Tips Memotret di Jalan Braga, Bandung

Jalan Braga adalah sebuah nama jalan yang sangat tersohor di kota kembang, Bandung. Kondisi ini telah berlangsung lama, bahkan sejak masa pendudukan Hindia Belanda. Jalan yang terletak tidak jauh dari Gedung Merdeka dan juga Masjid Raya Bandung itu memang memiliki keunikan tersendiri mulai dari kondisi jalannya, bangunan-bangunan di sekitarnya, tiang lampu jalan hingga suasananya. Saya menyebutnya suasana yang sangat Eropa. Mungkin kalimat saya terlalu sok tahu, karena kenyataannya saya sendiri belum pernah menjejakkan kaki di Eropa. Tapi, saya tidak bicara sembarangan karena saya sudah membandingkan beberapa foto yang pernah saya ambil di Braga dengan foto suasana Eropa yang beredar banyak di Internet. Sungguh suasana yang hampir mirip.

Jalan Asia Afrika Bandung
Suasana Subuh di Jalan Asia Afrika Bandung

Bagi saya, belum lengkap rasanya ke Bandung, tanpa berjumpa Braga. Meski hanya sekedar singgah atau bahkan sekedar lewat, itu sudah cukup bagi saya. Jika bagi banyak orang, belum sah kalau ke Bandung belum berfoto di depan gedung sate, bagi saya sendiri, landmark Bandung adalah gedung De Vries, yang terletak di ujung selatan dari Braga.

Read more

21 km di Singapura

21 km di Singapura

Sudah lama saya tidak berjalan jauh. Setidaknya itu yang saya lihat dari aplikasi google fit yang saya install sejak sekitar 10 bulan silam.

Hingga 24 Oktober 2015, rekor jalan kaki terjauh saya sekitar 3.5 km. Itupun karena saat itu saya lagi dinas ke Jakarta dan numpang menginap di rumah adik di Depok. Jadinya saya harus berjalan ke stasiun Depok. Lalu dari Stasiun Sudirman ke Halte Busway Dukuh Atas, dan kemudian dari Halte Busway Blok M ke kantor, dan sebaliknya ketika pulang.

Suasana Malan di Merlion Park, Singapura
Suasana Malan di Merlion Park, Singapura

Ketika tengah bekerja sehari-hari di Surabaya, jarak terjauh yg pernah kutempuh adalah 2.5 km. Lagi2 itu ada sebabnya. Pagi harinya, saya jalan kaki dulu muter2 perumahan 2 lap yg total berjarak 1.8 km. Sisanya 0.7 km baru didapat krn aktivitas di kantor.

Hah, hanya 700 m? Tidak sampai 1 km? Ya begitulah kenyataannya. Dan itu adalah jarak yg biasa kutempuh sehari-hari. Sangat miris sekali, hiks.

Lalu datanglah sebuah hari di tanggal 24 Okt 2015, dimana saya membuat sebuah rekor jarak tempuh terjauh. Pada hari itu, saya berjalan sejauh 7.6 km. Keesokan harinya, rekor itu saya pertajam 700 m menjadi 8.3 km. Sehari kemudian, 26 Okt 2016, daya jelajah saya turun, tetapi masih diatas jelajah normal, yakni di angka 5.17 km. Jika ditotal, dalam 3 hari tersebut, saya berjalan sejauh 21 km. Sebuah pencapaian yg cukup luar biasa bagi saya pribadi.

Read more