Long Tail Boat, perahu si Gajah Putih

Long Tail Boat di Krabi

Sudah lama aku ingin merasakan sensasi menumpang Long-Tail Boat, perahu khas Thailand. Tepatnya sejak membuat rencana perjalanan ke Phuket lebih dari tiga tahun silam. Saat itu, setiap menemukan informasi tentang Phuket ataupun Phi-phi Island, baik dari blog maupun web travel, selalu ada foto si Long-Tail Boat menghiasi halamannya.

Long Tail Boat di Krabi
Long Tail Boat di Krabi

Sayangnya, impian itu belum bisa terwujud tiga tahun silam. Ketika itu, aku hanya mempunyai waktu 3 hari di Phuket. Agenda di masing-masing hari sangat ketat karena aku mengikuti full day tour, yaitu city tour, james bond island tour dan phi phi island tour sehingga tidak ada waktu lagi untuk sekedar menghabiskan waktu di pantai dan menumpang Long-Tail Boat. Sempat berharap, bisa menyewa Long-Tail Boat saat Phi Phi Island Tour. Tepatnya ketika jam istirahat makan siang di Phi-phi Island. Tapi pada akhirnya terpaksa kubatalkan. Selain karena waktu yang tidak memungkinkan, ada kegiatan lain yang juga cukup menarik untuk dilakukan selama rehat di Phi-Phi islands. Penjelajahan.

Mimpi itu akhirnya terwujud tiga tahun berselang. Pengalaman tak terlupakan itu kudapatkan saat menempuh perjalanan dari Ao Nang Beach, Krabi menuju Railey Beach. Meski durasi perjalanan cukup pendek, hanya 10 menit saja, tetapi meninggalkan kesan yang cukup dalam buatku. Riak-riak laut andaman yang relatif tenang siang itu membuat perjalanan terasa nyaman. Sesekali hantaman haluan perahu memecah air laut dan membentuk butir-butir kecil air yang terbang dan terpercik hingga ke wajah dan badanku.

Read more

Keramahan Krabi

Keindahan sebuah tempat bukan hanya monopoli alam semata. Tetapi ada sebuah keindahan lain yang justru menjadi daya tarik utama. Dia keindahan yang tak terlihat. Dia tertanam di hati dan terpancar dalam wujud perilaku para penduduknya.

“Assalaamu’alaikum”, sebuah salam terucap dari seseorang kepadaku sambil menyorongkan tangannya kepadaku. “Welcome to Krabi”. Aku sambut tangannya, kugenggam, seraya aku ucapkan juga doa keselamatan untuknya. Tak lupa aku lemparkan seutas senyum kepadanya. Ah, sepertinya ini adalah salah satu pagi terindah yang pernah hadir didalam hidupku.

Jalanan di Kota Krabi
Jalanan di Kota Krabi

Pagi itu, aku dan juga istri baru saja mendarat di Bandara Internasional Krabi setelah menempuh perjalanan selama 1 jam dari Kuala Lumpur. Setelah menyelesaikan urusan imigrasi dan tiba di hall kedatangan, aku melihat seseorang memegang selembar kertas bertuliskan namaku disana. Aku langsung melambaikan tangan kepadanya dan nampak sebuah kelegaan memenuhi wajahnya. Sebuah kalimat “Welcome to Krabi” meluncur dari mulutnya. Tapi begitu tahu bahwa aku datang ke Krabi tidak sendiri, tetapi bersama Dewi, istriku, dia pun merevisi kalimatnya dengan menambahkan salam terlebih dahulu. “Oh yeah, my name is Ahmed”

Dengan cekatan, Ahmed membantu membawa tas kami berdua dan berjalan menuju sebuah mobil yang akan membawa kami menuju hotel di kawasan Ao Nang, Krabi. Aku langsung takjub begitu melihat mobil penjemput kami itu adalah Toyota Fortuner. Lebih takjub lagi ketika ada fasilitas free wifi di dalam mobil, jadi lumayanlah, bisa memberi kabar ke orang tua dan juga saudara di tanah air.

Read more

Romantisme Senja Melaka

Masih ingat postingan tentang kisah semalam di Melaka, yang kutulis beberapa minggu yang lalu. Yap, kala itu, di bulan Januari tahun 2013, aku dan dewi berkesempatan berkunjung ke salah satu kota yang sarat akan sejarah masa kolonialisme tersebut. Tapi sayangnya, kala itu kami berdua tiba di Melaka saat hari sudah gelap, padahal dari beberapa foto yang beredar di internet, panorama terbaik Melaka adalah saat senja datang. Sedangkan keesokan harinya, ketika hari masih belum terlalu siang, kami sudah pergi meninggalkan Melaka menuju Kuala Lumpur. Sehingga tidak banyak sudut kota yang bisa kami jelajahi dengan waktu yang singkat tersebut.

Senja di Melaka
Senja di Melaka

Dua bulan berselang, tepatnya di bulan Maret 2013, aku berkesempatan kembali ke Melaka. Kebetulan dapat tiket promo lagi dari Air Asia Surabaya Kuala Lumpur. Aku pun tidak menyia-nyiakan kesempatan itu untuk berburu senja di Melaka. Perjalanan kali ini, aku tidak ditemani oleh dewi, tapi oleh my partner in crime di kantor.

Read more

Belajar dari Kuala Lumpur City Gallery

Salah satu tempat favoritku kala berkunjung ke Kuala Lumpur bulan Januari 2013 yang lalu adalah Kuala Lumpur City Gallery. Terletak di area Dataran Merdeka, Kuala Lumpur City Gallery menawarkan sebuah pengalaman dan pelajaran yang sangat berharga buatku, yaitu bagaimana Malaysia mengembangkan potensi ekonomi kreatif di tengah tumbuh pesatnya sektor pariwisatanya.

Menuju Kuala Lumpur City Gallery relatif tidak mudah, karena tidak ada jaringan LRT maupun monorail yang melewati kawasan Dataran Merdeka. Stasiun LRT terdekat adalah stasiun pasar seni. Dari sini kita berjalan kaki ke arah pusat souvenir Central Market dan Kesturi Walk. Di ujung jalan kesturi walk, ambil belok ke kiri untuk kemudian jalan lurus hingga sampai di area dataran merdeka. Kuala Lumpur City Gallery terletak di sebelah barat dataran merdeka, tepatnya di dekat Perpustakaan Nasional Kuala Lumpur. Untuk mengetahui letaknya cukup mudah, cari saja sebuah tugu bertuliskan I Love KL.

Read more

Magical Night at KLCC Park

Di era modernisasi seperti sekarang ini, keberadaan sebuah taman kota mutlak diperlukan bagi kota-kota metropolitan seperti Jakarta, Surabaya, Kuala Lumpur, Bangkok dan kota-kota besar lain di seluruh dunia. Selain sebagai paru-paru kota dan ruang terbuka hijau, taman kota ini juga berfungsi sebagai sarana rekreasi dan berkumpul bagi para warga kotanya.

Menara Twin Tower Petronas di Malam Hari
Menara Twin Tower Petronas di Malam Hari

Salah satu taman kota yang indah yang pernah ku singgahi adalah KLCC Park. Terletak di jantung kota Kuala Lumpur, Malaysia, taman kota seluas 20 hektar ini merupakan salah satu kebanggan rakyat Malaysia. Untuk menemukan KLCC park ini tidak terlalu sulit, karena lokasinya yang tepat berada di sekitaran salah satu bangunan ikonik Malaysia, Menara kembar Petronas.

Untuk menuju ke KLCC Park amat sangat mudah. Dengan menumpang jaringan LRT putra line dan turun di stasiun KLCC, maka kita sudah sampai di KLCC Park.

Read more