Blue hour di Canakkale

Tepat saat adzan Maghrib berkumandang di sebuah sore, di akhir musim dingin, sampailah saya di kota Canakkale, Turki, dengan menumpang kapal feri yang melintasi laut Marmara, dari pelabuhan Kilitbahir. Suasana blue hour menyambut kedatangan saya di salah satu kota yang penuh sejarah bagi bangsa Turki ini.

Suasana Blue Hour di Canakkale
Suasana Blue Hour di Canakkale

Begitu kapal feri bersandar di pelabuhan, saya segera keluar kapal dan siap menghunuskan kamera. Momen blue hour yang hanya 15 sampai 20 menit saja membuat saya harus segera bergerak. Karena tripod tersimpan rapi di dalam koper, dan saya tentu saja akan kehilangan banyak waktu jika harus membongkar koper terlebih dahulu, sehingga jadilah bangku taman, pot bunga ataupun tiang tiang lampu menjadi tripod emergency. Ada beberapa yang saya terpaksa mengambil tanpa bantuan, namun iso saya tinggikan, agar tidak blur.

Read more

Guratan Senja di Kampung Hirata

Guratan Senja di Kampung Hirata

Diantara bebatuan granit berukuran raksasa, dengan ditemani dengan semilir angin dan riak-riak kecil air laut, saya menatap langit barat di suatu sore yang begitu hangat. Sinar sang surya yang sudah tergelincir dari puncaknya itu terasa sangat nyaman. Sayangnya, gugusan awan gelap nan tebal, menutupi hampir sebagian besar kaki langit di ufuk barat hari itu, sehingga keinginan untuk mengantarkan surya, sang bintang senja, menuju peraduannya hari itu tidak bisa terpenuhi. Jadilah, senja di sore itu menjadi senja yang tak sempurna.

Suasana Senja di Pantai Tanjung Tinggi, Belitung
Suasana Senja di Pantai Tanjung Tinggi, Belitung

Mungkin senja sore itu bukanlah senja terindah yang pernah saya saksikan. Tetapi bagi saya, tetap terasa spesial. Senja sore itu adalah senja pertama setelah gerhana matahari total yang terjadi beberapa jam sebelumnya. Lebih istimewa lagi, saya menikmati senja itu di sebuah tempat yang tidak biasa, di sebuah pantai bernama Tanjung Tinggi, di negeri laskar pelangi, di kampung Andrea Hirata, Belitung.

Read more