Menikmati Street Food ala Jogja

Menikmati Street Food ala Jogja

Malam itu disebuah kedai di pinggir jalan. Seseorang meletakkan sebuah gelas kaca berukuran sedang di sebuah meja. Kedalam gelas itu, dituangkan satu sendok makan kopi bubuk yang ditemani satu sendok makan gula pasir. Sesaat kemudian seseorang itu mengangkat sebuah teko dari atas kompor. Asap tidak henti-hentinya mengepul dari dalam teko.

Seseorang itu kemudian mendekatkan teko tersebut pada gelas dan menumpahkan beberapa mili liter air mendidih yang ada didalamnya, kedalam gelas. Air yang tertuang kedalam gelas itu pun berubah warna menjadi hitam setelah tercampur dengan bubuk kopi dan gula. Agar lebih menyatu, air, kopi dan gula itu diaduk dengan menggunakan sendok. Setelah adukan dirasa cukup, seseorang itu mengambil sebuah potongan kecil arang yang tampak masih merah membara dari sebuah alat pemanggang, untuk kemudian dimasukkan ke dalam segelas kopi. Terdengar suara joss dari dalam gelas. Dan kopi jos pun siap untuk dinikmati.

Segelas Kopi Joss
Segelas Kopi Joss. Picture taken from kopistory.com

Dengan penuh keraguan dan juga penasaran, aku mencoba menikmati kopi jos yang terhidang didepanku. Sesap demi sesap, aku merasakan tidak ada yang berbeda dengan rasa kopinya. Menurut sang penjual, arang pada kopi jos memang tidak mempengaruhi rasa kopi. Juga tidak berbahaya bagi peminumnya, tetapi justru menyehatkan karena menurunkan kadar kafein dalam kopi. Benar atau tidak, aku tidak tahu.

Read more