Mengabadikan Masjid Nabawi

Bagi saya, dipandang dari sisi manapun, Masjid Nabawi akan selalu terlihat sangat indah. Mendapatkan kesempatan memotret masjid yang sangat dicintai Rasulullah itu, merupakan salah satu mimpi saya yang menjadi kenyataan.

Masjid Nabawi, Madinah
Masjid Nabawi, Madinah

Kesempatan memotret Masjid Nabawi untuk pertama kalinya saya dapatkan di hari Kamis 13 April 2017 dini hari. Itulah pertama kalinya saya menjejak masjid Nabawi. Suasana masjid sangat lengang karena masih jam 2 dini hari. Setelah menunaikan sholat sunnah, saya mengambil kamera dan mulai memotret beberapa frame. Saat itu, interior masjid Nabawi yang sangat khas, dengan ratusan tiang yang berjajar dan membentuk sebuah lengkungan di sisi atas, menjadi hal pertama yang saya potret.

Read more

Cerita Pagi di Masjidil Haram

Di tengah pagi yang masih gelap, saya duduk bersama ribuan jamaah sholat Subuh yang memadati Masjidil Haram. Saat itu sholat subuh baru saja selesai ditunaikan. Setelah berdzikir dan berdoa sejenak, beberapa jamaah di sekitarku mulai bangkit dari duduknya dan bergerak menuju Kakbah. Sebagian dari mereka, masih mengenakan pakaian ihram, tapi tidak sedikit pula yang sudah menggunakan pakaian berjahit. Begitu mendapatkan tempat yang cukup nyaman, mereka memulai memutari Kakbah dengan arah berlawanan arah jam. Yap, mereka bergegas untuk thawaf.

Matahari Terbit di Masjidil Haram
Matahari Terbit di Masjidil Haram

Beberapa jamaah yang lain, masih setia duduk. Sebagian besar dari mereka menyibukkan diri dengan mushaf sambil sesekali mendongakkan wajahnya sembari menatap Kakbah. Kemudian dari arah belakang, tiba-tiba saya merasakan sebuah pergerakan yang cukup masif. Ternyata itu gelombang arus dari kaum ibu yang bergerak maju dari shafnya yang di belakang, untuk memulai thawaf ataupun sekedar mendapatkan tempat yang lebih lapang untuk bisa menatap Kakbah.

Read more

Kepak-Kepak Merpati Di Masjid Nabawi

Berfoto diantara kerumunan merpati yang tengah terbang rendah mengepakkan sayap sayapnya, dengan latar belakang bangunan bersejarah, itulah salah satu foto impian saya. Lebih detil lagi, dalam foto itu, saya mengenakan setelan jas, celana jeans dan sepatu. Tak lupa saya harus mengenakan kacamata hitam, karena saya akan berfoto di pagi hari, dengan menghadap matahari, agar mendapatkan background langit biru. Hmm, kira-kira, bagaimana ya tampang saya.

Sejauh ini yang saya tahu, tempat dimana, saya bisa mendapatkan foto dengan gambaran diatas adalah di salah satu kota di benua Eropa. Entah itu di Paris, Milan, Madrid ataupun London. Dan sejauh ini pula, saya ga tahu, kapan ya kira-kira saya bisa kesana.

Masjid Nabawi
Masjid Nabawi

Tapi kemudian, beberapa bulan yang lalu, ketika saya berkesempatan untuk mengunjungi kota yang sangat dicintai oleh Rasulullah, Madinah, saya akhirnya menemukan hal yang saya impikan tadi. Tepatnya di salah satu pintu keluar di sisi utara Masjid Nabawi, dimana disana terdapat sebuah tugu jam yang cukup besar. Disana berkumpul puluhan ekor, atau bahkan mungkin ratusan ekor, burung merpati yang tengah asyik mencari makan. Ketika ada manusia datang mendekat seketika itu mereka akan segera beramai-ramai mengepakkan sayapnya. Dengan anggun mereka terbang rendah untuk berpindah menuju tempat lain, tetapi masih di sekitar tugu jam tersebut.

Read more

Percikan Cahaya di Kota Madinah

Sholat Maghrib baru saja usai. Ketenangan Masjid Nabawi yang sedari tadi terasa, pun berubah menjadi riuh karena langkah serta suara para jamaah sholat Maghrib yang mengantri keluar Masjid. Meski suasana hiruk pikuk sangat terasa, tetapi kondisi sangat tertib.

Masjid Nabawi di Waktu Petang
Masjid Nabawi di Waktu Petang

Saya sendiri saat itu memutuskan untuk bertahan di Masjid Nabawi hingga waktu Sholat Isya’ tiba. Selain karena jarak waktu antara sholat maghrib dan Isya’ yang relatif sempit, saya juga ingin mengistirahatkan kaki sejenak karena terasa cukup pegal setelah seharian menjelajahi Masjid Nabawi dan sekitarnya. Perut juga belum terasa lapar, karena sebelum sholat Maghrib tadi, dua gelas air zam-zam sudah membahasi kerongongan dan lambung.

Suasana masjid Nabawi begitu nyaman untuk I’tikaf. Selain suhu udara yang sejuk, hasil dari kolaborasi penyejuk udara yang terpasang di setiap tiang masjid, permadani yang terhampar di hampir setiap jengkal masjid sangat tebal, sehingga terasa empuk.

Read more

Kenyamanan Ala Vintage di Summerbird Bed And Brasserie Bandung

Bagi saya, Bandung selalu menyimpan sejuta pesona. Dan saya selalu menyiapkan diri akan sebuah kejutan jika berkunjung ke ibukota bumi Parahyangan itu. Seperti saat saya terakhir berkunjung ke Bandung, 14 Mei 2017 silam, dimana saya dikejutkan dengan sebuah pengalaman menginap di sebuah hotel yang, bagi saya, sangat unik.

Summerbird Bed And Brasserie
Summerbird Bed And Brasserie

Saat itu, ada undangan dinas dari kantor, untuk melakukan benchmark ke salah satu perusahaan yang berkantor pusat di Bandung, di keesokan harinya, Senin pagi, 15 Mei 2017. Dikarenakan undangan mendadak ditambah lagi saat itu adalah masa akhir dari long weekend, maka seluruh tiket pesawat hari untuk Senin pagi maupun Minggu siang hingga malam sudah habis. Nasib tiket kereta api pun setali tiga uang. Pilihan satu-satunya yang bisa saya lakukan adalah terpaksa mengakhiri akhir pekan bersama keluarga lebih cepat dengan berangkat hari Minggu subuh dari Surabaya.

Sebagai kompensasi atas “liburan tak terduga” di Bandung ini, maka hal pertama yang saya pikirkan saat itu adalah berusaha untuk mendapatkan banyak manfaat. Ya sebagai blogger dan fotografer amatiran seperti saya, manfaat yang ingin diambil ya ga jauh-jauh dari cerita, untuk bahan postingan blog, ataupun foto. Untuk itulah, saat memilih hotel untuk menginap selama satu malam, saya sengaja memilih hotel yang unik. Karena baru saja melewati masa long weekend, maka rate hunian hotel di Bandung saat itu relatif murah. Beberapa hotel berbintang empat, menawarkan harga sekitar 400 hingga 500 ribuan untuk kamar tanpa sarapan. Dan beberapa hotel tersebut yang saya tahu, memiliki desain arsitektur yang unik ataupun terletak di daerah yang cukup ramai seperti Dago ataupun Braga.

Read more