Lok Baintan, The Greatest Floating Market

Setelah sehari sebelumnya, aku mengunjungi Pasar Terapung di Muara Kuin, kota Banjarmasin, Hari itu aku dan teman-teman mengunjungi satu lagi pasar terapung yang berada di propinsi Kalimantan Selatan. Namanya Pasar Terapung Lok Baintan. Terletak di aliran Sungai Tabuk, pasar terapung ini berjarak sekitar satu jam lima belas menit perjalanan dari kota Banjarmasin. Untuk menuju pasar terapung ini dari kota Banjarmasin, kita bisa menggunakan kelotok, dengan menyusuri sungai ataupun dengan mobil. Kalau berkunjung kesana pagi itu, kami lewat jalur darat.

Kunjungan sehari sebelumnya ke Pasar Muara Kuin membuatku tidak berekspektasi terlalu banyak pada Lok Baintan. Bayangan tentang riuhnya pasar terapung dengan ratusan jukung, ibu-ibu pedagang yang bertopi lebar lengkap dengan aneka macam hasil bumi, yang pernah ku lihat di beberapa foto ku hapus jauh-jauh dari pikiranku. Bukannya meremehkan sebenarnya, tetapi mencoba berdamai dengan hati. Aku takut kecewa, seperti yang telah kualami kemarin. Tapi, begitu mobil yang kutumpangi sampai di desa Lok Baintan, aku melihat sebuah pemandangan yang berbeda dari kemarin. Bagiku, ini sangat spektakuler. Yap, dan akhirnya terobati juga kekecewaanku.

Read more

Menyambut Pagi di Pasar Terapung Muara Kuin

Pagi itu, adzan subuh baru saja berkumandang sekitar 20 menit yang lalu di kota seribu sungai, Banjarmasin. Suasana masih sangat gelap. Di ufuk timur, matahari belum menampakkan diri secara utuh. Yang tampak hanyalah semburat jingganya.

Di hari yang masih gelap itu, aku dan teman-temanku sudah berada didalam mobil untuk memulai perjalanan menjelajahi ke-eksotisan budaya Kalimantan Selatan. Yap, pagi ini, kami ingin menikmati riuhnya Pasar Terapung Muara Kuin. Pasar ini terletak di sungai kuin, salah satu anak sungai Barito. Mata kami semua sebenarnya masih sangat berat untuk terbuka. Tapi mau bagaimana lagi, ini adalah satu-satunya cara untuk bisa melihat eloknya pasar terapung muara kuin.

Pasar terapung muara kuin mulai beroperasi dari jam 6 pagi hingga sekitar jam 8 atau maksimal jam 9 pagi. Jadi jika kami berangkat dari hotel agak siang dikit, dijamin, begitu kami sudah sampai lokasi, yang kami temukan mungkin hanyalah sisa-sisa pasar atau bahkan sudah tiada lagi pedagang disana.

Read more

First Step at Borneo

Sepasang kaki wongkentir akhirnya mendarat di pulau Borneo. Lagi-lagi tugas dari kantor membawaku terbang menjelajah, menapaki satu lagi sebuah gugusan pulau yang terhampar di bumi Allah ini. Alhamdulillah. Ini adalah sebuah rahmat dan kesempatan yang luar biasa buatku.

Bandara Syamsuddin Noor, pintu gerbang Banjarmasin dan Kalimantan Selatan
Bandara Syamsuddin Noor, pintu gerbang Banjarmasin dan Kalimantan Selatan

Jejak langkah pertamaku di bumi Kalimantan ini tercipta di Apron Bandara Syamsudin Noor, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Hari itu adalah Senin, 6 Agustus 2012. Cuaca yang cukup panas dan menyengat di pertengahan bulan Ramadan 1433 H menyapaku dengan ramah begitu keluar dari pintu pesawat Sriwijaya Air. Satu jam lamanya pesawat ini membawaku terbang melintasi laut jawa, dari Surabaya menuju Banjarmasin.

Ku hirup dalam-dalam oksigen yang terhampar disitu dan kubiarkan mereka bergerak bebas mengisi relung-relung nafasku. Sesaat setelah itu, aku melihat sebuah tangga menurun. Di ujung dari tangga itulah, salah satu mimpiku berada, pulau yang merupakan salah satu paru-paru dunia. Begitu kaki ini menapaki anak tangga terakhir, sebuah rasa yang sangat haru menggumpal di dada ini. Setelah pulau Java, Andalas dan Celebes, akhirnya sampai juga aku di Borneo.

Read more

Terpukau di Danau Linow, Tomohon

Kala berkunjung ke Sulawesi Utara bulan Juni 2012 yang lalu, aku dibuat terpukau oleh sebuah danau vulkanik seluas 34 hektar yang berlokasi di kota Tomohon. Sebuah Danau yang sangat indah dengan warna airnya yang bisa berubah-ubah. Danau Linow namanya. Keindahan danau ini sudah sangat terkenal di seantero kota Manado dan Tomohon, jadinya meski tengah bertugas, aku menyempatkan diri untuk berkunjung kesana, sekedar turut mencicipi kecantikannya. Kebetulan pula, tugasku memang berada di daerah Lahendong yang hanya berjarak beberapa kilometer saja dari lokasi danau linow.

Cara terbaik (dan tercepat) untuk menuju Danau Linow dari kota Manado tentu saja dengan menyewa mobil atau taksi. Kalau dihitung dari Bandara Sam Ratulangi, Manado, perjalanan akan memakan waktu sekitar satu jam. Bagi yang ingin berpetualang dengan kendaraan umum, bisa naik angkutan umum dari Manado ke terminal Tomohon. Dari terminal berganti angkutan umum, minta turun di sekitar Danau Linow. Setelah turun dari angkot, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki sejauh sekitar 500 meteran dengan medan yang lumayan menanjak.

Read more

Indahnya Masjid Raya Makassar

Saat kunjungan keduaku ke Sulawesi Selatan, awal Juni 2012 yang lalu, aku dibuat takjub pada sebuah masjid yang terletak di salah satu sudut kota Makassar, tepatnya di Jalan Bulusaraung, Makassar. Sebuah masjid yang sangat megah dengan arsitektur perpaduan gaya eropa dan timur tengah. Warnanya yang putih bak pualam membuatnya sekilas tampak mirip bangunan Taj Mahal di India yang tersohor itu. Itulah masjid raya Makassar.

Dari informasi di internet, Masjid Raya ini ternyata sudah berdiri sejak tahun 1949. Karena banyaknya kebocoran disana-sini, serta untuk menambah jumlah kapasitas jamaah, Masjid pun akhirnya di renovasi total pada akhir tahun 1999 dan selesai pertengahan tahun 2005. Peresmian penggunaan kembali masjid ini dilakukan oleh Bapak Jusuf Kalla yang saat itu menjabat sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia.

Read more