Batik Lasem

Suatu hari, di pertengahan bulan April 2012 yang lalu, aku mendapatkan sebuah pengalaman yang sangat berharga. Kala itu, aku tengah ditugaskan selama 3 hari di kota Rembang. Pada hari kedua, Andreas, sahabatku sekaligus rekan kerjaku di Rembang, mengajakku dan Mbak Yama ke kota Lasem. Disana aku diajaknya mengunjungi salah satu sentra pengrajin Batik tulis Lasem yang gallerynya diberi nama “Ningrat Batik Tulis Lasem”. Akhirnya, keturutan juga berkunjung sekaligus membeli batik Lasem setelah sebelum sebelumnya gagal terus. Padahal aku cukup sering dinas luar ke kota Rembang. Satu lagi yang bikin hati ini girang luar biasa, Andreas membawa kami langsung ke pusat pengrajinnya, jadi disini kami tidak hanya melihat koleksi kain batik, tapi bisa melihat langsung proses pembuatan kain batik itu, mulai dari pembuatan pola, pewarnaan hingga pengeringan. Ya maklumlah girang, karena ini adalah pengalaman pertama 🙂

Batik tulis lasem adalah salah satu batik yang namanya cukup termahsyur. Tidak hanya di Indonesia, tetapi sampai ke mancanegara. Lasem sejak dulu memang dikenal sebagai salah satu daerah penghasil batik kualitas nomor satu di negeri ini. Namanya pun lebih harum dan lebih mendunia daripada nama Rembang. Padahal secara administratif, Lasem hanyalah sebuah kota kecamatan yang dibawah kabupaten Rembang.

Read more

Mbolang di Karimun Jawa (Part 3 Going Home)

Dan hari itu pun tiba. Setelah berpetualangan menjelajahi bumi Karimun Jawa selama dua hari penuh, akhirnya saat kepulangan itu datang. Hujan deras turun membasahi pulau karimun semenjak subuh tadi. Angin berhembus cukup dingin.

Sejak jam 5.15 pagi, kami bertujuh sudah siap di depan homestay, menunggu jemputan yang akan membawa kami ke pelabuhan. Tiket kapal sudah dibagi tadi malam bersamaan dengan pembagian foto. Tas pun sudah di packing. Sarapan pagi pun sudah dilahap habis.

img_0734

Panitia travel berjanji akan menjemput kami jam 5.30 pagi agar kami bisa mendapatkan tempat duduk yang enak di kapal. Tapi melihat hujan yang turun dengan derasnya di pagi ini membuat kami sedikit cemas. Saat kedatangan kami di Karimun Jawa tiga hari yang lalu, penjemput kami adalah mobil bak terbuka. Nah, jika pagi ini, jemputan juga berupa mobil bak terbuka, kami pastinya akan basah kuyup.

Read more

Karimun Jawa, the paradise (Part 2 – Day of Adventure)

Pemandangan di Karimun Jawa

Hari ini (14/5/2011) dimulai sejak pukul 4.30 pagi. Aku terbangun dengan kondisi yang sangat segar dan tidak sabar untuk segera memulai semua petualangan di kepulauan yang indah ini.

Perjalanan hari ini dimulai sejak pukul 7 pagi. Dari homestay kami berjalan bersama menuju dermaga kecil, tempat berlabuhnya kapal nelayan. Jarak dari homestay kami ke dermaga cukup dekat, sehingga jalan kaki ini sekaligus pemanasan sebelum nyemplung di laut nanti.

Saya di atas kapal di Karimun Jawa
Saya di atas kapal di Karimun Jawa

Di dermaga suasana sudah sangat ramai. Begitu ramainya hingga memancing Syah Bandar untuk keluar kantornya sekedar melakukan inspeksi mendadak terhadap kapal-kapal nelayan yang disewa para wisatawan untuk hoping island. Dan ternyata banyak dari kapal-kapal tersebut yang dinyatakan overload. Kapasitas jumlah penumpang kapal nelayan yang distandardkan si Syah Bandar adalah maksimal 15 orang plus 3 orang kru kapal. Sedangkan hari itu, jumlah penumpang rata-rata per kapal adalah 20 hingga 25 orang. Syah Bandar dan stafnya juga memeriksa jumlah pelampung yang tersedia di masing-masing kapal, dan didapati kenyataan bahwa jumlah pelampung kurang dari jumlah penumpang.

Read more

Menikmati Laut Karimun Jawa (Part1 Hari Keberangkatan)

Have you heard about Karimun Jawa Island? Mungkin jika pertanyaan itu dilontarkan sekarang, banyak sekali orang yang menganggukkan kepala. Dan mungkin banyak dari mereka yang sudah pernah mengunjungi kepulauan yang terletak di utara Jawa Tengah tersebut. Tapi bagaimana jika pertanyaan tersebut dilontarkan dua atau tiga tahun yang lalu. Mungkin hanya sedikit yang tahu.

img_9987_resize

Aku sendiri mulai mengenal Karimun di sekitar pertengahan tahun 2009 dari cerita seorang teman yang habis melancong kesana. Cukup aneh memang, karena nama Karimun Jawa sendiri sebenarnya cukup akrab denganku sejak kecil. Kebetulan di komplek perumahan tempat aku tinggal semasa remaja, ada sebuah blok yang diberi nama Jalan Karimun Jawa, dan blok ini hanya selisih dua blok dengan rumahku.

Read more

Semalam di Surakarta Hadiningrat

Setelah dari Sarangan dan Grojogan Sewu, tibalah kami di Surakarta. Sebuah kota yang penuh dengan romantisme. Lagu Bengawan Solo, sebuah karya besar seorang Gesang, seolah-olah menyambut kedatangan kami di kota ini. Sejak memulai perjalanan dari Grojogan Sewu, tape mobil yang awalnya memutar lagu-lagu top 40 berubah haluan menjadi lagu-lagu jawa persembahan dari salah satu radio di Solo.

surakarta7

Yang pertama kami lakukan ketika sampai di Solo adalah memesan hotel (ngakunya backpacker, tapi jalan-jalannya naik mobil, nginepnya di hotel, xixixixixi). Memang di kota Solo inilah rencananya kami akan bermalam. Selain itu kami juga ingin menikmati suasana malam di sini. Kami memilih hotel Dana untuk tempat merebahkan diri selama di Solo. Konon hotel yang terletak di JL Slamet Riyadi ini adalah hotel tertua di Solo yang berdiri sejak 1952.

Read more