Menjejak Pulau Pinang (Tour de Malaysia Part 1)

Penang (atau Pinang) adalah sebuah pulau sekaligus negara bagian dari Malaysia. Lokasinya terletak di sebelah barat Semenanjung Malaysia dan berada di tengah-tengah selat Malaka. Jarak Penang dengan Kuala Lumpur sekitar 350 km.

Penang dikenal dengan statusnya sebagai Unesco World Heritage Site. George Town, ibukota Penang, sangat kaya dengan berbagai macam bangunan bersejarah yang bentuknya sangat khas dengan gaya arsitektur eropa kuno. Bangunan-bangunan tersebut adalah peninggalan masa pendudukan Inggris di Malaysia beberapa puluh tahun silam.

Read more

Menjelajahi Malaysia 2011 (The Itinerary)

Setalah 9 bulan berselang sejak ke Bangkok awal Januari 2011 yang lalu, akhirnya aku (bersama istri) berkesempatan untuk melihat lagi dunia di luar tanah air, Indonesia. Dan pilihan pun jatuh ke Malaysia, negeri tetangga yang hubungannya dengan Indonesia sering naik turun.

Salah satu bangunan ikonik di George Town, Penang, Malaysia
Salah satu bangunan ikonik di George Town, Penang, Malaysia

Mengapa Malaysia? Ya karena memang baru negara-negara di Asean saja yang daya jelajahnya terjangkau di kantong kami, he he he. Kalau untuk jalan-jalan ke Korea, Jepang atau bahkan Eropa, kondisi keuangan kami jelas tidak sanggup. Bagaimanapun juga kami sangat bersyukur dengan kesempatan ini. Alhamdulillah ya (kalau kata Syahrini).

Read more

Simpang Lima Gumul, Arc de Triompe made in Indonesia

Postingan ini diawali dengan sebuah tawaran. Ingin berfoto layaknya sedang berada di Luar Negeri (bahkan Eropa), tetapi tidak mempunyai uang yang cukup untuk pergi kesana? Jawabannya mudah, pergi saja ke Kediri. Kok bisa?

img_2423e_blog

Sejak tahun 2008, Kabupaten Kediri mempunyai sebuah landmark baru. Sebuah monument yang secara sekilas mirip dengan monument Arc de Triomphe di Paris yang sangat tersohor itu. Monumen tersebut diberi nama Simpang Lima Gumul (SLG)

Simpang Lima Gumul terletak di sebuah persimpangan lima jalan yang menuju ke lima daerah di Kabupaten Kediri, yakni Gampengrejo, Pagu, Pare, Pesantren dan Plosoklaten (karena itu lah namanya Simpang Lima). Orang-orang kabupaten Kediri sering menyebutnya Nggumul ataupun Proliman.

Liburan lebaran yang lalu, aku berkesempatan mengunjungi monument ini bersama istriku tercinta. Kebetulan kami memang mudik ke Kediri.

Read more

Kerapan Sapi, Formula Satu Asli Indonesia

Semua pembaca wongkentir pasti sudah pernah mendengar kerapan sapi. Ya, itu adalah nama sebuah perlombaan balapan sapi yang sangat termahsyur di Pulau Madura. Dalam kerapan sapi yang berlomba adalah sepasang sapi yang dikendalikan oleh seorang joki. Sepasang Sapi itu disatukan dengan cara dijepit lehernya dengan alat yang diberi nama Pangonong.

Balapan Karapan Sapi
Balapan Karapan Sapi

Bagi rakyat Madura, kerapan sapi bukan hanya sebuah balapan biasa, tetapi sebuah pertaruhan gengsi dan harga diri. Karena itu tidak heran, persiapan para peserta sebelum berlomba sangat luar biasa. Semua persiapan itu dilakukan bahkan beberapa minggu hingga bulan sebelum perlombaan, mulai mempersiapkan sapi, latihan demi latihan dan tidak lupa suplemen khusus untuk si sapi.

Sapi untuk kerapan bukan sapi biasa, tetapi sapi yang harus memenuhi spesifikasi khusus. Oleh karena itu harga sapi kerapan sangat mahal, kabarnya hingga mencapai ratusan juta. Apalagi jika sapi itu menjadi juara, harganya bisa lebih selangit lagi.

Kerapan Sapi diadakan setiap tahun di Madura, dengan puncaknya adalah partai final yang biasanya diselenggarakan di Bulan Oktober dan memperebutkan piala presiden.

Read more

Jelajah Medan(Sumatera Utara Day 3)

Kami berdua bangun cukup pagi di hari Minggu (17 Juli 2011). Ini adalah hari ketiga sekaligus hari terakhir perjalanan kami di Sumatera Utara. Rencananya hari ini kami akan berkeliling kota medan dengan naik becak motor, angkutan umum khas kota medan.

img_1743w1

Karena waktu yang sempit, kami memulai petualangan sepagi mungkin. Jam 12 siang nanti, kami sudah harus berada di pesawat karena itu adalah jadwal take off pesawat yang akan membawa kami pulang kembali ke Surabaya.

Tujuan pertama kami adalah Masjid Raya Medan. Setelah dianalisa di google map, ternyata masjid ini hanya berjarak sekitar 1 km saja dari hotel, karena itu kami memutuskan untuk berjalan kaki saja menuju Masjid. Rencananya pas pulangnya nanti, baru kami naik becak.

Read more