Selamat Datang Pagi

Matahari Terbit di Puncak Penanjakan Bromo

Pagi hari, ketika mentari mulai menyapa adalah salah satu saat terindah dalam hidup.

Hamparan sinarnya yang hangat seperti memberikan harapan baru akan sebuah kehidupan yang lebih baik dari hari yang lalu.

Matahari Terbit di Puncak Penanjakan Bromo
Matahari Terbit di Puncak Penanjakan Bromo

Tak lupa guratan merah jingga yang mengukir keelokan langit di ufuk timur seolah melukiskan bahwa hari ini akan menjadi hari yang indah.

Bersemangatlah menyambut pagi.

Bersiaplah menjemput Rizki.

Dan jangan lupa, ingat selalu untuk berdoa pada Ilahi.

Selamat datang pagi.

Surya Hardhiyana – 16 Februari 2016.

Romansa di Udara

Romansa bisa terjadi di mana-mana. Kita bisa menemuinya di rumah, di jalanan, di sekolah maupun di kantor. Romansa menyapa tak kenal waktu, kadang pagi, siang, sore, dan ada kalanya malam. Romansa bisa mendatangi para kutu buku di keheningan perpustakaan ataupun menyeruak diantara hiruk pikuk pasar. Romansa bisa hadir di darat, ikut berenang di lautan, ataupun turut terbang melintasi udara. Seperti yang terjadi sore itu, di antara ratusan penumpang burung besi yang tengah menjelajah langit, dari Surabaya menuju Denpasar.

Ilustrasi Suasana di Pesawat
Ilustrasi Suasana di Pesawat

Hari itu saya mendapatkan boarding pass dengan nomor kursi 8F, yang artinya saya akan duduk di pinggir jendela. Kursi di pinggir jendela adalah kursi favorit saya, karena saya biasanya menghabiskan waktu terbang dengan memotret pemandangan di luar pesawat. Apalagi terbang di sore hari menjelang petang, dimana akan ada pemandangan sunset yang pastinya sangat indah.

Read more

Ketika Mendung Tiba

Sebenarnya saya tidak menyukai mendung. Ketika mendung datang, saya merasa seolah-olah dunia kehilangan keceriaannya. Mendung menyembunyikan birunya langit. Mendung pulalah yang menghapus guratan cahaya merah jingga di ufuk barat ketika sang matahari beranjak menuju peraduannya.

Karena mendung, laut yang biasanya tampak biru menghijau menjadi terlihat kusam. Awan yang putih pun berubah kelabu. Sepertinya tidak ada keindahan apapun yang tampak ketika mendung tiba.

Tapi sore itu, saya menyadari, bahwa saya salah. Sore itu, dalam sebuah perjalanan pulang dari acara pernikahan seorang sahabat. Sejauh mata memandang, langit tampak gelap menghitam. Dalam waktu dekat, saya memperkirakan, hujan akan segera datang. Saya pun berniat memacu motor.

Baru dua puluh meter, saya mendadak menghentikan motor. Saat itu, tanpa sengaja, mata saya menatap ke arah langit, dan kemudian melihat sebingkai pemandangan disana. Saya pun segera mengambil kamera dan membidiknya.

Ilustrasi Suasana Mendung
Ilustrasi Suasana Mendung
Suasana Mendung
Suasana Mendung

Sempurna!!

Dan kesempurnaan itu karena satu hal, mendung.

Saya terpekur menatap foto itu. Ah, rasanya hati ini malu pada mendung, telah berburuk sangka padanya. Mungkin, mendung memang telah menyembunyikan keindahan yang ada, tetapi dia menggantinya dengan keindahan yang lain.

Cerita Tentang Foto [Pagi di Bandara Juanda]

Saya jatuh cinta pada foto-foto ini, rangkaian foto sebuah pagi di bandara internasional Juanda, Surabaya. Foto ini saya ambil di bulan Mei 2015, sesaat sebelum saya terbang ke Bali. Bagi saya, foto-foto tersebut istimewa. Sudah beberapa kali saya menjejakkan kaki di pintu gerbang propinsi Jawa Timur ini, tetapi belum pernah saya mendapatkan momen pagi seperti dalam foto-foto tersebut. Pun setelahnya, saya belum pernah lagi mendapatkan momen seperti itu lagi.

Suatu Pagi Yang Memerah di Bandara Juanda, Surabaya
Suatu Pagi Yang Memerah di Bandara Juanda, Surabaya

Sebenarnya sejak lama, sejak saya mendapatkan foto tersebut, saya ingin bercerita tentang foto tersebut. Tetapi saya bingung, apa yang akan saya ceritakan. Bagi saya, foto-foto itu jauh lebih indah daripada narasi dan deskripsi terindah yang pernah saya buat. Yah, apa boleh buat, dan akhirnya kata demi kata yang sangat tidak narasi dan deskripsi inilah narasi dan deskripsi untuk foto tersebut.

Suatu Pagi Yang Memerah di Bandara Juanda, Surabaya

Suatu Pagi Yang Memerah di Bandara Juanda, Surabaya
Suatu Pagi Yang Memerah di Bandara Juanda, Surabaya

Satu hal yang pasti, dari koleksi foto yang saya ambil dalam rangkaian perjalanan saya ke Bali tujuh bulan yang lalu itu, bukan foto-foto selama saya berada di pulau Dewata, Bali yang menjadi favorit saya. Justru foto-foto pagi di awal perjalanan inilah yang menjadi favorit saya. Ada seseorang yang berkata, “It is important to enjoy the journey, not just the destination”, dan pagi itu, saya mendapatkan momen terbaik justru ketika saya belum tiba di tempat tujuan.

Suatu Malam di sebuah Taksi Bandara

Dengan gontai aku berjalan sambil menyeret tas koper di sebuah Jumat malam yang riuh. Kurang dari setengah jam lagi, hari akan berganti, tetapi suasana bandara internasional juanda, surabaya masih tampak sibuk.

Saat itu hanya satu hal yang kuinginkan, segera sampai rumah dan tidur. Aku ingin segera mengistirahatkan otakku dari segela kepenatan dan keruwetan selama lima hari terakhir ini dan menikmati akhir pekan di rumah.

Begitu sesampainya di terminal kedatangan, aku segera memesan taksi. Begitu taksi yang kupesan datang, aku melihat seorang bapak keluar dari ruang kemudi dan dengan sigap membantu memasukkan koperku ke dalam bagasi. Bapak itu memandangku sejenak untuk kemudian membukakan pintu depan taksi.

Taxi
Taxi

Sejenak aku terkejut, karena ini adalah sebuah hal yang tidak biasa. Saat itu, aku sebenarnya ingin duduk dibelakang dan kemudian melanjutkan istirahatku sejenak di taksi. Tetapi keanehan ini membuatku penasaran, dan aku pun menerima tawaran sang bapak untuk duduk bersamanya di kursi depan.

Read more