Berjuta Bintang, Berjuta Makna

Milky Way di Bromo

Malam itu, diantara milyaran butiran pasir dan kegelapan pekat yang menyelimuti, tiba-tiba aku harus bertekuk lutut. Padahal Baru saja aku turun dari sebuah jeep yang membawaku dari kota Malang menuju sebuah samudera pasir yang tak bertepi ini. Awalnya semua terasa baik-baik saja, meski aku harus menggigil menahan hawa dingin yang terus mencoba menyusup ke dalam kulitku, sampai suatu ketika, kepalaku mendongak ke atas, ke arah langit. Saat itu mendadak kakiku terasa lemas dan serta merta tidak sanggup menahan beban badanku. Dan bruuk, lututku pun jatuh menghantam bumi.

Milky Way di Bromo
Milky Way di Bromo

Saat itu mataku seperti terhipnotis oleh magnet besar nun jauh di angkasa sana, sehingga sekedar mengalihkan pandangan saja, aku tak sanggup. Energiku pun seolah terhisap habis. Dan bahkan air mataku pun tanpa sadar turut berderai. Aku sendiri tidak mengerti.

Read more

Long Tail Boat, perahu si Gajah Putih

Long Tail Boat di Krabi

Sudah lama aku ingin merasakan sensasi menumpang Long-Tail Boat, perahu khas Thailand. Tepatnya sejak membuat rencana perjalanan ke Phuket lebih dari tiga tahun silam. Saat itu, setiap menemukan informasi tentang Phuket ataupun Phi-phi Island, baik dari blog maupun web travel, selalu ada foto si Long-Tail Boat menghiasi halamannya.

Long Tail Boat di Krabi
Long Tail Boat di Krabi

Sayangnya, impian itu belum bisa terwujud tiga tahun silam. Ketika itu, aku hanya mempunyai waktu 3 hari di Phuket. Agenda di masing-masing hari sangat ketat karena aku mengikuti full day tour, yaitu city tour, james bond island tour dan phi phi island tour sehingga tidak ada waktu lagi untuk sekedar menghabiskan waktu di pantai dan menumpang Long-Tail Boat. Sempat berharap, bisa menyewa Long-Tail Boat saat Phi Phi Island Tour. Tepatnya ketika jam istirahat makan siang di Phi-phi Island. Tapi pada akhirnya terpaksa kubatalkan. Selain karena waktu yang tidak memungkinkan, ada kegiatan lain yang juga cukup menarik untuk dilakukan selama rehat di Phi-Phi islands. Penjelajahan.

Mimpi itu akhirnya terwujud tiga tahun berselang. Pengalaman tak terlupakan itu kudapatkan saat menempuh perjalanan dari Ao Nang Beach, Krabi menuju Railey Beach. Meski durasi perjalanan cukup pendek, hanya 10 menit saja, tetapi meninggalkan kesan yang cukup dalam buatku. Riak-riak laut andaman yang relatif tenang siang itu membuat perjalanan terasa nyaman. Sesekali hantaman haluan perahu memecah air laut dan membentuk butir-butir kecil air yang terbang dan terpercik hingga ke wajah dan badanku.

Read more

Keramahan Krabi

Keindahan sebuah tempat bukan hanya monopoli alam semata. Tetapi ada sebuah keindahan lain yang justru menjadi daya tarik utama. Dia keindahan yang tak terlihat. Dia tertanam di hati dan terpancar dalam wujud perilaku para penduduknya.

“Assalaamu’alaikum”, sebuah salam terucap dari seseorang kepadaku sambil menyorongkan tangannya kepadaku. “Welcome to Krabi”. Aku sambut tangannya, kugenggam, seraya aku ucapkan juga doa keselamatan untuknya. Tak lupa aku lemparkan seutas senyum kepadanya. Ah, sepertinya ini adalah salah satu pagi terindah yang pernah hadir didalam hidupku.

Jalanan di Kota Krabi
Jalanan di Kota Krabi

Pagi itu, aku dan juga istri baru saja mendarat di Bandara Internasional Krabi setelah menempuh perjalanan selama 1 jam dari Kuala Lumpur. Setelah menyelesaikan urusan imigrasi dan tiba di hall kedatangan, aku melihat seseorang memegang selembar kertas bertuliskan namaku disana. Aku langsung melambaikan tangan kepadanya dan nampak sebuah kelegaan memenuhi wajahnya. Sebuah kalimat “Welcome to Krabi” meluncur dari mulutnya. Tapi begitu tahu bahwa aku datang ke Krabi tidak sendiri, tetapi bersama Dewi, istriku, dia pun merevisi kalimatnya dengan menambahkan salam terlebih dahulu. “Oh yeah, my name is Ahmed”

Dengan cekatan, Ahmed membantu membawa tas kami berdua dan berjalan menuju sebuah mobil yang akan membawa kami menuju hotel di kawasan Ao Nang, Krabi. Aku langsung takjub begitu melihat mobil penjemput kami itu adalah Toyota Fortuner. Lebih takjub lagi ketika ada fasilitas free wifi di dalam mobil, jadi lumayanlah, bisa memberi kabar ke orang tua dan juga saudara di tanah air.

Read more

Menikmati Street Food ala Jogja

Segelas Kopi Joss

Malam itu disebuah kedai di pinggir jalan. Seseorang meletakkan sebuah gelas kaca berukuran sedang di sebuah meja. Kedalam gelas itu, dituangkan satu sendok makan kopi bubuk yang ditemani satu sendok makan gula pasir. Sesaat kemudian seseorang itu mengangkat sebuah teko dari atas kompor. Asap tidak henti-hentinya mengepul dari dalam teko.

Seseorang itu kemudian mendekatkan teko tersebut pada gelas dan menumpahkan beberapa mili liter air mendidih yang ada didalamnya, kedalam gelas. Air yang tertuang kedalam gelas itu pun berubah warna menjadi hitam setelah tercampur dengan bubuk kopi dan gula. Agar lebih menyatu, air, kopi dan gula itu diaduk dengan menggunakan sendok. Setelah adukan dirasa cukup, seseorang itu mengambil sebuah potongan kecil arang yang tampak masih merah membara dari sebuah alat pemanggang, untuk kemudian dimasukkan ke dalam segelas kopi. Terdengar suara joss dari dalam gelas. Dan kopi jos pun siap untuk dinikmati.

Segelas Kopi Joss
Segelas Kopi Joss. Picture taken from kopistory.com

Dengan penuh keraguan dan juga penasaran, aku mencoba menikmati kopi jos yang terhidang didepanku. Sesap demi sesap, aku merasakan tidak ada yang berbeda dengan rasa kopinya. Menurut sang penjual, arang pada kopi jos memang tidak mempengaruhi rasa kopi. Juga tidak berbahaya bagi peminumnya, tetapi justru menyehatkan karena menurunkan kadar kafein dalam kopi. Benar atau tidak, aku tidak tahu.

Read more

Pesona Candi Ratu Boko

Candi Ratu Boko

Kita tahu, daerah dataran tinggi dan pegunungan adalah tempat yang sangat tepat untuk relaksasi, meditasi, rekreasi ataupun sekedar menghilangkan penat akibat kesibukan kerja di tengah kota. Ini disebabkan suasana daerah pegunungan yang tenang, berhawa sejuk dan udaranya segar. Tak heran, ketika akhir pekan ataupun musim liburan tiba, banyak orang menyerbu daerah dataran tinggi seperti Puncak Pas, Lembang, Brastagi, Bukittinggi, Malang ataupun Ungaran.

Candi Ratu Boko Dalam Frame
Candi Ratu Boko Dalam Frame

Ternyata, kegemaran manusia pada dataran tinggi, utamanya manusia di Jawa, sudah berlangsung sejak lama. Ini dibuktikan dengan cukup banyak penemuan situs bersejarah yang berada di dataran tinggi, seperti Candi Brorobudur di Magelang, Candi Gedung Songo di Ungaran, Semarang, Candi Dieng di Dataran Tinggi Dieng dan juga Candi Ratu Boko di Yogyakarta.

Candi Ratu Boko terletak di sebuah dataran tinggi yang berjarak sekitar 3 km sebelah selatan Candi Prambanan. Dari penelitian para ahli, Situs Candi Ratu Boko, diyakini bukan merupakan bangunan keagamaan seperti candi-candi lain yang tersebar di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta, melainkan sebuah komplek bangunan rumah atau mungkin tepatnya sebuah Keraton. Ini dikuatkan dengan adanya bangunan-bangunan wajib sebuah keraton, seperti pintu gerbang, pendopo, keputren atau tempat tinggal, kolam pemandian hingga pagar pelindung. Tak jauh dari pintu gerbang terdapat bangunan yang disebut candi pembakaran. Candi pembakaran ini diperkirakan adalah tempat untuk melakukan proses kremasi ataupun sebuah altar pemujaan.

Read more