Kalibaru, Antara Panci, Wajan hingga Keju dan Kopi

Kolam Renang di Penginapan Margo Utomo, Banyuwangi

Aku duduk terdiam di sebuah bangku bus yang empuk. Ku rebahkan dan pasrahkan seluruh badanku padanya. Kurasakan sedikit kekakuan di leher sisa perjalanan semalam tadi. Hoaem.. mulutku menguap lebar, mencoba mengambil dalam-dalam oksigen yang tersisa di udara. Refleks, aku kucek mataku yang masih terasa sangat berat untuk terbuka.

Suasana di dalam bus cukup hening. Yang terdengar hanyalah raungan mesinnya yang menderu lirih menembus jalanan. Aku lempar pandangan ke sekitarku. Tampak sebagian besar dari para penumpang bus yang merupakan komunitas dblogger Suroboyo tengah asyik melanjutkan mimpinya yang terputus dini hari tadi.

Baru sekitar dua jam yang lalu, kami semua harus segera menyudahi mimpi karena KA Mutiara Timur yang membawa kami sejak dari Surabaya sudah tiba di Banyuwangi. Setelah mampir ke hotel sejenak untuk sholat Subuh dan bersih-bersih badan, kami langsung melanjutkan perjalanan kembali dengan menggunakan moda transportasi bus. Karena perjalanan dari Banyuwangi kota ke arah barat menuju Kalibaru memakan waktu yang cukup lama, sekitar 3 jam, maka banyak dari kami memilih untuk langsung melanjutkan tidur.

Sebagian kecil lainnya tampak asyik bercengkerama dengan telepon selulernya sambil mengetikkan beberapa karakter untuk dikicaukan di dunia maya.

Read more

Ayo ke Banyuwangi, The Sunrise Of Java

Mungkin ini pertama kalinya aku membuat judul postingan berupa ajakan dan cenderung provokatif. Saat tulisan ini dibuat dan diposting, aku memang tengah berada di Banyuwangi. Tepatnya di Sanggar Genjah Arum, Kemiren Glagah Banyuwangi. Disini aku dan empat belas rekan blogger dari komunitas dblogger Suroboyo mendapatkan undangan khusus dari Pemerintah Kabupaten Banyuwangi yang dipimpin oleh Bapak Abdullah Azwar Anas untuk menjelajah jengkal demi jengkal tanah di ujung timur Jawa ini bertajuk Dblogger Plesir Nang Banyuwangi.

3fc8ec2f0bf7aa6bcd1a563b9415ebb6_img_6443_upload

Undangan untuk mengunjungi kabupaten di ujung paling timur pulau jawa ini benar-benar datang di saat yang tepat, ketika aku tengah galau dengan keputusan apakah aku memutuskan untuk jadi berangkat ke Malaysia Singapura atau tidak. Tiket promo sudah ditangan sejak 6 bulan yang lalu. Tapi sejak adanya pelemahan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing beberapa bulan silam hingga sekarang ini, jadi berpikir ulang untuk melancong ke Luar Negeri. Di saat galau itulah, muncul undangan itu. Tanpa berpikir terlalu lama, aku ambil tawaran tersebut. Aku ikhlaskan saja uang tiket promo itu hangus. Tokh aku mendapat ganti petualangan yang lebih asyik dan bakal sangat luar biasa. Lagipula, ini kesempatan buatku untuk bisa berkontribusi terhadap dunia pariwisata domestik.

Selama ini Banyuwangi hanya dikenal sebagai daerah transit bagi pelancong dari Jawa yang hendak melanjutkan perjalanannya ke pulau Bali, ataupun sebaliknya, wisatawan dari pulau Bali yang hendak berkunjung ke Pulau Jawa. Tujuan wisata di Pulau Jawa yang menjadi tujuan para wisatawan itu antara lain Kawah Ijen, Bromo, Malang terus ke barat hingga Yogyakarta, Bandung dan Jakarta. Banyuwangi? Sepertinya tidak ada dalam list tempat yang wajib dikunjungi.

Read more

Keajaiban pagi Ranu Kumbolo

Mataku mendadak terbuka. Kurasakan semilir belaian lembut menyentuh wajahku. Membawa serasa hawa yang sudah lama tidak pernah kujumpa. Aku ingin bergerak. Tapi tak bisa. Aku terbujur beku. Tak ada lagi ruang kosong.

Kugerakkan kepalaku perlahan-lahan. Aku pandang tubuhku sendiri. Semuanya terbungkus rapat. Jaket, kantung tidur, kaus tangan, topi kupluk hingga kaus kaki. Tapi tampaknya itu semua belum cukup. Tubuhku masih menggigil. Jari tangan terasa kaku.

Samar-samar lalu kuamati sekelilingku. Sebuah ruang sempit berbentuk seperti piramida dari kain memenuhi garis pandang. Ruangan itu tidak gelap, bahkan cukup terang. Sepercik sinar yang menyala dari lampu senter menjadi lenteranya. Kuperjap-perjap mata untuk sedikit menghilangkan samar itu.

Ah, ternyata sebuah tenda, batinku.

Read more

Berjumpa Ranu Kumbolo, Sang Danau Impian

Orang bilang tanah kita tanah surga

Sepenggal bait dari lagu berjudul Kolam Susu milik grup legendaris Koes Plus membuka postingan kali ini. Seuntai kalimat yang sangat pas menggambarkan keindahan negeri kita, Indonesia. Surga dunia, heaven of earth, begitulah kata para wisatawan mancanegara, berceceran di wilayah zamrud khatulistiwa ini, mulai dari sabang sampai merauke. Dan salah satu surga itu bernama Ranu Kumbolo.

Ranu Kumbolo
Ranu Kumbolo

Ranu Kumbolo adalah sebuah danau yang terletak di kaki gunung semeru. Berada pada ketinggian 2400 mdpl (meter diatas permukaan laut), Ranu Kumbolo menyajikan panorama yang mempesona siapa saja yang melihatnya.

Beberapa tahun silam, Ranu Kumbolo adalah salah satu surga tersembunyi di dunia. Hanya sedikit orang yang mengetahuinya. Dan kalaupun tahu, hanya segilintar saja yang bersedia untuk menjumpainya. Perjalanan yang panjang dengan medan yang cukup berat menjadi alasannya.

Read more

Road Trip Madura 2012

Detik berganti detik. Menit demi menit berlalu berganti jam. Hari berganti hari, bulan berganti bulan dan akhirnya tanpa terasa tahun pun berganti. 2012 telah berlalu, meninggalkan berjuta kisah dan kenangan. Coretan-coretan cerita yang kualami di sepanjang perjalanan selama tahun 2012 yang baru berlalu, berikut beberapa frame foto hasil bidikan dari sepasang mata minusku hampir semuanya sudah kutuangkan di blog ini, sebagai sebuah dokumentasi sekaligus sarana berbagi.

Jembatan Suramadu
Jembatan Suramadu

Dan kisah perjalananku menyusuri jengkal demi jengkal bumi Allah di tahun 2012 ini diakhiri dengan cerita penjelajahanku di pulau garam madura yang kuberi tajuk Road Trip Madura 2012. Ini adalah ceritaku bersama dua orang sahabat, rekan sekaligus my partner in crime sehari-hari di kantor kala melancong ke Madura pada liburan panjang natal yang lalu, tepatnya hari sabtu, tanggal 22 Desember yang lalu.

Sebenarnya terlalu hiperbolis tajuk yang kusematkan untuk perjalanan ini. Tokh perjalanan kami bertiga hanya menyusuri sebagian kecil dari pulau madura, tepatnya di pesisir barat. Tapi tak apalah, dengan judul yang wah seperti ini, ada sebuah cita-cita dari kami, pada suatu hari nanti kami akan melanjutkan perjalanan ini hingga ke timur madura.

Read more