Kenjeran, Surga Fotografi Surabaya

Bagi warga Surabaya pastinya tidak akan asing dengan nama Kenjeran. Yap, pantai yang terletak di pesisir timur laut Surabaya itu adalah salah satu destinasi wisata favorit warga Surabaya.

Kalau dilihat, sebenarnya pantai ria kenjeran ini tidaklah istimewa. Atau bisa dibilang sangat jauh dari kata indah. Jika ingin berenang di pantai, bermain riak ombak yang memecah pantai ataupun hanya sekedar menikmati pantai yang landai dengan pemandangan laut yang menghijau, Kenjeran bukanlah tempat yang tepat. Sepanjang mata memandang disini, yang tampak hanyalah sedimen lumpur kecokelatan. Lumpur ini memenuhi area pantai hingga sejauh sekitar 1 km dari bibir pantai. Jadi boro-boro mau berenang, lha wong air lautnya saja tidak bisa mencapai bibir pantai.

Tapi, bagi para fotografer, kenjeran adalah salah satu surga fotografi di Surabaya. Setiap hari, utamanya di hari libur, banyak sekali penggemar fotografi yang datang ke kenjeran. Mereka biasanya datang di pagi hari, menjelang matahari terbit. Memang, waktu terbaik untuk berburu foto di Kenjeran adalah pagi hari, karena memang lokasi pantai yang menghadap ke arah timur.

Read more

Time to play at Trans Studio Makassar

Trans Studio Makassar (TSM), sebuah theme park indoor yang konon merupakan salah satu theme park indoor terbesar di dunia. Dibangun di atas lahan sebesar 2.7 hektar, trans studio theme park menyajikan 21 wahana permainan yang terdiri dari 15 wahana permainan dan 6 wahana utama. Tiket masuk ke TSM dibagi menjadi dua macam. Tiket standard adala 100.000 untuk bermain di 15 wahana permainan. Jika ingin menikmati 6 wahana utama yakni Bioskop 4D, Jelajah, Dunia Lain, Dragons Tower, Magic Thunder Coaster dan Kids Studio, maka pengunjung harus merogoh kocek 50.000 rupiah lagi. Tapi untuk hari Senin s/d Jumat, cukup dengan 100.000 rupiah bisa untuk bermain di seluruh wahana.

Sudah jauh-jauh ke Makassar, tidak lengkap rasanya kalau tidak meluangkan waktu ke TSM. Meskipun sudah tidak terlalu muda lagi, tapi boleh dong bermain-main :). Selain untuk melepas penat, bermain aneka wahana seru seperti di TSM seolah-olah menguji kami, apakah kami masih bernyali seperti di masa kuliah dulu.

Read more

Romantisme Pantai Losari

Berkunjung ke Makassar, tak lengkap rasanya jika belum menjejakkan kaki ke Pantai Losari. Di setiap brosur wisata, poster ataupun pamflet tentang wisata Makassar, foto pantai losari selalu menjadi menu utama didalamnya.

Panta Losari menjelang matahari terbenam
Panta Losari menjelang matahari terbenam

Pantai Losari sebenarnya bukanlah sebuah pantai berpasir seperti pantai kuta, pantai parangtritis ataupun pantai kenjeran Surabaya, tetapi hanyalah sebuah bangunan beton untuk menahan air laut yang terhampar di pesisir barat kota Makassar.

Read more

Semilir Angin Samalona dan Kokohnya Fort Rotterdam (Makassar Day 1)

Makassar, ibu kota propinsi Sulawesi Selatan ini, sudah mempesonaku sejak pesawat citilink GA072 mendarat dengan mulus di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar. Sebuah bandara yang luar biasa cantik dengan perpaduan arsitektur modern minimalis yang ramah lingkungan dengan bangunan khas Sulawesi Selatan, tepatnya Tana Toraja. Dari beberapa bandara yang sudah pernah kusinggahi di Indonesia, bandara ini menurutku yang terindah.

Bangunan artistik di bandara Sultan Hasanuddin seolah menjadi gerbang eksotisnya pariwisata Sulawesi Selatan yang sesaat lagi akan kami jelajahi. Aga Kareba!!

Read more

Menaklukan Makassar

Pada bulan Maret 2012 ini, perjalanan geografiku sampai pada kota di selatan pulau Sulawesi, Makassar. Ini adalah persinggahan pertamaku di kota yang dulunya pernah bernama Ujung Pandang ini. Alhamdulillah dan Aga Kareba! Itulah 2 kalimat pertamaku setelah pesawat citilink dengan nomor penerbangan GA072 mendarat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar.

Jika selama 6 bulan terakhir ini, kisah perjalananku kebanyakan tentang pariwisata negeri tetangga, kini akhirnya aku bisa menuliskan kembali rekam jejakku di tanah airku tercinta, Indonesia.

Miris memang, sebagai orang Indonesia, dalam 6 bulan terakhir ini, aku lebih sering jalan ke negeri tetangga daripada ke negeri sendiri. Ini bukan berarti bahwa aku tidak mencintai pariwisata negeri sendiri ataupun meremehkan. Hanya saja, penawaran untuk jalan-jalan hemat adanya malah untuk perjalanan ke luar negeri. Apa boleh buat, aku pun lebih memilih untuk berkelana kesana.

Read more