Beautiful Bunaken

Akhir Oktober kemarin, sepasang kakiku kembali membawaku berkelana menuju salah satu pulau di bumi nusantara yang belum pernah kusinggahi. Perjalanan ini bagai sebuah mimpi yang menjadi kenyataan karena sejak lama sekali aku menginginkannya. Sebuah pengalaman yang sangat luar biasa.

Sonerkeling di Bunaken
Sonerkeling di Bunaken

Tepatnya tanggal 28 Oktober 2011 yang lalu, aku dan istriku menjejak bumi Celebes untuk yang pertama kalinya sepanjang hidup kami. Begitu pesawat Sriwijaya Air SJ 268 yang membawa kami terbang dari Surabaya mendarat di Bandara internasional Sam Ratulangi di kota Manado, hatiku langsung mengharu biru. Akhirnya, berhasil juga aku ke Sulawesi. Aku pun bisa menuliskan tanda check (v) pada Pulau Sulawesi dan kota Manado dalam daftar check list kota-kota dan pulau di seluruh Indonesia yang ingin kukunjungi sebagai bagian misiku untuk berkeliling nusantara.

Read more

Simpang Lima Gumul, Arc de Triompe made in Indonesia

Postingan ini diawali dengan sebuah tawaran. Ingin berfoto layaknya sedang berada di Luar Negeri (bahkan Eropa), tetapi tidak mempunyai uang yang cukup untuk pergi kesana? Jawabannya mudah, pergi saja ke Kediri. Kok bisa?

img_2423e_blog

Sejak tahun 2008, Kabupaten Kediri mempunyai sebuah landmark baru. Sebuah monument yang secara sekilas mirip dengan monument Arc de Triomphe di Paris yang sangat tersohor itu. Monumen tersebut diberi nama Simpang Lima Gumul (SLG)

Simpang Lima Gumul terletak di sebuah persimpangan lima jalan yang menuju ke lima daerah di Kabupaten Kediri, yakni Gampengrejo, Pagu, Pare, Pesantren dan Plosoklaten (karena itu lah namanya Simpang Lima). Orang-orang kabupaten Kediri sering menyebutnya Nggumul ataupun Proliman.

Liburan lebaran yang lalu, aku berkesempatan mengunjungi monument ini bersama istriku tercinta. Kebetulan kami memang mudik ke Kediri.

Read more

Kerapan Sapi, Formula Satu Asli Indonesia

Semua pembaca wongkentir pasti sudah pernah mendengar kerapan sapi. Ya, itu adalah nama sebuah perlombaan balapan sapi yang sangat termahsyur di Pulau Madura. Dalam kerapan sapi yang berlomba adalah sepasang sapi yang dikendalikan oleh seorang joki. Sepasang Sapi itu disatukan dengan cara dijepit lehernya dengan alat yang diberi nama Pangonong.

Balapan Karapan Sapi
Balapan Karapan Sapi

Bagi rakyat Madura, kerapan sapi bukan hanya sebuah balapan biasa, tetapi sebuah pertaruhan gengsi dan harga diri. Karena itu tidak heran, persiapan para peserta sebelum berlomba sangat luar biasa. Semua persiapan itu dilakukan bahkan beberapa minggu hingga bulan sebelum perlombaan, mulai mempersiapkan sapi, latihan demi latihan dan tidak lupa suplemen khusus untuk si sapi.

Sapi untuk kerapan bukan sapi biasa, tetapi sapi yang harus memenuhi spesifikasi khusus. Oleh karena itu harga sapi kerapan sangat mahal, kabarnya hingga mencapai ratusan juta. Apalagi jika sapi itu menjadi juara, harganya bisa lebih selangit lagi.

Kerapan Sapi diadakan setiap tahun di Madura, dengan puncaknya adalah partai final yang biasanya diselenggarakan di Bulan Oktober dan memperebutkan piala presiden.

Read more

Jelajah Medan(Sumatera Utara Day 3)

Kami berdua bangun cukup pagi di hari Minggu (17 Juli 2011). Ini adalah hari ketiga sekaligus hari terakhir perjalanan kami di Sumatera Utara. Rencananya hari ini kami akan berkeliling kota medan dengan naik becak motor, angkutan umum khas kota medan.

img_1743w1

Karena waktu yang sempit, kami memulai petualangan sepagi mungkin. Jam 12 siang nanti, kami sudah harus berada di pesawat karena itu adalah jadwal take off pesawat yang akan membawa kami pulang kembali ke Surabaya.

Tujuan pertama kami adalah Masjid Raya Medan. Setelah dianalisa di google map, ternyata masjid ini hanya berjarak sekitar 1 km saja dari hotel, karena itu kami memutuskan untuk berjalan kaki saja menuju Masjid. Rencananya pas pulangnya nanti, baru kami naik becak.

Read more

Menjelajahi belantara Sumatera (Sumatera Utara Day 2)

Sabtu (16 Juli 2011) perjalanan menjelajahi belantara Sumatera Utara berlanjut. Ternyata cuaca hari ini masih tetap mendung. Tampaknya efek dari kebakaran hutan Riau ini menyebar ke seluruh pulau Sumatera. Tapi cuaca itu tidak menyurutkan langkahku untuk melanjutkan perjalanan travelling di belantara Sumatera Utara ini.

Perjalanan hari kedua ini dimulai tepat jam 8 pagi. Setelah check out, kami langsung diantar Bang Ronal menuju pelabuhan Ajibata. Dari sini kami naik fery menuju Tomok di pulau samosir. Lama perjalanan Ajibata Tomok ini ditempuh dalam waktu 45 menit.

Read more