Merasakan Suasana Ala Turki di Masjid Wilayah Kuala Lumpur

Berbicara tentang Masjid megah nan cantik di Kuala Lumpur, biasanya tidak akan jauh dari Masjid Jamek ataupun Masjid Negara Kuala Lumpur. Selain karena namanya yang memang sudah sangat tenar di kalangan wisatawan, kedua masjid tersebut juga bisa dijangkau oleh transportasi umum di Kuala Lumpur sehingga memudahkan para wisatawan yang akan berkunjung kesana.

Masjid Wilayah Persekutuan Kuala Lumpur
Masjid Wilayah Persekutuan Kuala Lumpur

Sebenarnya diluar dua masjid tadi, ada satu lagi Masjid yang masuk kategori Masjid yang sangat indah di Kuala Lumpur. Masjid ini tampaknya belum terlalu populer, karena ulasan mengenai masjid ini di internet jauh lebih sedikit jika dibandingkan dua masjid tadi. Saya sendiri awalnya tidak tahu bahwa ada masjid seindah ini di Kuala Lumpur, sampai suatu ketika, saya tidak sengaja membaca blog tentang daftar masjid cantik di Malaysia. Dalam ulasan di blog tersebut, salah satu nama masjid yang masuk dalam daftar masjid cantik di Malaysia adalah Masjid Wilayah Kuala Lumpur.

Masjid Wilayah Persekutuan, atau dalam bahasa Inggris, Federal Territory Mosque, terletak di Jalan Duta dan masuk dalam komplek pejabat kerajaan Malaysia. Hal yang istimewa dari Masjid ini, begitu melewati pintu gerbang komplek Masjid dan bangunan Masjid terlihat, suasana mendadak berubah. Saya seperti tidak berada di Kuala Lumpur lagi. Gerbang tersebut serasa pintu kemana saja doraemon yang membawa saya langsung berpindah tempat menuju Konstantinopel alias Istanbul, Turki.

Perbandingan Masjid Sultan Ahmed dan Masjid Wilayah
Perbandingan Masjid Sultan Ahmed dan Masjid Wilayah (Source: http://masjidwilayah.gov.my)

Gaya arsitektur Masjid yang dibangun di atas tanah seluas 13,4 hektar ini terinspirasi dari desain Masjid Sultan Ahmed atau yang lebih dikenal dengan Blue Mosque, yang berada di Istanbul. Terdapat total sekitar 22 kubah yang terdapat pada masjid, dengan 4 kubah utama yang terletak di bangunan utama Masjid. Dari info yang terdapat di website resmi, masjid ini dibangun dalam kurun waktu 3 tahun, mulai dari tahun 1997 hingga tahun 2000, dan dapat menampung hingga 17000 jamaah dalam satu waktu.

Masjid Wilayah Persekutuan Kuala Lumpur, Malaysia
Masjid Wilayah Persekutuan Kuala Lumpur, Malaysia

Memasuki bangunan utama, aura kemegahan masjid begitu terasa. Langit-langit masjid yang terbentuk dari kubah besar membuat manusia tampak begitu kecil. Kubah masjid yang besar juga membuat sirkulasi udara berjalan dengan baik sehingga hawa didalam masjid tidak begitu terasa panas meskipun tanpa AC. Lantai di bangunan utama ini dilengkapi permadani yang cukup tebal, sehingga terasa begitu empuk dan menambah kenyamanan dalam beribadah.

Masjid Wilayah Persekutuan Kuala Lumpur, Malaysia
Masjid Wilayah Persekutuan Kuala Lumpur, Malaysia
Suasana di bangunan utama Masjid Wilayah Persekutuan Kuala Lumpur, Malaysia
Suasana di bangunan utama Masjid Wilayah Persekutuan Kuala Lumpur, Malaysia

Demi mewujudkan suasana masjid yang nyaman bagi pengunjungnya, pembangunan masjid tidak hanya berfokus pada bangunan fisik masjid saja, tetapi juga halaman sekitar masjid. Di sekeliling masjid dibangun taman-taman yang membuat masjid tampak hijau. Taman di sektar Masjid Wilayah ini dibagi menjadi tiga bagian, yakni taman hutan, taman riadah dan taman perobatan. Diantara masjid dan taman-tamannya, dibangun kolam yang mengelilingi bangunan masjid sehingga masjid sekilas seperti tampak terapung. Sangat indah.

View Aerial Masjid Wilayah Persekutuan, Kuala Lumpur
View Aerial dari Masjid Wilayah Kuala Lumpur, Malaysia (source: http://masjidwilayah.gov.my)
View Aerial dari Masjid Wilayah Kuala Lumpur, Malaysia
View Aerial dari Masjid Wilayah Kuala Lumpur, Malaysia (source: http://masjidwilayah.gov.my)

Bagi yang ingin berkunjung ke Masjid Wilayah, cara termudah adalah naik taksi. Jika ingin berhemat, bisa menumpang bus Rapid KL nomor 850 dari halte di depan Nu Sentral. Hanya saja, seperti pengalaman saya ke KL beberapa minggu lalu, saya sudah menunggu lebih dari satu jam, tetapi bus 850 yang saya tunggu tidak datang-datang, karena itu akhirnya saya menumpang taksi. Mungkin saya kurang beruntung hari itu, tidak bisa mendapatkan bus 850. Hingga saat tulisan ini diposting, belum ada stasiun LRT maupun KTM yang melewati sekitaran masjid, sehingga alternatif transportasinya hanya taksi atau bus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*