Kelezatan Dondurma Alias Es Krim Turki

Lembut dan manis. Begitulah respon yang diberikan otak saya begitu lidah saya berpapasan dengan dondurma, atau yang lebih kita kenal dengan es krim Turki, yang melumer di dalam mulut saya. Sungguh sebuah cita rasa es krim yang sangat lezat. Dan kenangan tentang es krim ini adalah salah satu hal terbaik yang tersimpan di memori otak saya di sepanjang perjalanan menyusuri Turki pada bulan Maret 2018 silam.

Penyajian Dondurma (Foto dari www.themadtraveler.com)
Penyajian Dondurma (Foto dari www.themadtraveler.com)

Es krim Turki sangat mudah ditemui di tiap-tiap sudut kota di Turki, utamanya di kota Istanbul. Hampir di setiap lokasi obyek wisata di Turki, seperti Miniaturk, Kawasan Sultanahmed, Grand Bazaar ataupun Taksim Square, kita bisa menjumpai penjual es krim. Kita juga bisa menjumpainya di luar kota Istanbul, misalnya di dekat Goreme Open Air Museum Capadoccia, Mevlana Museum Konya ataupun Ephesus Izmir.

Read more

My First Flying

Hari ini tiba-tiba terkenang cerita penerbangan pertama. Saya pernah menulis ceritanya di blog lama, dan tidak ada salahnya di repost ke blog ini. Banyak hal menarik yang saya baca dari cerita ini, baik dari sisi konten cerita, maupun cara saya menuliskan kisahnya. Ya ini adalah proses belajar saya untuk menulis. Cerita ini sekaligus nostalgia hidup. Kisah ini saya tulis, hanya berselang sehari dari penerbangan pertama saya, jadi saat itu, suasana penerbangan perdana itu masih sangat fresh di benak saya. Adapun cerita adalah sebagai berikut.

Tiket pesawat perdana saya
Tiket pesawat perdana saya

Penerbangan pertama saya terjadi 12 tahun silam, tepatnya pada tanggal 30 Maret 2006 pukul 7 lebih 5 menit. Saat itu saya terbang bersama pesawat boeing 737 seri 300 milik maskapai Air Asia dari bandara Soekarno Hatta, Jakarta, menuju bandara Juanda, Surabaya. Itu adalah kali pertama kaki saya tidak menjejak di Bumi.

Read more

Wongkentir Magazine Edisi 4 Turki

Tiada kata yang bisa saya ucapkan kecuali kalimat syukur, Alhamdulillah. Akhirnya, setelah penantian sangat panjang selama empat tahun, selesai juga edisi keempat dari Wongkentir Magazine. Waktu yang cukup lama antar edis menunjukkan bahwa saya belum memiliki konsistensi dalam menggarap proyek idealis ini. Tapi apapun itu, aku bersyukur, diantara kesibukan, masih sempat menyelesaikannya.

Cover Wongkentir Magazine Volume 4

Di edisi kali ini, saya akan bercerita tentang pengalaman dari perjalanan menyusuri negeri Turki di bulan Maret 2018 silam. Banyak sekali cerita yang saya dapatkan selama perjalanan ini. Sejauh ini, sampai tulisan ini diposting, saya berhasil membuat 18 artikel tentang Turki di blog ini, dimana beberapa diantaranya saya publish di versi majalah ini. Saya juga membekukan cukup banyak frame. Dengan begitu banyaknya content, majalah ini pun terbit dengan jumlah halaman yang cukup fantastis, 52 halaman.

Turki adalah salah satu negara unik di dunia karena letaknya yang berada di dua benua, Eropa dan Asia. Hasilnya, perpaduan budaya antara Eropa dan Asia sangat terasa di sana, terutama di kota Istanbul yang merupakan kota terbesar di Turki.

Read more

Kelezatan Kudapan Khas Turki, Baklava dan Kunefe

Perjalanan ke Turki, bulan Maret 2018 silam, merupakan perjalanan yang sungguh tidak terlupakan bagi saya. Perjalanan ke Turki, sejauh ini adalah perjalanan terjauh yang pernah saya tempuh. Kemudian saya bertemu dengan reruntuhan kuno ala bukit akropolis Yunani, meskipun dengan skala yang lebih kecil. Saya juga berkesempatan untuk menunaikan sholat berjamaan di Blue Mosque. Dan satu hal lagi yang membuat saya masih terkenang akan perjalanan ke Turki beberapa bulan silam, dua kudapan khas dari negeri asal mula bunga Tulip ini, Baklava dan Kunefe.

Baklava Turki
Baklava Turki
Kunefe Khas Turki
Kunefe Khas Turki

Saya mencicipi Baklava untuk pertama kalinya di kota Istanbul, tepat di dua hari terakhir, sebelum kami terbang kembali ke tanah air. Saat itu, tanpa sengaja, setelah makan malam, saya dan rombongan melewati salah satu toko Baklava. Kami pun singgah sejenak. Senyum ramah pramuniaga toko menyambut kedatangan kami. Sejurus kemudian, tanpa kami minta, sang pramuniaga memotong sedikit Baklava yang ada di loyang untuk kami cicipi. Ah, sebuah konsep marketing yang menarik. Begitu Baklava mendarat di lidah, saya merasakan sebuah sensasi rasa yang sangat lezat dan legit.

Read more

Cerita Foto – Sebuah Senja di Istanbul

Hari itu jarum jam sudah menunjukkan pukul 7 petang, namun suasana di kota Istanbul masih cukup terang. Pusat pertokoan paling tersohor, grand Bazaar sudah menutup sebagian pintunya. Pintu untuk masuk ditutup, sedangkan pintu untuk keluar masih terbuka. Sore itu, saya tengah berada tak jauh dari Grand Bazaar. Saya tengah menunggu beberapa rekan rombongan travel yang masih asyik berbelanja di Grand Bazaar. Sambil menunggu, saya iseng menghunus kamera saya, bersiap untuk sebuah momen yang mungkin bisa saya dapatkan.

Suasana Senja di kawasan Grand Bazaar, Istanbul
Suasana Senja di kawasan Grand Bazaar, Istanbul

Sebuah tram kemudian datang melintasi jalanan. Sebenarnya ini pemandangan biasa di Istanbul, namun bagi saya, ini sungguh luar biasa. Ini pertama kalinya saya melihat tram. Sebenarnya bentuk tram tidak jauh beda seperti kereta api, terutama kereta api listrik, karena tram biasanya menggunakan listrik sebagai sumber tenaganya. Hanya saja pintu tram biasanya lebih rendah, bahkan terkadang nyaris sejajar dengan tanah. Saking terpesonanya, saya tidak sempat memotret tram yang baru lewat tadi.

Read more