Memperkenalkan Wongkentir Magazine Edisi Perdana

Memperkenalkan Wongkentir Magazine Edisi Perdana

Alhamdulillah, akhirnya kelar juga edisi perdana dari project digital magazine-ku. Majalah yang kuberi nama sama dengan blog ini, Wongkentir, melengkapi catatan perjalananku setelah sebelumnya selama lebih dari tiga tahun berkecimpung di dunia blog melalui wongkentir.blogdetik.com

Cover Wongkentir Magazine Vol 1 Ranu Kumbolo
Cover Wongkentir Magazine Vol 1 Ranu Kumbolo

Memiliki majalah sendiri adalah sebuah impian. Maklumlah, sejak jaman masih sekolah dulu hingga sekarang ini, banyak artikel yang kukirim ke berbagai majalah ditolak alias gagal cetak. Sempat tidak percaya diri, tetapi kemudian mempunyai ide brilian, bahwa satu-satunya cara agar tulisanku bisa dimuat ya membuat majalah sendiri, he he he.

Tapi mempunyai majalah sendiri di masa lalu adalah sesuatu yang mustahil. Majalah identik dengan sebuah produk percetakan sehingga untuk membuatnya tidak hanya dibutuhkan tulisan dan foto, tetapi juga biaya. Tapi dengan berkembangnya era digital sekarang ini, semua orang bisa membuat majalah sendiri.

Read more

Menulis Catatan Perjalanan

Kisah perjalanan adalah sebuah cerita yang tidak akan pernah lekang dimakan jaman. Sebuah kalimat yang kudengar saat mengikuti sebuah workshop menulis yang diselenggarakan oleh almamaterku tercinta, Teknik Informatika ITS, beberapa minggu yang lalu. Sebuah kalimat yang meluncur dari Agustinus Wibowo, seorang penulis sekaligus penjelajah yang karyanya sangat menginspirasi.

f9db5b01aabf70c4760d485c8fbe5c41_workshop-agustinus-blog

Dan dari berbagai kisah perjalanan itulah, wajah dunia terungkap. Manusia bergerak. Peradaban pun berubah.

Cerita perjalanan sudah ada sejak jaman dulu. Salah satu buktinya yang terkenal adalah tulisan milik Antipater, seorang pelancong dari Sidon, Yunani yang menulis Tujuh Keajaiban Dunia pada sekitar tahun 140 Sebelum Masehi.

Read more

Mengabadikan Angkasa

Bergumpal-gumpal awan berarak melayang-layang di langit. Warnanya putih, laksana kapas. Bermacam-macam bentuknya. Ada yang besar, ada yang kecil. Beberapa diantaranya sangat tebal, tapi tidak sedikit pula yang tipis dan terlihat berongga.

Disekitarnya angkasa tengah membiru. Biru yang tidak terlalu tua sebenarnya, tetapi sangat kontras dengan putihnya sang awan. Perpaduan yang serasi. Indah.

Nun jauh di bawah sana, bumi terlihat kecil. Berbagai macam warna menghias permukaannya. Kadang nampak menghijau seperti permadani yang terbuat dari batu zamrud. Kadang pula terlihat cokelat kehitaman. Dan tak jarang pula bumi membiru seperti langit, hingga seolah tiada batas antara bumi dan langit.

Sebuah sajian khas dari balik jendela pesawat yang tengah mengudara di siang hari dengan cuaca yang cerah. Hidangan akan terasa lebih istimewa lagi ketika terbang di saat-saat pergantian waktu, baik pada saat matahari terbit, ataupun terbenam.

Read more