Menapaki Misteri Arkeologi di Situs Megalitikum Gunung Padang

Nafas saya begitu berat dan kaki ini mendadak terasa sangat berat. Peluh hampir membasahi seluruh baju yang saya kenakan. Dengan lesu saya mendongak ke atas bukit, mencoba mencari puncak yang hendak saya gapai. Tetapi puncak masih belum terlihat. Entahlah, mendadak saya seperti merasa bukit ini seperti tidak memiliki puncak.

Situs Megalitikum Gunung Padang
Pelataran 1 Situs Megalitikum Gunung Padang

Tapi kemudian, semangat itu datang lagi. Saya berjanji, saya tidak akan menyerah. Diantara nafas yang tersengal, saya terus menapaki tangga menanjak yang ada di hadapan saya. Sudah sepuluh menit, saya menapaki satu persatu anak tangga disini sejak di kaki bukit tadi. Jadi amat disayangkan jika saya harus berhenti disini.

Badan memang terasa remuk redam karena semalaman tidak bisa tidur nyenyak di mobil plus agenda penjelajahan keliling Bandung yang melelahkan, tapi saya harus lanjut. Untungnya sore itu, cuaca cukup bersahabat. Matahari sudah tidak terlalu terasa panas. Langit juga berawan sehingga hawa menjadi terasa lebih sejuk.

Lima menit kemudian, sampailah saya di puncak yang memiliki ketinggian sekitar 885 mdpl. Selamat datang di Situs Megalitikum Gunung Padang, Cianjur, Jawa Barat, tepatnya di perbatasan Dusun Gunungpadang dan Panggulan, Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Begitu kaki ini menjejak puncak bukit, saya langsung disuguhi sebuah pemandangan yang sangat mengagumkan. Sebuah kumpulan serakan bebatuan yang begitu banyak, tetapi terususun cukup rapi. Kumpulan bebatuan ini seperti menjadi semacam sekat dalam sebuah bangunan tanpa dinding dan tanpa atap.

Batu-batuan ini bukan batuan yang biasa. Dari beberapa referensi yang saya baca, batuan di Situs Megalitikum Gunung Padang ini adalah jenis batuan andesit besar yang padat dan sangat berat. Hanya saja masih menjadi pertanyaan, bagaimana bebatuan ini berasal. Apakah dari magma yang memadat, atau dari apa. Lalu apakah sejak awal di puncak bukit, atau dibawa dari dasar bukit atau suatu daerah tertentu. Kalaupun memang awalnya bukan dipuncak bukit, maka mustahil jika batu-batu ini dibawa dari dasar bukit tanpa menggunakan peralatan. Hal yang memberikan sebuah keyakinan pada para arkeolog bahwa kebudayaan warga sekitar Situs Megalitikum Gunung Padang di masa lalu cukup tinggi.

Ada sebuah ciri yang cukup unik dari bebatuan yang ada di Situs Megalitikum Gunung Padang ini, salah satunya adalah hampir semua bentuknya memanjang seperti balok, tetapi memiliki lima sisi atau pentagon. Tapi bentuknya bukanlah bentuk segi lima yang beraturan.

Situs Megalitikum Gunung Padang
Batuan andesit di Situs Megalitikum Gunung Padang

Dari seorang warga lokal yang merangkap sebagai pemandu wisata, saya mendapatkan informasi bahwa puncak Situs Megalitikum Gunung Padang ini terbagi dalam lima lantai atau tingkat atau teras atau warga disini menyebutnya pelataran. Antara pelataran yang satu dengan pelataran yang lain dipisahkan oleh perbedaan tinggi yang hanya sekitar 50 cm saja, kecuali pelataran 1 dan 2 yang memiliki perbedaan tinggi sekitar 1,5 meter. Kelima pelataran itu dibangun dengan susunan simetris, dan bukan semakin mengerucut dari pelataran 1 hingga pelataran 5.

Situs Megalitikum Gunung Padang
Situs Megalitikum Gunung Padang

Pada pelataran 1 banyak terdapat menhir atay bebatuan yang dipasang dengan posisi berdiri tegak seperti tugu. Sekilas seperti melambangkan sebuah pintu masuk. Pada teras ini terdapat puluhan menhir yang disusun berkeliling dan membentuk sebuah ruang persegi. Hal unik yang terdapat di lantai dasar ini adalah adanya batu yang menimbulkan nada suara, padahal sama seperti batuan lainnya, batu ini pejal dan tidak berongga. Warga sini menyebutnya batu gamelan.

Situs Megalitikum Gunung Padang
Batu Gamelan di Situs Megalitikum Gunung Padang

Beranjak ke lantai selanjutnya, tepatnya di pelataran 2 dan 3 terdapat bebatuan yang mempunyai cerukan yang berbentuk seperti sebuah jejak binatang. Entah benar atau tidak, tapi sepertinya tidak mungkin, seekor binatang bisa menginjak bebatuan yang sangat keras dan padat ini hingga meninggalkan jejak. Dari pelataran 2, terdapat sebuah view yang sangat mempesona ketika memandang ke arah pelataran 1.

Situs Megalitikum Gunung Padang
Pemandangan Pelataran 1 Situs Megalitikum Gunung Padang

Pada pelataran empat, terdapat sebuah batu besar, yang mana warga sekitar menyebutnya batu gendong. Konon, menurut sang pemandu wisata, jika ada seseorang yang sanggup mengangkat batu tersebut, maka semua keinginannya akan terwujud.

Pelataran kelima, atau puncak tertinggi dari punden berundak Situs Megalitikum Gunung Padang ini, diyakini sebagai pusat singgasana dari penguasa gunung Padang di masa lalu. Konon, aura di pelataran lima ini sangat kuat.

Kesimpulan yang didapat hingga saat ini, dilihat dari bentuknya, para ahli memperkirakan bahwa bangunan di puncak gunung Padang ini bukanlah sebuah pemukiman, melainkan tempat pemujaan.

Hingga kini, masih banyak hipotesa dan juga analisa yang bertebaran di ruang publik terkait Situs Megalitikum Gunung Padang. Juga masih cukup banyak pihak baik itu akademisi maupun arkeolog yang ingin menggali lebih dalam lagi, misteri yang tersimpan disana. Teori paling populer yag ada adalah di bawah bukit di Situs Megalitikum Gunung Padang ini, masih banyak bebatuan andesit yang masih terkubur hingga saat ini. Ada hipotesa juga bahwa Situs Megalitikum Gunung Padang ini juga memiliki ruangan yang bersemayam didalam tubuh situs megalitikum tersebut. Jika eksplorasi berlanjut, para ahli memperkirakan akan didaptkan sebuah situs yang memiliki ukuran sekitar 10 kali ukuran candi Borobudur serta tinggi 3 kali dari ukuran tinggi Borobudur. Wow, sebuah penemuan yang akan luar biasa besar dan bisa menjadi keajaiban dunia baru.

Situs Megalitikum Gunung Padang
Situs Megalitikum Gunung Padang

Untuk mengunjungi situs bersejarah ini, saya mengikuti paket tur dari sebuah travel agent di Jakarta. Ini adalah cara termudah, termurah dan tercepat untuk menuju Situs Megalitikum Gunung Padang dibandingkan menyewa kendaraan sendiri maupun naik angkutan umum. Harganya cukup terjangkau, mulai dari 200 ribu rupiah untuk paket tur langsung ke Situs Megalitikum Gunung Padang, atau mulai dari 300 ribu rupiah jika ditambah dengan paket berkeliling kota Bandung ataupun berkeliling kota Cianjur. Harga paket ini termasuk sewa kendaraan, biaya makan dan biaya tiket masuk ke lokasi wisata. Untuk keberangkatan, peserta akan diminta untuk berkumpul dulu di sebuah meeting point yang sudah ditentukan. Jika sudah lengkap atau waktu keberangkatan sudah tiba, maka tur akan diberangkatkan.

Jadi untuk rekan-rekan yang ingin berkunjung kesana, tidak perlu repot. Cukup mencari saja travel agen yang banyak tersebar di internet, terutama sosial media seperti twitter atau instagram. Tinggal booking, kemudian berangkat menuju meeting point pada hari yang ditentukan. Nanti pihak travel akan menjemput dan kemudian tinggal duduk manis menikmati petualangan. Pulangnya, pihak travel akan mengantarkan kembali hingga ke meeting point.

4 thoughts on “Menapaki Misteri Arkeologi di Situs Megalitikum Gunung Padang

  • 19/04/2016 at 09:04
    Permalink

    Machu Pichu indonesia ya? wkwkwkwk

    Reply
    • 19/04/2016 at 09:08
      Permalink

      Oh iya, bener-bener, sepertinya cocok kalau diberi nama Machu Pichu van Indonesia 🙂

      Reply
  • 19/04/2016 at 10:37
    Permalink

    Banyak misteri yang menyelimuti Gunung Padang. Banyak juga orang yg bersemedi di situ pada malam hari, malam bulan purnama. Dan kalau tidak salah, perempuan yang sedang datang bulan dilarang untuk naik.

    Reply
    • 19/04/2016 at 11:00
      Permalink

      Yup Bang, katanya kalau malam banyak orang yang bersemedi disana. Tapi untuk perempuan yang sedang datang bulan dilarang naik, saya baru tahu. Soalnya tour leadernya juga ga ngasih tahu.

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*