Berjumpa Ranu Kumbolo, Sang Danau Impian

Orang bilang tanah kita tanah surga

Sepenggal bait dari lagu berjudul Kolam Susu milik grup legendaris Koes Plus membuka postingan kali ini. Seuntai kalimat yang sangat pas menggambarkan keindahan negeri kita, Indonesia. Surga dunia, heaven of earth, begitulah kata para wisatawan mancanegara, berceceran di wilayah zamrud khatulistiwa ini, mulai dari sabang sampai merauke. Dan salah satu surga itu bernama Ranu Kumbolo.

Ranu Kumbolo
Ranu Kumbolo

Ranu Kumbolo adalah sebuah danau yang terletak di kaki gunung semeru. Berada pada ketinggian 2400 mdpl (meter diatas permukaan laut), Ranu Kumbolo menyajikan panorama yang mempesona siapa saja yang melihatnya.

Beberapa tahun silam, Ranu Kumbolo adalah salah satu surga tersembunyi di dunia. Hanya sedikit orang yang mengetahuinya. Dan kalaupun tahu, hanya segilintar saja yang bersedia untuk menjumpainya. Perjalanan yang panjang dengan medan yang cukup berat menjadi alasannya.

Read more

Jelajah Balikpapan

Balikpapan, nama dari sebuah kota modern yang terletak di pesisir timur pulau Kalimantan. Sejak masa penjajahan Hindia Belanda, kota ini menjadi salah satu pusat perekonomian, terutama sejak ditemukannya sumber-sumber minyak. Sejak saat itu, terjadilah eksodus para pekerja di pulau Jawa ke Kalimantan. Sebuah aktivitas yang ternyata berlanjut hingga saat ini.

Bagi propinsi Kalimantan Timur, Balikpapan adalah salah satu kota yang mempunyai peranan penting dalam laju pertumbuhan ekonomi. Selain karena kaya minyak, Balikpapan adalah pintu gerbang utama propinsi ini, yakni melalui Bandar udara internasional Sepinggan dan Pelabuhan Semayang.

Setelah berjibaku dengan project selama 5 hari penuh, saatnya bagi tim untuk pulang kembali ke Jawa. Tapi kali ini aku memilih untuk tetap bertahan dan menghabiskan akhir pekan di Balikpapan. Kebetulan masih ada sisa uang saku dinas luar plus aku ingin mengajak Dewi jalan-jalan di Balikpapan. Baginya, ini adalah pengalaman pertamanya menjejak bumi Kalimantan, sang paru-paru dunia.

Read more

Suatu senja di Mahakam

Sunset atau saat tenggelamnya matahari adalah salah satu saat terindah di muka bumi. Dan seperti yang sudah pernah kutuliskan di postingan sebelumnya, hampir di setiap kota yang kukunjungi, aku selalu berusaha untuk memburu sunset, tak terkecuali di Samarinda.

Masjid Islamic Center tentu saja menjadi lokasi favorit untuk berburu sunset. Masjidnya yang megah dengan arsitektur yang cantik membuat masjid ini akan sangat indah kala waktu sunset tiba. Setelah hunting foto selesai, kegiatan bisa dilanjutkan dengan sholat maghrib berjamaah.

Selain masjid Islamic Center, lokasi lain yang ingin kugunakan untuk perburuan sunset adalah sungai mahakam. Memotret sunset di sungai mahakam dengan latar belakang siluet Masjid Islamic Center tentu saja akan menjadi sebuah foto yang sangat indah. Tapi sayangnya, lensa kameraku tidak mendukung. Lensaku terlalu wide angle sehingga ketika mengambil foto dari seberang sungai yang berhadapan langsung dengan Masjid Islamic Center, hasil foto masjidnya terlalu kecil.

Read more

Makan, makan dan Makan di Samarinda

Bertandang ke kota-kota di Kalimantan Timur, seperti Samarinda, Balikpapan, Bontang ataupun Tarakan, sepertinya tak lengkap kalau belum menyantap aneka olahan sea food. Lebih spesifik lagi, aneka masakan kepiting. Yap, si tuan crabs ini adalah salah satu makanan yang paling banyak diburu di Kalimantan Timur. Saking populernya, aneka jenis masakan kepiting ini menjadi salah satu oleh-oleh khas dari Kalimantan Timur.

Menu Kepiting di Salah satu Rumah Makan di Samarinda, Kalimantan Timur
Menu Kepiting di Salah satu Rumah Makan di Samarinda, Kalimantan Timur

Banyak sekali macam olahan kepiting di Kaltim ini, mulai dari kepiting rebus, kepiting asam manis, kepiting lada hitam, kepiting saus tiram dan masih banyak yang lain. Beberapa contoh yang kusebutkan di atas adalah beberapa yang sudah pernah mampir di lidahku.

Read more

Masjid Islamic Center Samarinda, The Istanbul van Borneo

Jikalau datang ke kota Samarinda, sang ibu kota propinsi Kalimantan Timur, selepas melewati jembatan sungai Mahakam, kita akan disambut oleh sebuah bangunan masjid yang sangat megah dan indah. Itulah Masjid Islamic Center yang merupakan kebanggan kota Samarinda.

Terus terang aku langsung jatuh cinta pada masjid cantik ini pada pandangan pertamaku. Ketika itu mobil yang kutumpangi sejak tiba di bandara ,Sepinggan Balikpapan melewati masjid ini. Saat itu ingin rasanya aku meminta pak sopir untuk berhenti sejenak, sekedar untuk beristirahat dan juga menyempatkan diri untuk sholat. Perjalanan darat 3 jam dari Balikpapan tentunya sangat melelahkan. Tetapi niat itu akhirnya kuurungkan karena kulihat rekan-rekan yang semobil denganku tampak tengah tertidur pulas. Selain memang sudah dekat dengan tempat tujuan, aku merasa tidak perlu terburu-buru karena aku akan berada di Samarinda selama 4 hari.

Read more