Mengenang Momen Indah bersama Laskar Gerhana (Bagian 3)

Mengenang Momen Indah bersama Laskar Gerhana (Bagian 3)

Pagi itu, 9 Maret 2016, di tengah lautan, diantara air yang beriak, di atas geladak kapal Bintang Laut, disanalah kami, para Laskar gerhana berada. Sudah sejak pukul 3 pagi dini hari, kami berada di atas kapal milik Badan Keamanan Laut (Bakamla) tersebut. Sudah banyak hal yang kami lakukan disana, mulai dari berkenalan, bercengkerama, berdendang, sholat subuh berjamaah, sholat gerhana berjamaah hingga mengamati fase gerhana matahari total bersama-sama.

Pemandangan di sekitar pulau Belitung
Pemandangan di sekitar pulau Belitung

Setelah lebih dari enam jam bersama, kini sudah waktunya bagi para laskar gerhana berpisah dengan kapal Bintang Laut. Kapal akan kembali ke pelabuhan Tanjung Batu, sedangkan para laskar gerhana akan melanjutkan perjalanan menjelajahi gugusan kepulauan yang berceceran di sekitar perairan utara pulau Belitung dengan menumpang perahu nelayan.

Suasana berbeda langsung kami rasakan begitu kami memasuki kabin perahu. Gelombang laut yang sejak pagi tadi hanya terasa seperti goyangan kecil di atas kapal Bintang Laut, terasa begitu hebat di atas perahu ini. Kami pun sampai harus berpegangan erat pada tiang dan bangku kapal agar tidak terjatuh.

Read more

Menatap Wajah Baru Mercusuar Pulau Lengkuas, Belitung

Ada yang berbeda dengan penampilan mercusuar di pulau Lengkuas, Belitung saat kunjungan saya bersama Laskar Gerhana, Maret 2016 yang lalu, dengan saat saya bertandang kesana tahun 2014. Awalnya saya tidak terlalu memperhatikannya dengan baik. Tetapi ketika niat saya dan juga rekan Laskar Gerhana untuk menaiki mercusuar dilarang oleh petugas jaga karena alasan tengah direnovasi, saya pun akhirnya mengamati bahwa mercusuar ini sekarang tampak lebih gagah dan lebih bersih.

Mercusuar Pulau Lengkuas tahun 2014
Mercusuar Tahun 2016 Foto By Angela Jennifer (http://sunshineku.com)
Mercusuar Tahun 2016 Foto By Angela Jennifer (http://sunshineku.com)

Dua tahun lalu, saya mendapati cukup banyak karat yang menempel pada dinding luar mercusuar yang memang hampir keseluruhan tubuhnya terbuat dari besi. Saat ini, karat-karat tersebut sudah hilang tak berbekas karena telah dilakukan pekerjaan pelapisan dinding luar mercusuar dengan cat warna putih.

Read more

Lima Aktivitas di Pulau Lengkuas, Belitung

Memiliki luas kurang dari satu hektar, pulau Lengkuas merupakan salah satu dari pulau-pulau kecil yang berceceran di sekitar pulau Belitung. Pulau Lengkuas ini adalah salah satu destinasi utama yang ditawarkan kepada para wisatawan ketika melakukan hoping island di Belitung.

Pulau Lengkuas
Pulau Lengkuas

Bagi saya, pulau Lengkuas ini adalah pulau yang cukup unik. Keunikan yang pertama tentu saja adalah adanya gugusan bebatuan granit yang mengelilingi sekitar pulau. Gugusan bebatuan ini meski tertumpuk secara berantakan, tetapi seolah-olah seperti membentuk sebuah formasi. Ini memang kekhasan tersendiri yang dimiliki oleh pulau maupun pantai yang terletak di propinsi Bangka Belitung ini.

Read more

Trilogi Mercusuar Indonesia

Trilogi Mercusuar Indonesia

Dua bulan yang lalu, saat kaki, tenaga dan semangatku berhasil mengantarkanku, menggapai puncak mercusuar di pulau Lengkuas, kepulauan Belitung, anganku langsung terkenang akan kisah perjalananku ketika mengunjungi Anyer, tiga tahun yang lalu dan bertandang ke pulau Madura, hampir dua tahun yang lalu. Saat itu, aku mengalami perjalanan yang sangat mirip dengan apa yang aku lakukan di pulau Lengkuas, yaitu menaklukan mercusuar.

Mercusuar Cikoneng, Anyer
Mercusuar Cikoneng, Anyer

Mercusuar di pulau Lengkuas, Anyer dan pulau Madura bisa dibilang mercusuar yang kembar identik. Desain bangunannya mirip, tingginya nyaris sama, bahan pembuatnya sama dan dicat dengan warna yang sama. Ini terjadi karena ketiganya memang dibangun di masa yang sama, yakni masa pendudukan kolonial Belanda di Indonesia. Tahun berdirinya pun berdekatan.

Read more

Menjelajah Perairan Utara Belitung

Menjelajah Perairan Utara Belitung

————

“Jika Inggris punya Stonehenge, Indonesia punya gugusan bebatuan Belitung”

————

Mungkin tidak ada pantai di dunia ini yang memiliki keunikan seperti pantai yang sempat kukunjungi sekitar sebulan yang lalu, di hari minggu, di akhir agustus 2014. Jika biasanya, pantai yang eksotis itu identik dengan kombinasi air laut yang jernih dan berwarna hijau toska, garis pantai yang panjang serta pasir pantai yang putih dan lembut, maka untuk pantai yang satu ini berarti statusnya adalah eksotis plus, karena selain memiliki syarat tiga hal yang sudah disebutkan diatas, pantai di sebuah pulau yang terletak di utara laut jawa ini juga dihiasi oleh gugusan bebatuan hitam yang ukurannya super jumbo. Itulah kiranya anugerah yang diberikan oleh Allah kepada pulau Belitung, selain timah tentunya yang sejak dulu menjadi komoditas utama pulau.

Pemandangan Pulau Lengkuas dari atas Mercusuar
Pemandangan Pulau Lengkuas dari atas Mercusuar

Hari itu adalah kali pertama aku melangkahkan kaki di pulau yang sekarang dikenal sebagai Pulau Laskar Pelangi itu. Dan seketika itu aku langsung jatuh hati pada kemolekan pantai-pantainya.

Read more