto gerhana esok hari yang diisi oleh para jawara lomba foto instagram. Momen itu membuat saya sangat bahagia. Selain memndapatkan banyak ilmu tentang dunia fotografi, saya juga bisa berkenalan dengan para fotografer handal yang sudah malang melintang di berbagai lomba foto. Akun instagram mereka juga sangat menginsipirasi.

Setelah makan malam, kami pun beranjak menuju hotel di daerah Tanjung Pandan. Sebelum menuju kamar masing-masing, panitia mengingatkan sekali lagi bahwa besok pagi, jam 2 dini hari, seluruh peserta sudah harus berkumpul di lobi hotel. Rencananya, sekitar jam 2, seluruh tim akan bertolak menuju pelabuhan Tanjung Batu. Disana sudah menunggu kapal Bintang Laut milik BAKAMLA yang akan mengantar para laskar untuk menuju spot terbaik untuk pengamatan Gerhana Matahari dari tengah laut.

Insya Allah cerita akan berlanjut ke postingan selanjutnya.

4 thoughts on “Mengenang Momen Indah bersama Laskar Gerhana (Bagian 1)

  • 21/03/2016 at 16:06
    Permalink

    wah kerena mas, kok bisa menang mas? bagi rahasia nya donk ๐Ÿ˜€
    detik com memang secara rutin ngadain lomba blog ya? next time mau join, lihat info nya dimana?

    Reply
    • 21/03/2016 at 17:54
      Permalink

      Yup, detikcom memang punya cukup banyak event blog. Coba buka blog.detik.com secara berkala Taqi. Semoga lain waktu bisa join ๐Ÿ™‚

      Reply
  • 21/03/2016 at 17:39
    Permalink

    Wah hebaaat. Kamu menang ya? Wah kapan lagi gerhana ya, mau ikut jugaaaaaaa. :p

    Reply
    • 21/03/2016 at 17:55
      Permalink

      Iya nih, bukannya kamu juga menang juga Bang Dolly, kamu hebat juga dong, ha ha ha :p

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*