Hari masih gelap ketika jarum jam yang bertengger di hotel tempatku menginap menunjukkan angka 06.00 pagi waktu Kuala Lumpur. Kubuka jendela kamar hotel dan aku bisa melihat lampu-lampu jalanan di depan hotel masih menyala. Jalanan sendiri masih cukup lengang.
Jam di Bandara Juanda, Surabaya
Aku tatap sekali lagi jam dinding itu. Dan aku memastikan bahwa jam dinding tersebut tidak mati karena jarum detiknya masih bergerak. Aku ambil hand phone dan mendapatkan informasi bahwa jam dinding tersebut sudah menunjukkan waktu yang sesuai.
Masih belum reda keherananku, sayup-sayup terdengar suara adzan mengalun merdu dari sebuah masjid yang terletak tidak jauh dari hotel. Aku melongo. Sekitar satu jam yang lalu, aku baru saja menunaikan sholat dengan niatan adalah sholat Subuh, eh ternyata waktu subuh baru saja masuk.
Malam itu, diantara milyaran butiran pasir dan kegelapan pekat yang menyelimuti, tiba-tiba aku harus bertekuk lutut. Padahal Baru saja aku turun dari sebuah jeep yang membawaku dari kota Malang menuju sebuah samudera pasir yang tak bertepi ini. Awalnya semua terasa baik-baik saja, meski aku harus menggigil menahan hawa dingin yang terus mencoba menyusup ke dalam kulitku, sampai suatu ketika, kepalaku mendongak ke atas, ke arah langit. Saat itu mendadak kakiku terasa lemas dan serta merta tidak sanggup menahan beban badanku. Dan bruuk, lututku pun jatuh menghantam bumi.
Milky Way di Bromo
Saat itu mataku seperti terhipnotis oleh magnet besar nun jauh di angkasa sana, sehingga sekedar mengalihkan pandangan saja, aku tak sanggup. Energiku pun seolah terhisap habis. Dan bahkan air mataku pun tanpa sadar turut berderai. Aku sendiri tidak mengerti.
Sejak beberapa bulan terakhir ini, aku mencoba untuk lebih aktif dan serius di Instagram. Aku sudah pernah menulis kisahnya disini. Parameter aktif disini adalah aku mencoba untuk lebih sering meng-upload foto, me-like foto yang menuruku bagus dan juga mem-follow akun yang memang foto-fotonya berkualitas. Sedangkan parameter serius adalah, foto yang ku-upload bukan lagi foto sembarangan yang kuambil dengan ponsel, tetapi memang koleksi fotoku yang selama ini lebih sering ku-upload di Flickr.
World Wide Instameet 11 Surabaya
Nah, karena keaktifanku itu, akhirnya aku tahu bahwa instagram mempunyai sebuah komunitas besar di seluruh dunia yang setiap periode tertentu mengadakan semacam acara hunting foto bersama-sama. Acara itu diberi nama WWIM, yang kepanjangannya adalah WorldWide Instameet. Adapun maksud dari instagram menyelenggarakan event itu adalah agar para user instagram bisa saling berkenalan dan lebih akrab di dunia nyata, terutama untuk para user yang satu daerah. Hmm, ide yang cukup brilian.
WWIM 11 Surabaya
Hingga bulan Maret 2015 ini, sudah ada 11 event, dimana event terakhir yakni WWIM XI diselenggarakan tanggal 21 – 22 Maret 2015. Dari akun instagram @instameetindonesia, aku melihat antusiasme yang sangat luar biasa dari para instagramers di Indonesia untuk meramaikan event WWIM. Banyak penggiat instagram membuat kegiatan WWIM di kotanya masing-masing, seperti Jakarta, Bekasi, Tegal, Pemalang, Cikarang, Gresik, Temanggung, Yogyakarta, Semarang dan tentu saja kotaku tercinta Surabaya. Bahkan untuk Surabaya, ada dua event WWIM yang diselenggarakan secara serentak di dua lokasi yang berbeda, yaitu di Kenjeran Park dan juga Stasiun Sidotopo.
Jika sebuah pertanyaan “Apakah aplikasi berbagi foto favoritmu” dilontarkan kepada setiap orang pengguna internet aktif saat ini, maka mungkin lebih dari 90 % akan menjawab Instagram. Yap Instagram. Instagram adalah sebuah aplikasi berbagi foto yang kini dimiliki oleh Facebook. Pembuat awal Instagram adalah Kevin Systrom and Mike Krieger. Keduanya meluncurkan instagram di bulan Oktober 2010. Fokus instagram adalah berbagi foto di aplikasi berbasis mobile, sehingga hanya bisa digunakan di mobile device.
Instagram
Di awal kehadirannya, Instagram hanya bisa terinstall di Sistem Operasi iOS, sehingga hanya pengguna Apple product seperti Iphone ataupun Ipad yang bisa memanfaatkannya. Lalu, demi ekspansi pasar, instagram akhirnya hadir untuk Sistem Operasi Android dan menyusul kemudian Windows Phone.
Akun Instagram Surya Hardhiyana
Sejak kehadirannya sekitar hampir lima tahunan yang lalu, instagram telah menjadi fenomena di jagat maya dengan menjadi aplikasi berbagi foto paling populer. Kehadirannya langsung menggeser posisi beberapa aplikasi berbagi foto lain yang sudah cukup besar seperti Flickr, Picasa ataupun Photobucket. Dengan popularitas yang makin menanjak, akhirnya di tahun 2012, tepatnya di bulan April, Facebook memutuskan untuk membeli instagram dengan nilai sekitar 1 milliar dollar amerika.
Pelangi, salah satu keajaiban alam yang sangat indah, yang ada di muka bumi ini. Secara teori, sebuah pelangi terbentuk oleh pembiasan cahaya matahari oleh air hujan. Untuk bisa melihat pelangi, kita harus berada di antara sinar matahari dan air hujan. Dan tentu saja, karena membutuhkan cahaya matahari, maka pelangi hanya bisa disaksikan di siang hari.
Tugu Jogja Yang Bermandikan cahaya
Tapi hari itu, tanpa sengaja aku menemukan “pelangi” di malam hari. Tepatnya di kota Jogja, di kawasan Tugu. Ketika itu, aku tengah dalam perjalanan dari Malioboro menuju hotel tempatku menginan di Jalan AM Sangaji. Hujan yang seharian itu mengguyur bumi mataram ini, sudah mulai mereda. Yang tersisa hanya beberapa bulir air yang masih setia menetes dari langit.