Singgah di Pare-pare

Sore itu aku berada di sebuah mobil yang menderu cukup kencang. Jalanan yang cukup bagus dan sepi menjadi alasan kenapa pak supir berani memacu kendaraannya di kisaran 80 hingga 100 km / jam. Sudah lebih dari 3 jam lamanya aku berada di dalam mobil, sejak pesawat Garuda Indonesia yang membawaku terbang dari Surabaya menuju Makassar mendarat dengan mulus di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar. Ini adalah perjalananku yang kedua di Sulawesi Selatan.

Selang beberapa menit kemudian, Pak Supir berseru, “kita hampir sampai di Pare-pare. Itu tandanya.” Tangannya menunjuk sebuah gapura bertuliskan, “Selamat datang di kota kelahiran Presiden RI ke-3, Prof. BJ.Habibie”. Ditengah lelah dan kantuk yang masih menyerang, aku berusaha melihat gapura yang ditunjuk oleh sang supir. Saat aku berusaha mengambil kamera untuk mengabadikan gapura itu, aku terlambat. Kecepatan mobil lebih cepat sepersekian detik daripada kecepatan tanganku mengambil kamera. Saat aku sudah siap memotret, gapura itu sudah terlewat. Welcome to Pare-pare.

Read more

Time to play at Trans Studio Makassar

Trans Studio Makassar (TSM), sebuah theme park indoor yang konon merupakan salah satu theme park indoor terbesar di dunia. Dibangun di atas lahan sebesar 2.7 hektar, trans studio theme park menyajikan 21 wahana permainan yang terdiri dari 15 wahana permainan dan 6 wahana utama. Tiket masuk ke TSM dibagi menjadi dua macam. Tiket standard adala 100.000 untuk bermain di 15 wahana permainan. Jika ingin menikmati 6 wahana utama yakni Bioskop 4D, Jelajah, Dunia Lain, Dragons Tower, Magic Thunder Coaster dan Kids Studio, maka pengunjung harus merogoh kocek 50.000 rupiah lagi. Tapi untuk hari Senin s/d Jumat, cukup dengan 100.000 rupiah bisa untuk bermain di seluruh wahana.

Sudah jauh-jauh ke Makassar, tidak lengkap rasanya kalau tidak meluangkan waktu ke TSM. Meskipun sudah tidak terlalu muda lagi, tapi boleh dong bermain-main :). Selain untuk melepas penat, bermain aneka wahana seru seperti di TSM seolah-olah menguji kami, apakah kami masih bernyali seperti di masa kuliah dulu.

Read more

Romantisme Pantai Losari

Berkunjung ke Makassar, tak lengkap rasanya jika belum menjejakkan kaki ke Pantai Losari. Di setiap brosur wisata, poster ataupun pamflet tentang wisata Makassar, foto pantai losari selalu menjadi menu utama didalamnya.

Pantai Losari sebenarnya bukanlah sebuah pantai berpasir seperti pantai kuta, pantai parangtritis ataupun pantai kenjeran Surabaya, tetapi hanyalah sebuah bangunan beton untuk menahan air laut yang terhampar di pesisir barat kota Makassar.

Read more

Semilir Angin Samalona dan Kokohnya Fort Rotterdam (Makassar Day 1)

Makassar, ibu kota propinsi Sulawesi Selatan ini, sudah mempesonaku sejak pesawat citilink GA072 mendarat dengan mulus di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar. Sebuah bandara yang luar biasa cantik dengan perpaduan arsitektur modern minimalis yang ramah lingkungan dengan bangunan khas Sulawesi Selatan, tepatnya Tana Toraja. Dari beberapa bandara yang sudah pernah kusinggahi di Indonesia, bandara ini menurutku yang terindah.

Bangunan artistik di bandara Sultan Hasanuddin seolah menjadi gerbang eksotisnya pariwisata Sulawesi Selatan yang sesaat lagi akan kami jelajahi. Aga Kareba!!

Read more

Menaklukan Makassar

Pada bulan Maret 2012 ini, perjalanan geografiku sampai pada kota di selatan pulau Sulawesi, Makassar. Ini adalah persinggahan pertamaku di kota yang dulunya pernah bernama Ujung Pandang ini. Alhamdulillah dan Aga Kareba! Itulah 2 kalimat pertamaku setelah pesawat citilink dengan nomor penerbangan GA072 mendarat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar.

Jika selama 6 bulan terakhir ini, kisah perjalananku kebanyakan tentang pariwisata negeri tetangga, kini akhirnya aku bisa menuliskan kembali rekam jejakku di tanah airku tercinta, Indonesia.

Miris memang, sebagai orang Indonesia, dalam 6 bulan terakhir ini, aku lebih sering jalan ke negeri tetangga daripada ke negeri sendiri. Ini bukan berarti bahwa aku tidak mencintai pariwisata negeri sendiri ataupun meremehkan. Hanya saja, penawaran untuk jalan-jalan hemat adanya malah untuk perjalanan ke luar negeri. Apa boleh buat, aku pun lebih memilih untuk berkelana kesana.

Read more