Sebuah Keseruan di Dusun Adat Sasak Sade, Lombok

Sebuah sabetan rotan penuh tenaga dari seorang pemuda sasak, mendarat dengan telak di pinggang lawan. Di satu sisi sang pemuda berhasil meredam serangan serupa, yang mengincar bahunya, dengan tamengnya. Lawan pun jatuh terjerembab di tanah dengan teriakan kesakitan yang menyayat, tapi hebatnya, sikapnya masih menunjukkan kewaspadaan akan serangan serangan berikutnya.

Tari Peresean, Suku Sasak Lombok, NTB
Tari Peresean, Suku Sasak Lombok, NTB

Sang pemuda yang berada dalam posisi diatas angin, kembali berusaha untuk menyerang kembali lawannya yang sudah dalam posisi tertekan, tapi kemudian dua orang yang bertindak sebagai wasit menahannya dan kemudian menyatakan bahwa sang pemuda sudah menjadi pemenang. Pertarungan alot yang sudah berlangsung selama sekitar 5 menit pun berakhir.

Tari Peresean, Suku Sasak, Lombok
Tari Peresean, Suku Sasak, Lombok
Tari Peresean, Suku Sasak, Lombok
Tari Peresean, Suku Sasak, Lombok

Sang pemuda kemudian mengulurkan tangannya ke sang lawan, untuk membantu sang lawan bangkit. Setelah semuanya berdiri, mereka berdua saling bersalaman dan berpelukan, seraya kemudian memberikan salam pada para pengunjung. Tepuk tangan pun membahana di seantero kampung.

Awalnya saya mengira, pertarungan yang baru saja terjadi adalah latih tanding. Ternyata saya salah. Yang baru saja saya saksikan ternyata adalah salah satu tarian tradisional suku Sasak, tari Peresean. Dahulunya, tari peresean adalah sebuah tarian yang memang digunakan untuk melatih prajurit perang suku Sasak, namun sekarang, tari peresean dimainkan sebagai bagian dari upacara adat suku, dan dianggap sebagai salah satu media untuk meminta hujan.

Dusun adat Sasak, Sade, Rembitan-Lombok
Dusun adat Sasak, Sade, Rembitan-Lombok

Pertunjukkan yang sangat seru dan menegangkan ini bisa disaksikan di desa adat Sade, salah satu desa tradisional di pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Saking serunya, tak jarang para penonton, terutama para wanita, berteriak histeris ketika para penari saling menghantamkan rotannya.

Setelah pertunjukkan selesai, para pengunjung yang gagah berani diberi kesempatan untuk mencoba pertarungan ala tari peresean ini. Saya sebenarnya ingin mencoba, tetapi karena saya dan rombongan berkunjung di hari Jumat siang, maka waktu kunjungan sangat terbatas karena harus segera menunju masjid untuk menunaikan sholat Jumat.

Selain tari Peserean, pengunjung di kampung Sade juga akan disuguhi beberapa tarian lain seperti Tari Gendang Beleq. Fisik yang kuat menjadi syarat untuk bisa memainkan tari Gendang Beleq karena di tari ini, penari harus membawa gendang yang berukuran sangat besar. Tari gendang beleq ini adalah tari untuk upacara penyambutan para prajurit yang baru datang dari perang.

Tari Gendang Beleq, Suku Sasak, Lombok, NTB
Tari Gendang Beleq, Suku Sasak, Lombok, NTB

Lalu ada tari Petuk, tari yang dimainkan dua orang anak laki-laki yang bertujuan untuk menghibur teman-temannya yang baru dikhitan.

Tari Petuk, Suku Sasak, Lombok, NTB
Tari Petuk, Suku Sasak, Lombok, NTB

Selain tarian, di desa Sade, pengunjung juga bisa melihat rumah adat khas suku Sasak yang asli. Rumah yang berbentuk seperti gunungan dengan berbahan dasar bambu. Rangka bambu ini kemudian ditutup dengan jerami ataupun akar tanaman alang-alang. Untuk lantainya, rumah adat sasak Sade ini menggunakan tanah dengan campuran batu bata, abu jerami dan juga getah pohon. Hal yang paling unik dari rumah adat Sasak Sade ini adalah penggunaan kotoran ternak mereka, kerbau dan sapi, yang sudah dibakar dan dihaluskan untuk melumuri lantai rumah. Infonya, selain untuk mencegah lantai dari pecah-pecah ataupun keretakan, kotoran ternak ini juga menjadi pengusir alami bagi nyamuk.

Di desa adat sasak Sade ini, pengunjung juga bisa menikmati keindahan kerajinan tenun khas Lombok, sekaligus melihat proses pembuatannya yang masih sangat tradisional. Satu kain tenun membutuhkan waktu pembuatan sekitar satu hingga dua bulan, tergantung panjang kain dan kerumitan desainnya.

Lokasi desa adat Sasak Sade jaraknya tidak terlalu jauh dari Bandara Internasional Lombok. Kurang lebih sekitar 15-20 menit berkendara. Hampir setiap penawaran paket wisata ke pulau Lombok, desa adat yang terletak di daerah Rembitan ini, masuk ke dalam itinerary wajib kunjungan karena kekhasannya dan keunikannya.

Yuk belajar kekayaan budaya Indonesia di desa adat Sasak, Sade, Lombok.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*