Bromo, Anugerah Terindah Sang Pencipta

Di propinsi Jawa Timur, tepatnya di Kab Probolinggo, berdiri tegak sebuah gunung yang sangat termahsyur di dunia. Dialah Bromo, sebuah gunung berapi setinggi 2392 m, yang hingga kini masih aktif. Bagi masyarakat sekitar, bromo adalah gunung suci yang menyimpan banyak sekali misteri.

Mengunjungi bromo adalah sebuah impian lama buatku. Sebenarnya aku sudah pernah mengunjungi bromo 13 tahun yang lalu, tepatnya tahun 1997, tapi saat itu aku hanya sampai kawah saja. Belum mengunjungi bukit penanjakan yang tersohor, pasir berbisik yang eksotis, serta bukit teletubbies yang menjadi surga para fotografer.

Bersama anggota 3GP yang lainnya, Hikma Pratama dan Aris Widodo, aku berniat menaklukan bromo untuk kedua kalinya. Untuk acara kali ini, kami ingin benar-benar menyelami peran sebagai backpacker. Untuk itu di perjalanan kami kali ini, kami memutuskan untuk naik kendaraan umum.

Read more

Jalan-jalan di Singapura (Last Day)

Jalan-jalan di Singapura (Last Day)

Hoaemm. Ujarku ketika bangun di pagi ini.. Rasa lelah karena perjalanan seharian kemarin masih terasa. Istriku juga terlihat masih terlelap dengan nyenyaknya. Ingin rasanya menikmati kasur hotel yang sangat nyaman ini. Tapi jadwal perjalanan padat hari ini sudah menanti kami.

Patung Merlion Singapura
Patung Merlion Singapura

Di hari ketiga sekaligus hari terakhir kami di Singapura ini, rencana perjalanan kami adalah sebagai berikut..

Read more

Jalan-jalan di Singapura (Days 2)

Hari kedua kami di Singapura disambut dengan hujan deras. Sejak pagi mendung terus memayungi wilayah Singapura. Saat kami melangkah keluar hotel untuk memulai perjalanan hari ini, jalanan sudah tampak basah. Tapi cuaca masih cukup bersahabat.

Tujuan utama kami sepanjang hari ini ada 3, yakni jalan-jalan di Universal Studio yang terletak di Sentosa Island, jalan-jalan sore dan belanja oleh-oleh di Orchard Road dan menikmati malam di Clarke Quay.

orchardroad1

Jalan beberapa meter dari hotel, hujan pun turun. Karena tidak membawa payung, kami pun mencari tempat berteduh.

sg2_01

Makin lama hujan bukannya tambah brenti, tapi makin deras. Waduh, bagaimana ini.. Kalau kami terus berteduh, takutnya kami akan kehilangan banyak waktu. Belum lagi perut yang makin keroncongan, karena belum sarapan dari pagi. Ditambah lagi belum makan nasi sama sekali dari kemarin. Akhirnya, kami pun nekat menerobos hujan. Ya kami berharap, tas kamera kami cukup handal untuk melindungi si kamera.

Read more

Jalan-jalan di Singapura (Days 1)

The story continous.. :). Di postingan kali ini, aku ingin bercerita tentang perjalanan bersama pertama kali aku dan dia sejak resmi menjadi suami istri.

Terus terang, perjalanan kami ke Singapura ini adalah unplanned trip. Kesibukan mempersiapkan pernikahan membuat kami tidak sempat merencanakan bulan madu. Sebenarnya rencana untuk bulan madu ini sesekali terlintas. Kami sudah memiliki beberapa daftar tujuan wisata mulai dari Bandung, Jakarta, Bali ataupun Lombok. Kami bahkan sudah sempat mencari informasi di internet, mulai dari harga tiket, lokasi wisata, penginapan hingga harga paket travel. Tapi semuanya hanya sebatas mencari informasi. Kami tidak pernah melakukan action seperti booking penginapan, menghubungi travel agent ataupun sekedar membuat itienery. Meski tidak merencanakan dengan detil, kami meluangkan waktu untuk melaksanakan itu semua, dengan mengambil tambahan cuti seminggu setelah menikah.

sing1

Dua hari setelah resepsi, setelah semua urusan pernikahan 80 % kelar, kami pun akhirnya mulai merencanakan itu semua. And the choice goes to.. Singapore.. :). Why Singapore? Read more

Lukisan senja di Pantai Utara Jawa

Kala langit sore cerah dan senja datang, itu adalah saat-saat yang sangat indah bagiku. Senja begitu mempesonaku. Entahlah, sejak kapan tepatnya aku menyukai senja, karena yang aku ingat, ketika kecil dulu,aku selalu kesal ketika senja tiba. Senja adalah pembuka malam, dan kala ku kecil, aku sangat membenci malam.

senja2

Ketika malam datang dan kegelapan membungkus bumi, aku selalu ketakutan. Selain itu, malam berarti berakhirnya masaku bermain dengan kawan-kawan dan tibalah saatku untuk belajar. Dan itulah yang membuatku membenci malam, dan juga senja.

Read more