Jembatan Ampera dalam Rekaman Lensa

Jembatan Ampera Palembang dari Perahu Sungai Musi

———-

“Ketika kata tak mampu terucap, aksara tak sanggup terangkai, biarkanlah foto yang berbicara”

———-

Malam ini, ketika aku menggerakkan tuts-tuts keyboard laptopku, mengetikkan satu demi satu huruf ke layar, tiba-tiba aku seperti kehilangan kata-kata yang hendak ku tulis. Sudah saatnya bagiku untuk memperbarui isi postingan di blog tercinta ini setelah terakhir aku melakukannya lebih dari seminggu yang lalu. Seminggu sebenarnya waktu yang belum terlalu lama bagiku, tetapi setelah apa yang terjadi di bulan Januari kemarin, rasanya aku tidak ingin kehilangan momentum itu.

Jembatan Ampera Palembang Saat Petang
Jembatan Ampera Palembang Saat Petang

Sambil berusaha bercerita, mataku memandang lekat foto-foto jembatan Ampera yang pernah ku ambil ketika bertandang ke Palembang. Tak terasa, ternyata banyak sekali. Ada sekitar 30an lebih dengan berbagai sudut dan waktu pengambilan. Memang, dari total lima kali kunjunganku ke Palembang, sejak kedatanganku pertama sekitar awal September 2013 yang lalu, aku tidak pernah melewatkan sekalipun untuk tidak berkunjung ke Jembatan Ampera.

Read more

Mengabadikan Angkasa

Bergumpal-gumpal awan berarak melayang-layang di langit. Warnanya putih, laksana kapas. Bermacam-macam bentuknya. Ada yang besar, ada yang kecil. Beberapa diantaranya sangat tebal, tapi tidak sedikit pula yang tipis dan terlihat berongga.

Disekitarnya angkasa tengah membiru. Biru yang tidak terlalu tua sebenarnya, tetapi sangat kontras dengan putihnya sang awan. Perpaduan yang serasi. Indah.

Nun jauh di bawah sana, bumi terlihat kecil. Berbagai macam warna menghias permukaannya. Kadang nampak menghijau seperti permadani yang terbuat dari batu zamrud. Kadang pula terlihat cokelat kehitaman. Dan tak jarang pula bumi membiru seperti langit, hingga seolah tiada batas antara bumi dan langit.

Sebuah sajian khas dari balik jendela pesawat yang tengah mengudara di siang hari dengan cuaca yang cerah. Hidangan akan terasa lebih istimewa lagi ketika terbang di saat-saat pergantian waktu, baik pada saat matahari terbit, ataupun terbenam.

Read more

Indahnya Masa Blue Hour

Mengabadikan kerlap kerlip lampu di malam hari yang gelap adalah salah satu cabang fotografi yang ku suka. Istilahnya adalah Night Shoot. Gemerlap lampu itu tertangkap kamera bagaikan bintang berwarna-warni yang menghangatkan dan menceriakan suasana malam yang hitam dan gelap. Malam pun menjadi sangat indah.

Masa Blue Hour di Hotel Novotel Surabaya
Masa Blue Hour di Hotel Novotel Surabaya

Tapi, ada sebuah masa dimana gemerlap cahaya tersebut tampak lebih indah dibandingkan kala di malam hari. Saat dimana cahaya matahari sudah tidak menampakkan diri lagi, tetapi langit masih belumlah gelap. Saat itu, jika kita pandangi langit, tampak langit yang berwarna biru tua. Itulah masa-masa yang dalam dunia fotografi disebut blue hour.

Read more

Picture Story : Pulang

Kala mentari baru saja memancarkan sebagian energinya. Kala sisa-sisa dinginnya angin malam masih terasa menembus kulit. Kala nadi pasar terapung masih berdenyut di antara riak-riak sungai kuin yang berwarna kecokelatan. Kala itu, sepasang mataku menatap lekat seorang ibu yang tengah mengayuh jukungnya di belantara sungai kuin yang sangat luas.

Pulang
Pulang

Tidak ada yang istimewa dari ibu itu sebenarnya. Pakaiannya, jukungnya, bedak dinginnya, hampir sama dengan ibu-ibu pedagang lain yang meramaikan suasana pagi di pasar terapung muara kuin. Yang membuat dirinya beda adalah kenyataan bahwa ibu itu mendayung jukungnya justru menjauhi keramaian pasar. Tatkala pasar masih sangat riuh oleh transaksi, dia justru pergi meninggalkannya.

Pulang, itulah tak lain tujuannya. Purna sudah tugasnya di hari ini. Sekeranjang jeruk, dua keranjang kesemek dan lima sisir pisang yang menjadi penumpang jukungnya sejak pagi masih buta beberapa jam yang lalu hanya tinggal menyisakan dua sisir pisang. Dua sisir pisang itu sekarang ditemani oleh beberapa ikat sayuran, lima kilo beras serta sedikit pundi-pundi rupiah.

Read more

Kenjeran, Surga Fotografi Surabaya

Bagi warga Surabaya pastinya tidak akan asing dengan nama Kenjeran. Yap, pantai yang terletak di pesisir timur laut Surabaya itu adalah salah satu destinasi wisata favorit warga Surabaya.

Kalau dilihat, sebenarnya pantai ria kenjeran ini tidaklah istimewa. Atau bisa dibilang sangat jauh dari kata indah. Jika ingin berenang di pantai, bermain riak ombak yang memecah pantai ataupun hanya sekedar menikmati pantai yang landai dengan pemandangan laut yang menghijau, Kenjeran bukanlah tempat yang tepat. Sepanjang mata memandang disini, yang tampak hanyalah sedimen lumpur kecokelatan. Lumpur ini memenuhi area pantai hingga sejauh sekitar 1 km dari bibir pantai. Jadi boro-boro mau berenang, lha wong air lautnya saja tidak bisa mencapai bibir pantai.

Tapi, bagi para fotografer, kenjeran adalah salah satu surga fotografi di Surabaya. Setiap hari, utamanya di hari libur, banyak sekali penggemar fotografi yang datang ke kenjeran. Mereka biasanya datang di pagi hari, menjelang matahari terbit. Memang, waktu terbaik untuk berburu foto di Kenjeran adalah pagi hari, karena memang lokasi pantai yang menghadap ke arah timur.

Read more