Menikmati Laut Karimun Jawa (Part1 Hari Keberangkatan)

Have you heard about Karimun Jawa Island? Mungkin jika pertanyaan itu dilontarkan sekarang, banyak sekali orang yang menganggukkan kepala. Dan mungkin banyak dari mereka yang sudah pernah mengunjungi kepulauan yang terletak di utara Jawa Tengah tersebut. Tapi bagaimana jika pertanyaan tersebut dilontarkan dua atau tiga tahun yang lalu. Mungkin hanya sedikit yang tahu.

img_9987_resize

Aku sendiri mulai mengenal Karimun di sekitar pertengahan tahun 2009 dari cerita seorang teman yang habis melancong kesana. Cukup aneh memang, karena nama Karimun Jawa sendiri sebenarnya cukup akrab denganku sejak kecil. Kebetulan di komplek perumahan tempat aku tinggal semasa remaja, ada sebuah blok yang diberi nama Jalan Karimun Jawa, dan blok ini hanya selisih dua blok dengan rumahku.

Sejak dua tahun terakhir ini, nama pulau yang masuk dalam wilayah Kabupaten Jepara ini mulai naik daun, seiring dengan maraknya forum-forum di dunia maya, terlebih yang membahas tentang wisata domestik Indonesia.

Dan setahun terakhir ini, nama Karimun semakin menggema. Ini dibuktikan dengan banyaknya agen wisata yang menawarkan paket wisata ke Karimun dengan harga ala backpacker alias murah meriah. Promo besar-besaran mereka lakukan melaui media seperti kaskus dan situs jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter.

Banyaknya promo tersebut membuatku semakin ngiler dan mupeng. Terus terang, sejak perkenalan pertama dengan Karimun tersebut, aku langsung jatuh cinta pada Karimun. Mendengar cerita dan melihat di foto-foto yang menunjukkan bagaimana beningnya air laut di Karimun, keindahan taman laut yang tersimpan didalamnya serta julukan pearl of the northern java membuatku ingin segera pergi kesana.

Dan kesempatan itu, akhirnya datang juga. Setelah penantian panjang selama dua tahun, akhirnya aku jadi juga pergi ke Karimun tanggal 14 17 Mei 2011 yang lalu. Sayang sekali, aku tidak berhasil membujuk istriku untuk turut serta. Bayangan perjalanan yang jauh dan memakan waktu yang lama membuat istriku awang-awangen untuk berangkat. Jadinya, lagi-lagi, dynamic duo Surya dan Aris-lah yang akan berpetualang kali ini.

Beberapa persiapan kami lakukan sebelum keberangkatan. Meski letaknya masih di Indonesia, tetapi karena aksesnya yang sulit dan rencana wisata yang akan sering berpanas-panas ria dan berenang, maka persiapan serius harus dilakukan.

1. Yang pertama tentu saja mempersiapkan barang bawaan. Beberapa barang bawaan yang harus disiapkan adalah

– Pakaian ganti cukup. Karena bakal sering berbasah-basah ria.

– Peralatan mandi, terutama bagi yang menginap di homestay.

– Makanan kecil dan minuman bekal di Kapal. Terutama ketika naik KMP Muria. Jumlah makanan dan minuman yang dijual di cafeteria terbatas dan relatif lebih mahal.

– Sunblock

– Obat-obatan

– Lotion anti nyamuk

– Kamera

– Uang secukupnya karena tidak ada ATM di pulau Karimun Jawa

– Kartu remi atau domino sebagai pengusir bosan di kapal. Perjalanan 4 6 jam tanpa sinyal HP pastinya akan sangat membosankan.

– Kartu perdana berbagai macam operator.

– MP3 Player.

2. Mencari informasi transportasi dari kota asal ke Jepara / Semarang.

3. Memutuskan, apakah nantinya mengikuti paket travel ataukah backpackeran sendiri. Kalau memang memilih backpackeran sendiri, maka persiapannya akan lebih komplek lagi, yakni harus mempersiapkan tempat menginap, perahu untuk hoping island, sewa peralatan snorkeling dan lain-lain. Kami sendiri akhirnya memutuskan memakai paket travel agar wisata kami bisa lebih nyaman dan tidak kehilangan banyak waktu untuk mencari penginapan, nego kapal dan lain-lain.

Kami berdua memulai perjalanan ke Karimun Jawa di hari Jumat malam. Karena bus PATAS AC dari Surabaya menuju Jepara hanya ada satu yakni bus Indonesia dan berangkat jadwal jam 9 malam, maka sejak bada Isya, kami langsung menuju terminal Bungurasih. Kami berangkat lebih dini agar bisa mendapatkan tempat duduk di bis. Keberangkatan kami kebetulan bertepatan dengan libur panjang cuti bersama, karena itu kami harus bersaing dengan banyaknya calon penumpang yang akan menuju ke Jepara dan Karimun Jawa. Ditambah lagi pengumuman dari pihak travel bahwa pada tanggal 14 17 mei ini pengunjung Karimun Jawa akan membludak dan mungkin menjadi yang terbanyak sepanjang sejarah wisata di Karimun Jawa (lebay dot com, he he he).

Begitu sampai terminal kami langsung menuju tempat parkir bus-bus yang belum berangkat nun jauh dari hingar bingar terminal. Dan ternyata disana sudah banyak sekali yang menunggu di depan bus Indonesia jurusan Jepara. Begitu pintu bus dibuka, para penumpang langsung menyerbu masuk ke dalam bus. Dan kami pun harus bertindak cepat, karena selain untuk mendapat kursi, tindakan ini (menaikkan penumpang bukan di terminal) sebenarnya illegal dan bisa berakibat keberangkatan bus dibatalkan.

Setelah semua penumpang masuk, dan Alhamdulillah semua mendapat kursi, bus pun bergerak menuju terminal. Di terminal perebutan kursi lebih panas lagi. Dan pada akhirnya pihak bus pun melakukan sweeping. Yang boleh naik bus hanya yang tujuan Jepara, selain itu dimohon kesediaannya turun dan berganti bus jurusan Semarang. Beberapa penumpang akhirnya turun, tapi itu masih belum cukup karena masih ada penumpang yang berdiri. Harusnya karena ini adalah bus patas, maka tidak boleh ada penumpang yang berdiri. Mungkin karena ini adalah long weekend dan satu-satunya bus, maka bus bisa menerima penumpang berdiri.

Tidak menunggu lama, bus pun langsung berangkat jam 8.15, 45 menit sebelum waktu keberangkatan sesungguhnya.

Perjalanan Surabaya Jepara dengan bus memakan waktu sekitar 6 hingga 7 jam. Begitu masuk bus, aku pun langsung terlelap. Ini diluar kebiasaan karena biasanya aku mengalami susah tidur dalam sebuah perjalanan. Aku terbangun saat bus merapat di restaurant dan menservis penumpangnya dengan makan. Setelah makan, aku langsung terlelap lagi.

Saat aku terbangun, bus sudah berada di Kab Jepara. Jarum jam menunjukkan pukul 3 pagi. Perkiraan, maksimal satu jam lagi, kami sudah sampai di dermaga Kartini. Ketika tengah menikmati perjalanan melintas kab Jepara, tiba-tiba bus mengalami masalah. Awalnya bus bisa berjalan, tetapi sangat lambat. Dan akhirnya setelah 20 menit berjalan super lambat, bus pun mogok dan tidak sanggup melanjutkan perjalanan.

Aku dan Aris bergegas turun dan ganti bus mini jurusan Semarang Jepara. Untung saja mogoknya di Jepara, kalau mogoknya di Kudus, atau bahkan sebelumnya, bisa batal rencana liburannya. Alhamdulillah.

Setelah 20 menit, kami pun sampai di terminal Jepara. Begitu turun dari bus, kami langsung disambut oleh fans kami yang tak terduga, para becak driver. Dari terminal Jepara ke Dermaga Kartini memang masih sekitar 1 km lagi dan tidak ada lagi kendaraan yang bisa ditumpangi selain becak untuk kesana. Harga standard terminal ke dermaga sekitar 10 ribu rupiah.

Tapi aku dan Aris memutuskan untuk jalan kaki saja. Kami berencana untuk beristirahat sejenak dan sholat subuh di salah satu musholla di sepanjang jalan antara terminal dan dermaga. Tokh kapal rencananya baru akan berangkat jam 7 pagi (sebenarnya jadwal KMP Muria jam 9 pagi, tetapi karena hari ini diperkirakan penumpang membludak, maka jam keberangkatan bisa lebih pagi).

Setelah sholat serta meminta perlindungan dan keselamatan dalam perjalanan ini, kami bergegas melanjutkan perjalanan ke dermaga. Suasana saat itu masih sangat pagi, sekitar jam 5 pagi, tetapi dermaga sudah sangat ramai. Kami menuju lokasi tempat travel yang sudah kami pesan. Setelah menyelesaikan administrasi, kami menuju warung makan. Time for sarapan. Tak lupa setelahnya, kami membungkus nasi, sebagai persiapan makan siang di kapal nanti.

Pukul 6 pagi, gerbang masuk kapal dibuka. Mas Inggar, tim leader paket travel kami, langsung memberi kami tiket kapal dan menyuruh kami bergegas masuk kapal, supaya bisa mendapat tempat duduk.

img_9936_resize

Dan perjuangan memperebutkan kursi (layaknya anggota DPR saja, he he) dimulai. Dan Alhamdulillah, kami mendapatkan kursi. Suasana KMP Muria pagi itu begitu ramai. Kapasitas kapal dipastikan overload. Semua bagian kapal dipenuhi oleh manusia, mulai dari geladak yang harusnya menjadi tempat kendaraan, ruang penumpang di lantai dua, hingga atap kapal di lantai tiga yang harusnya menjadi anjungan untuk melihat laut. Semuanya penuh, tidak tersedia ruang sedikit pun. Secara safety, ini sangat berbahaya, karena jumlah life vest yang ada tidak mencukupi dengan jumlah penumpang.

img_9938_resize

img_9931_resize

Perjalanan 6 jam pun akhirnya dimulai pukul 8 pagi. Perjalanan panjang terasa cukup membosankan. Untungnya banyak wajah-wajah segar seperti Alexa, Andrea, Marcella, Diandra, Reyna dan yang lain (piss mam, he he he), sehingga perjalanan terasa. tetap sangat lama.

Sepanjang perjalanan tidak ada yang bisa dilihat, kecuali laut, laut dan laut.

Dan setelah melewati perjalanan 6 jam, sampailah kami di dermaga Karimun Jawa. Subhanallah, belum apa-apa aku sudah dibuat kagum dengan laut karimun yang tampak sangat hijau.

Begitu kaki ini menginjakkan kaki ke pulau Karimun, perasaanku campur aduk. Antara bahagia dan takjub melihat indahnya pulau, serta sedikit sesal, andaikata aku bisa berwisata bersama istriku, pasti liburan ini akan semakin indah.

Di dermaga, kami dijemput oleh mobil yang sudah disediakan pihak travel untuk diantar ke penginapan. Aku dan Aris menginap di rumah Bapak Rifai, yang tampaknya salah satu pembesar di Pulau. Di homestay ini, aku berkenalan dengan sahabat-sahabat baru, yakni Mas Agus, Mas Wawan, Mas Rifqy, Mbak Rina dan Mbak Risa.

Disisa hari, aku habiskan waktu dengan ngobrol ngalor ngidul dengan sahabat-sahabat baruku serta Pak Rifai, sang pemilik rumah yang sangat senang bercerita. Beliau bercerita banyak tentang sejarah karimun jawa dan cerita-cerita rakyat yang menyertainya. Juga tak lupa kondisi terkini tentang biota laut dan terumbu karang yang menurut beliau sudah 50 % rusak karena ulah tangan manusia. Di masa mudanya, Pak Rifai adalah salah satu anggota tim penyelamat Terumbu Karang Karimun. Sudah berulang kali beliau harus beradu mulut bahkan bertengkar dengan tetangganya sendiri karena perilaku mereka yang sering merusak, seperti contoh, menangkap ikan dengan potas, melemparkan jangkar sembarangan dan lain-lain.

Kenyataan miris lainnya adalah, banyak dari pulau-pulau kecil Karimun Jawa yang ternyata sudah dijual oleh rakyat Karimun Jawa. Bahkan beberapa diantaranya dimiliki oleh orang asing. Mungkin beberapa tahun lagi, ketika karimun jawa semakin tersohor, wisata karimun jawa menjadi barang mahal, karena untuk berkunjung ke pulau-pulau kecil disekitarnya sudah tidak gratis lagi. Ironis.

Malamnya kami berjalan-jalan ke Alun-alun Karimun Jawa yang saat itu sangat ramai dengan pelancong. Secangkir kopi menjadi teman kami malam itu, sambil menikmati angin laut dingin yang berdesir. Tidak lama kami berada di Alun-alun, karena kami ingin segera tidur dan tidak sabar menanti hari esok, saat petualangan dimulai.

18 thoughts on “Menikmati Laut Karimun Jawa (Part1 Hari Keberangkatan)

  • 27/05/2011 at 22:02
    Permalink

    pantes fotonya nggak lengkap, ini part 1 toh?

    dan terumbu karangnya jangan pernah rusak, saya belum kesanaa πŸ™

    eh mas kapalnya padet banget yak? begitu selama 4-6 jam? hehehe. lucu juga bagian harus nyiapin kartu perdana berbagai operator itu.

    di tunggu kelanjutannya πŸ˜€

    “Ini adalah tempat wisata wajib buat Mbak Mala… Pokoknya harus kesana, terutama ketika masih mahasiswa.. Aku aja nyesel banget, pas jadi mahasiswa dulu belum kenal Karimun Jawa….”

    Reply
  • 28/05/2011 at 00:13
    Permalink

    wuuiihh..aku kapan yah bisa kesana..

    btw kok mesti bawa kartu berbagai macam operator mas??

    “Soalnya sinyalnya kadang kuat kadang lemah mbak.. Jadi di tempat ini, S****** yang kuat, trus di tempat lain X* atau I****** yang kuat… gitu…”

    Reply
  • 28/05/2011 at 05:28
    Permalink

    Suryaaa…bener-bener deh!

    Perjalanan yang udah ditemenin sama Diandra, Alexa, Marcella, Andrea dan Reyna itu terasa…tetap sangat lama πŸ˜›

    Menyengkan. Kayaknya ini kata yang tepat.
    Saya belum pernah ke Karimun Jawa meskipun denger namanya udah sejak jaman kuliah dulu. Hehe, sebagai mantan pencinta alam, tempat ini lumayan familiar buat para pencinta alam tahun 80-an…

    Ditunggu kelanjutan ceritanya Surya, makin asyik aja nih gaya Surya bercerita πŸ˜‰

    “Iya mbak.. Lama banget.. Soalnya istri kagak mau ikutan.. “

    Reply
  • 30/05/2011 at 09:34
    Permalink

    Hu uh, asli bikin ngiri nih Surya πŸ™‚
    Jalannnnn terus ya he..he…., tempat ini wishlist aku lho, duh kapan ya, btw aku bookmark deh postingan ini suatu saat kesana bisa baca dulu tipsnya ini.
    Banyak temanku udah kesana Gilirankuuuuuu haruuuussss……..

    “Segera dijadwalkan mbak. Dan kalau bisa pas musim kemarau, biar dapat pemandangan laut dan langit yang membiru.. :)”

    Reply
  • 03/06/2011 at 16:29
    Permalink

    karimun jawaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!!!!!!!!!

    WUUUHH….
    slalu bergetar kalo inget liburan ke karimun jawa tahun lalu.
    unfogettable journey
    lebbay? mungkin tp bener deh
    the best vacation ever buat saya mas πŸ˜€
    post saya aja sampe panjangg bgt di blog ttg jalan kesini.

    karimun jawa itu kayak heaven on earth
    terumbunya, pulau2nya, ikan2nya, scenerynya
    keren bgt

    *bikin tenda nungguin part selanjutnya ahhh πŸ˜€ *

    “Part 2 insya Allah launching hari ini.. :), Minggu 5 Juni 2011”

    Reply
  • 06/06/2011 at 11:49
    Permalink

    Membaca sambil meresapi..
    tapi diam-diam kok jadi pengin kesana juga..
    Mantengin dulu Part 2 nya barangkali nanti ada total biaya yang harus dikeluarkan..

    Reply
  • 29/06/2011 at 17:10
    Permalink

    kalau ke karimun tanpa travel dan ala beckpacker sendiri ada saran gag?? plisss di bantu… maklum saya mahasiswa mau kesana.. untuk perbekalan tambahan bawa sleeping bag, kalau masalah makan justru kudu ngirit πŸ˜€
    gimana?? gimana??? mau berbagi cerita buat saya si newbie yang bondo nekat?? πŸ˜€

    Hmm… pertama-tama mau nanya dulu, sendirian atau ramai-ramai???
    Kalau memang sendirian, backpacker bukan pilihan terbaik. Memang untuk makan dan tidur bisa ngirit (pake sleeping bag), tapi untuk nyewa kapal buat hoping island terlalu mahal kalau ditanggung sendiri (kl ga salah, per kapal 300-350 ribu sehari). Belum lagi, bayar biaya administrasi (biasanya untuk kebersihan pulau) di pulau-pulau yang dikunjungi.
    Kalau memang rame, itu baru sip. Minimal 10 orang lah, biar biaya kapal bisa dibagi per orang 35 ribu.
    Semoga membantu

    Reply
  • 19/09/2011 at 09:38
    Permalink

    mas part 2 mana? mw tanya neh cz Insyaallah jmt bsk aq brngkt mas klo brngkt enaknya memang jm 7 / hbs isya y mas? klo boleh tw bus indonesia jurusan jepara biasa nongkrong dmn? apa klo nggu di terminal tdk kebagian? sy takut terlambat n maaf dah lama sekali tdk naek bus…. mslh k2 pulang dr karimun jawa apa di terminal jepara ada bus langsung jurusan sby? maturnuwun…

    Part 2-nya sudah ada mas di http://suryahardhiyana.com/2011/06/05/karimun-jawa-the-paradise-part-2-day-of-adventure/

    Kalau lagi gak pas high season, sepertinya pasti akan kebagian tempat. Kalau dari terminal Jepara, cari kendaraan ke Kudus dulu mas, setelah itu ganti bus ke Surabaya

    Reply
  • 18/12/2011 at 09:58
    Permalink

    mas,mau tanya klo dr sby ke terminal bungur asih naek apa y?trus bagusnya kita nunggu bisnya di terminal atau ditempat parkir busnya??saya mau ke jepara bbrp hr lgi tp msh bingung sm transportasinya*baru sekali ini lewat surabaya*..:)
    tengkyu…

    “Kalau yang AC, bus Indonesia. Berangkat dari Bungur jam 8an. Kalau bisa sih naiknya dari tempat parkir, biar dapat tempat duduk.. “

    Reply
  • 12/01/2012 at 22:50
    Permalink

    saya lagi nih…cm mau komen,karjaw buagus buangettttttttt,…first snorkling disono, kayaknya bakal kecanduan snorkling dahhhh…..:)

    Reply
  • 16/01/2012 at 12:43
    Permalink

    bang mau tanya donk dulu ke KarJa ikut Travel Agent apa ya? aku pengen berangkat kesana tapi masih bingung mau ikut Travel Agent apa soalnya takut penipuan juga. thx b4

    Reply
  • 05/02/2012 at 22:55
    Permalink

    kalo, dr kota asal cuma 2 org bsa ikut backpackeran yaw???/

    “Ya enggak lah mbak.. ya bisa berapapun orangnya.. cuman kebetulan aku berangkatnya berdua doang”

    Reply
  • 28/06/2013 at 13:48
    Permalink

    mas KMP Murianya emang selalu rame kaya gitu ya selama masa2 liburan? Kebetulan saya dan teman2 saya akan ke sana menggunakan jasa travel dan di paket wisatanya untuk penyebrangan dari Jepara ke Karimun Jawa menggunakan KMP Muria Ekonomi dan pulangnya menggunakan Kapal Express Bahari. Saya jadi nggak tega dan nggak sreg kalo liat ramenya kaya gitu apalagi perjalanannya 4-6 jam. soalnya saya membawa 2 anak orang dan mereka adalah wanita mas hehe.

    “Hmm, sepertinya begitu mas. Cuman sekarang kabarnya lebih ketat untuk jumlah penumpang yang bisa masuk kapal, gak bisa sembarangan kayak pas jaman saya ke Karimun Jawa”

    Reply
  • 19/12/2014 at 15:46
    Permalink

    Mau tnya dong,mas dl pke travel agent apa y? Saya san teman2 ada rrnsana ke KarJaw tp bgg mau pake travel agent apa.

    “Wah, maaf mbak siska, saya lupa, sudah empat tahun yang lalu :D”

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*