21 km di Singapura

Suasana Malan di Merlion Park, Singapura

Sudah lama saya tidak berjalan jauh. Setidaknya itu yang saya lihat dari aplikasi google fit yang saya install sejak sekitar 10 bulan silam.

Hingga 24 Oktober 2015, rekor jalan kaki terjauh saya sekitar 3.5 km. Itupun karena saat itu saya lagi dinas ke Jakarta dan numpang menginap di rumah adik di Depok. Jadinya saya harus berjalan ke stasiun Depok. Lalu dari Stasiun Sudirman ke Halte Busway Dukuh Atas, dan kemudian dari Halte Busway Blok M ke kantor, dan sebaliknya ketika pulang.

Suasana Malan di Merlion Park, Singapura
Suasana Malan di Merlion Park, Singapura

Ketika tengah bekerja sehari-hari di Surabaya, jarak terjauh yg pernah kutempuh adalah 2.5 km. Lagi2 itu ada sebabnya. Pagi harinya, saya jalan kaki dulu muter2 perumahan 2 lap yg total berjarak 1.8 km. Sisanya 0.7 km baru didapat krn aktivitas di kantor.

Hah, hanya 700 m? Tidak sampai 1 km? Ya begitulah kenyataannya. Dan itu adalah jarak yg biasa kutempuh sehari-hari. Sangat miris sekali, hiks.

Lalu datanglah sebuah hari di tanggal 24 Okt 2015, dimana saya membuat sebuah rekor jarak tempuh terjauh. Pada hari itu, saya berjalan sejauh 7.6 km. Keesokan harinya, rekor itu saya pertajam 700 m menjadi 8.3 km. Sehari kemudian, 26 Okt 2016, daya jelajah saya turun, tetapi masih diatas jelajah normal, yakni di angka 5.17 km. Jika ditotal, dalam 3 hari tersebut, saya berjalan sejauh 21 km. Sebuah pencapaian yg cukup luar biasa bagi saya pribadi.

Read more

Cap Paspor Pertama Untuk Kiki

My sister narsis di Merlion Park

Tahun 2010, tahun dimana untuk pertama kalinya saya menjejakkan kaki ke Luar Negeri, tepatnya di negeri tetangga, Singapura. Saat itu saya merasakan sebuah perasaan yang sangat luar bisa bahagia. So very exciting. Sesaat setelah cap stempel Singapura terbubuh di Paspor, yang artinya saya diizinkan untuk masuk ke negeri pelabuhan itu, saya langsung kegirangan.

My sister narsis di Merlion Park
My sister narsis di Merlion Park

Kini, lima tahun berselang, saya ingin berbagi rasa, berbagi cerita dan berbagi pengalaman itu kepada si adik bungsu, Kiki. Setahun yang lalu, tepat di hari ulang tahunnya, dia resmi mempunyai paspor. Sengaja, saat itu, saya memberikannya kado ulang tahun berupa paspor, karena saya teringat sebuah artikel dari Prof Rhenald Khasali bahwa paspor adalah surat ijin memasuki dunia global. Bagaimana mungkin seseorang bisa mengunjungi negeri di luar tapal batas negaranya jika tidak memiliki paspor.

Saya melihat sebuah wajah yang berbinar, ketika Kiki menerima paspornya dari petugas imigrasi.

Read more

Zona Waktu dan Produktifitas, Sebuah Opini

Hari masih gelap ketika jarum jam yang bertengger di hotel tempatku menginap menunjukkan angka 06.00 pagi waktu Kuala Lumpur. Kubuka jendela kamar hotel dan aku bisa melihat lampu-lampu jalanan di depan hotel masih menyala. Jalanan sendiri masih cukup lengang.

Jam di Bandara Juanda, Surabaya
Jam di Bandara Juanda, Surabaya

Aku tatap sekali lagi jam dinding itu. Dan aku memastikan bahwa jam dinding tersebut tidak mati karena jarum detiknya masih bergerak. Aku ambil hand phone dan mendapatkan informasi bahwa jam dinding tersebut sudah menunjukkan waktu yang sesuai.

Masih belum reda keherananku, sayup-sayup terdengar suara adzan mengalun merdu dari sebuah masjid yang terletak tidak jauh dari hotel. Aku melongo. Sekitar satu jam yang lalu, aku baru saja menunaikan sholat dengan niatan adalah sholat Subuh, eh ternyata waktu subuh baru saja masuk.

Read more

Menikmati Pengelolaan Tur 4 Island Krabi ala Thailand

Poda Island, Krabi, Thailand

Laut yang terhampar sepanjang mata memandang di suatu siang yang cukup terik itu, membuat mataku seperti tak mau berkedip. Airnya sungguh jernih dan tampak menghijau. Sesekali di permukaannya muncul kilauan bak permata, terutama ketika sang surya dapat memaparkan sinarnya tanpa ada awan yang menghalanginya.

Setiap beberapa detik, air laut itu datang menghampiri daratan pulau mungil, tempat kakiku berpijak saat ini, untuk menjilati butiran-butiran pasir yang berserakan di sepanjang garis pantai. Seketika itu pula, terdengar suara gemuruh deburan akibat hantaman jutaan bulir air ke butiran-butiran pasir yang putih dan bertekstur sangat lembut itu.

Poda Island, Krabi, Thailand
Poda Island, Krabi, Thailand

Selang beberapa detik kemudian bulir-bulir air laut itu kembali terhempas ke lautan luas. Beberapa diantaranya kembali berdebur karena menghantam beberapa pulau karang yang tinggi menjulang dan banyak bermunculan di area perairan sekitar pantai. Sekilas, pulau-pulau itu terlihat laksana jamur yang tumbuh subur di lautan.

Read more

Menyusuri Sejarah di kota Angin Mamiri

Riuh, satu kata yang tidak pernah lepas dari Pantai Losari, Makassar. Apalagi di sore hari, ketika matahari akan terbenam. Meski bukan akhir pekan, pantai ini selalu ramai oleh penduduk setempat maupun para wisatatawan. Mereka yang berusia setengah baya sibuk mengobrol, para orang tua muda tampak bermain-main bersama buah hati mereka. Sesekali sang ayah atau ibunda mengeluarkan ponselnya untuk mengabadikan momen lucu yang tercipta.

Pantai Losari, Makassar
Pantai Losari, Makassar

Sedangkan anak-anak muda sibuk dengan gadget masing-masing. Tak lupa si tongsis alias tongkat narsis pun turut serta. Sesekali mereka mengayunkan tongkat itu dan menghadapkan wajah pada kamera yang terpasang. Sebelum shutter dinyalakan, mereka mengajak seluruh kawannya untuk berkumpul dan memasang pose terbaik. Di belakang mereka, berdiri dua belas buah huruf bercat putih, bertuliskan “Pantai Losari” ditambah dengan guratan merah, kuning dan jingga yang menghias ufuk barat. Sebuah foto dengan latar belakang yang sempurna.

Saya hanya tersenyum melihatnya, teringat beberapa tahun silam, ketika ke sini untuk pertama kalinya. Saat itu, perlu perjuangan ekstra keras untuk mendapatkan latar belakang tulisan Pantai Losari. Hal itu tidak terjadi lagi sekarang, karena sudah berdiri tulisan-tulisan lain seperti City Of Makassar, Bugis ataupun Toraja. Konsentrasi para pengunjung pun tidak terpaku pada satu titik saja.

Read more