Saya jatuh cinta pada foto-foto ini, rangkaian foto sebuah pagi di bandara internasional Juanda, Surabaya. Foto ini saya ambil di bulan Mei 2015, sesaat sebelum saya terbang ke Bali. Bagi saya, foto-foto tersebut istimewa. Sudah beberapa kali saya menjejakkan kaki di pintu gerbang propinsi Jawa Timur ini, tetapi belum pernah saya mendapatkan momen pagi seperti dalam foto-foto tersebut. Pun setelahnya, saya belum pernah lagi mendapatkan momen seperti itu lagi
Gemerlapan Hutan Beton Jakarta

Jakarta, sebuah kota megapolitan di Indonesia. Kota terbesar sekaligus pusat pemerintahan negeriku tercinta, Indonesia. Di kota seluas 661,52 km2 (data dari web site bapedda jakarta) ini, aku pernah tinggal selama lebih dari 3 tahun, tepatnya di pertengahan tahun 2005 hingga Desember 2008. Penempatan kerja menjadi alasanku untuk berurbanisasi ke Jakarta.

Lebih dari tiga tahun lamanya aku tinggal di Jakarta, harusnya banyak cerita yang bisa kubagi di waktu selama itu. Nyatanya, dari seratus lebih postinganku di blog ini, belum sekalipun aku menulis tentang Jakarta. He he he, ironi ya, meski memang blog ini lahir setelah aku tidak tinggal lagi di Jakarta.

Kebetulan sejak akhir Oktober 2012 hingga medio November 2012 yang lalu, aku berkesempatan untuk mengunjungi kembali Jakarta. Kali ini dalam rangka training tentang keuangan korporat bersama 19 rekan kerjaku di kantor. Jadilah momen ini pun aku manfaatkan sebagai sarana untuk menuliskan kisah tentang Jakarta di blog ini sekaligus ajang untuk berburu foto.




