Pengalaman pertama menjadi seorang Kontributor

Pengalaman pertama menjadi seorang Kontributor

Di akhir bulan Juni 2015 lalu, sebuah pesan singkat dari seorang rekan yang baru saja kukenal beberapa bulan yang lalu masuk ke ponselku. Tidak banyak kata yang tertera di layar ponselku, tetapi sanggup membawa sebuah hawa kebahagiaan masuk ke relung hati.

Garuda Colors Middle East Juni Juli 2015
Garuda Colors Middle East Juni Juli 2015

“Mas Surya, artikelnya di muat di Majalah Colours Middle East Juni-Juli 2015. Nanti aku dibantu fotocopy ktp dan alamatnya ya”

Akhirnya, setelah hampir enam tahun “berkarir” sebagai blogger, ada juga tulisanku yang nongol di Majalah. Sebuah artikel berjudul “Menjelajah Kekayaan Bahari Makassar” resmi menjadi artikel pertamaku yang berhasil menembus ketatnya persaingan di dunia penerbitan.

Dan kebahagiaan itu semakin luar biasa karena artikel tersebut termuat di Majalah Colours, in-flight magazine milik maskapai kebanggaan negeri, Garuda Indonesia. Untuk diketahui, Garuda Indonesia memiliki dua versi Colours in-flight magazine, yaitu yang versi reguler yang bisa ditemui di penerbangan domestik dan internasional non middle east dengan periode terbit bulanan dan juga versi middle-east yang bisa ditemui di penerbangan internasional jurusan ke timur tengah dengan periode terbit dua bulanan. Tulisanku sendiri termuat di edisi middle-east. Meski dimuatnya bukan di majalah Colours yang versi reguler, tapi itu sudah cukup membuat rasa percaya diriku terangkat. Alhamdulillah.

Read more

Indahnya Masjid Raya Makassar

Saat kunjungan keduaku ke Sulawesi Selatan, awal Juni 2012 yang lalu, aku dibuat takjub pada sebuah masjid yang terletak di salah satu sudut kota Makassar, tepatnya di Jalan Bulusaraung, Makassar. Sebuah masjid yang sangat megah dengan arsitektur perpaduan gaya eropa dan timur tengah. Warnanya yang putih bak pualam membuatnya sekilas tampak mirip bangunan Taj Mahal di India yang tersohor itu. Itulah masjid raya Makassar.

Dari informasi di internet, Masjid Raya ini ternyata sudah berdiri sejak tahun 1949. Karena banyaknya kebocoran disana-sini, serta untuk menambah jumlah kapasitas jamaah, Masjid pun akhirnya di renovasi total pada akhir tahun 1999 dan selesai pertengahan tahun 2005. Peresmian penggunaan kembali masjid ini dilakukan oleh Bapak Jusuf Kalla yang saat itu menjabat sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia.

Read more

Time to play at Trans Studio Makassar

Trans Studio Makassar (TSM), sebuah theme park indoor yang konon merupakan salah satu theme park indoor terbesar di dunia. Dibangun di atas lahan sebesar 2.7 hektar, trans studio theme park menyajikan 21 wahana permainan yang terdiri dari 15 wahana permainan dan 6 wahana utama. Tiket masuk ke TSM dibagi menjadi dua macam. Tiket standard adala 100.000 untuk bermain di 15 wahana permainan. Jika ingin menikmati 6 wahana utama yakni Bioskop 4D, Jelajah, Dunia Lain, Dragons Tower, Magic Thunder Coaster dan Kids Studio, maka pengunjung harus merogoh kocek 50.000 rupiah lagi. Tapi untuk hari Senin s/d Jumat, cukup dengan 100.000 rupiah bisa untuk bermain di seluruh wahana.

Sudah jauh-jauh ke Makassar, tidak lengkap rasanya kalau tidak meluangkan waktu ke TSM. Meskipun sudah tidak terlalu muda lagi, tapi boleh dong bermain-main :). Selain untuk melepas penat, bermain aneka wahana seru seperti di TSM seolah-olah menguji kami, apakah kami masih bernyali seperti di masa kuliah dulu.

Read more

Romantisme Pantai Losari

Berkunjung ke Makassar, tak lengkap rasanya jika belum menjejakkan kaki ke Pantai Losari. Di setiap brosur wisata, poster ataupun pamflet tentang wisata Makassar, foto pantai losari selalu menjadi menu utama didalamnya.

Panta Losari menjelang matahari terbenam
Panta Losari menjelang matahari terbenam

Pantai Losari sebenarnya bukanlah sebuah pantai berpasir seperti pantai kuta, pantai parangtritis ataupun pantai kenjeran Surabaya, tetapi hanyalah sebuah bangunan beton untuk menahan air laut yang terhampar di pesisir barat kota Makassar.

Read more

Semilir Angin Samalona dan Kokohnya Fort Rotterdam (Makassar Day 1)

Makassar, ibu kota propinsi Sulawesi Selatan ini, sudah mempesonaku sejak pesawat citilink GA072 mendarat dengan mulus di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar. Sebuah bandara yang luar biasa cantik dengan perpaduan arsitektur modern minimalis yang ramah lingkungan dengan bangunan khas Sulawesi Selatan, tepatnya Tana Toraja. Dari beberapa bandara yang sudah pernah kusinggahi di Indonesia, bandara ini menurutku yang terindah.

Bangunan artistik di bandara Sultan Hasanuddin seolah menjadi gerbang eksotisnya pariwisata Sulawesi Selatan yang sesaat lagi akan kami jelajahi. Aga Kareba!!

Read more