Teluk Hijau yang Menakjubkan

Ekspresi apa yang akan kalian lakukan jika mendapatkan kebahagiaan yang amat sangat. Berteriak, Tertawa, Melompat-lompat, Berlarian, atau malah menangis? Hari minggu, 12 Januari 2014 yang lalu, aku merasakan kebahagiaan itu. Dan yang aku lakukan adalah berteriak gak jelas lanjut kemudian menangis terharu dan bersujud. Bersyukur kepada Allah telah diberi kesempatan menyaksikan salah satu tempat terindah di muka bumi ini. Subhanallah.

Teluk Hijau, Banyuwangi
Teluk Hijau, Banyuwangi

Namanya Teluk Hijau, atau teluk ijo kalau orang-orang lokal bilang. Kalau orang-orang bule menyebutnya Green Bay. Lokasinya berada di pesisir selatan pulau jawa, tepatnya di Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, sekitar 90 km arah barat daya dari kota Banyuwangi, dan masuk dalam wilayah Taman Nasional Meru Betiri.

Melihat Teluk Hijau, mengingatkanku pada Maya Bay, sebuah teluk yang sangat terkenal didunia yang berlokasi di gugusan kepulauan Phi-phi, di Krabi, Thailand, yang kebetulan aku sudah pernah kesana tahun 2012 silam. Hanya saja bedanya, jika Maya Bay berada pada sebuah pulau kecil, sedangkan teluk hijau masih menjadi bagian dari pulau Jawa. Sama seperti Maya Bay, teluk hijau juga dikelilingi tebing-tebing tinggi yang menghijau. Saking miripnya, aku pernah berkicau di twitter beberapa saat setelah mengakhiri kunjungan di Teluk Hijau, Kalau Phuket punya Maya Bay, maka Banyuwangi punya Green Bay. Hanya saja ternyata warga disini lebih suka jika lokasi wisata ini disebut Teluk Ijo atau Teluk Hijau sesuai dengan bahasa Indonesia, sebagai identitas serta untuk menunjukkan pada dunia bahwa teluk itu berada di wilayah Indonesia.

——————————

——————————

Untuk menuju teluk hijau dari kota Banyuwangi, terlebih dahulu kita harus menuju Pantai Rajegwesi. Untuk menuju Pantai Rajegwesi bisa menggunakan mobil pribadi atau menyewa mobil trooper. Disarankan menggunakan mobil trooper karena medan yang akan dilalui cukup berat. Untuk menyewa trooper, bisa menghubungi dinas pariwisata Kab Banyuwangi atau juga bisa mencari informasi di www.sunriseofjava.com.

Perjalanan dari Kota Banyuwangi menuju Pantai Rajegwesi memakan waktu sekitar 3 jam. Di sekitar satu setengah jam awal perjalanan, jalanan relatif mulus. Setelah melewati pos perkebunan milik PTPN XII, jalanan berubah menjadi off road karena memasuki areal perkebunan. Memang rasanya kurang nyaman, tapi justru inilah serunya petualangan menuju teluk hijau.

Setelah sampai di Pantai Rajegwesi, ada dua cara yang bisa dilakukan untuk mencapai teluk hijau.

Cara pertama adalah dengan berjalan kaki atau trekking menyusuri tebing dan lembah selama kurang lebih satu jam. Cara ini memang cukup melelahkan dan sulit. Apalagi jika kesana pada saat musim hujan seperti yang aku dan rekan-rekan dblogger alami. Jalan setapak menuju teluk hijau menjadi licin dan penuh lumpur. Jika tidak berhati-hati, maka kita bisa tergelincir. Cara pertama memang agak susah dan berat, tetapi sebagai gantinya akan sangat banyak pemandangan indah yang tersaji disana yang membuat kita akhirnya harus berhenti untuk berfoto sejenak.

Papan Petunjuk Jalan menuju Teluk Hijau, Banyuwangi
Papan Petunjuk Jalan menuju Teluk Hijau, Banyuwangi
Perjalanan Berat Menuju Teluk Hijau, Banyuwangi
Perjalanan Berat Menuju Teluk Hijau, Banyuwangi
Perjalanan Berat Menuju Teluk Hijau, Banyuwangi
Perjalanan Berat Menuju Teluk Hijau, Banyuwangi
Pemandangan Teluk Hijau, Banyuwangi
Pemandangan Teluk Hijau, Banyuwangi

Salah satu yang menarik jika melalui trekking adalah bertemu dengan sebuah pantai yang dipenuhi banyak batu. Konon dulunya pantai ini berpasir seperti pada umumnya pantai. Tapi sejak terkena tsunami di tahun 1994, mendadak pantai ini dipenuhi oleh banyak batu yang dipercaya awalnya berasal dari dasar laut.

Pantai Batu di sekitar Teluk Hijau, Banyuwangi
Pantai Batu di sekitar Teluk Hijau, Banyuwangi
Pantai Batu di sekitar Teluk Hijau, Banyuwangi
Pantai Batu di sekitar Teluk Hijau, Banyuwangi

Terus terang, saat melihat pantai batu, aku tidak melihat sesuatu yang istimewa pada pantai tersebut kecuali batu itu sendiri dan tebing-tebingnya yang tinggi dan curam. Pantainya tampak biasa saja dengan air laut yang tidak terlalu hijau. Nah, karena teluk hijau berada di balik sebuah tebing tepat di sisi barat pantai batu ini, jadinya ya aku berpikir, mungkin ya wujud teluk hijau ya tidak jauh beda dengan pantai ini. Hanya saja pantainya berpasir.

Tapi ternyata aku salah. Begitu meninggalkan area pantai batu untuk kemudian menyaksikan Teluk Hijau dari balik jalan setapak yang berada di punggungan tebing, seketika itu aku seperti disergap kebahagiaan yang luar biasa. Its amazing beach!!! Aku merasa seperti bukan berada di Indonesia.

Cara kedua, yakni cara tercepat adalah dengan naik perahu selama sekitar 15 menit. Tetapi naik perahu ini juga bukan sesuatu yang mudah, karena butuh nyali besar. Coba bayangkan, naik perahu menyusuri pantai selatan yang terkenal akan keganasan ombaknya serta cerita-cerita yang mistis yang mengiringinya. Jika naik perahu, dijamin sesampainya di teluk hijau, pakaian akan basah oleh air laut, karena terguyur ombak yang kadang bisa mencapai dua hingga tiga meter. Hmm, dijamin, 15 menit akan terasa sangat lama, seperti yang aku rasakan kemarin.

Memang jalan yang ditempuh untuk mencapai teluk hijau relatif tidak mudah. Tapi ketika sampai di sana, semuanya akan terbayar lunas. Betul memang ada pepatah, semakin susah kita meraih sesuatu, berarti sesuatu itu pastinya lebih indah daripada sesuatu yang bisa diraih dengan mudah.

Pantai Teluk Hijau, Banyuwangi
Pantai Teluk Hijau, Banyuwangi
Pantai Teluk Hijau, Banyuwangi
Pantai Teluk Hijau, Banyuwangi
Pantai Teluk Hijau, Banyuwangi
Pantai Teluk Hijau, Banyuwangi

Aku sendiri saat mengunjungi teluk hijau menggunakan kedua cara, yakni berangkatnya menggunakan cara pertama, sedangkan pulangnya menggunakan cara kedua. Kalau boleh memilih, sepertinya aku lebih memilih cara pertama saja, karena sungguh, naik perahu 15 menit menyusuri pantai selatan itu bikin adrenalin naik. Ngerinya mengalahkan kengerian saat naik perahu kora-kora ataupun roller coaster di dufan.

Apapun itu, mari berkunjung ke Teluk Ijo. Bagi teman-teman yang ingin berkunjung ke luar negeri untuk bermain air di pantai seperti ke Phuket, Thailand, urungkan niatnya dulu. Mending datang ke Teluk Hijau, karena Teluk Hijau jauh lebih indah dan tentunya biaya yang dibutuhkan jauh lebih murah. Ayo ke Banyuwangi!!!

24 thoughts on “Teluk Hijau yang Menakjubkan

  • 16/01/2014 at 12:46
    Permalink

    Jadi pengen nyobain ke teluk hijau nihhh, seru banget kayaknyaa

    Reply
  • 16/01/2014 at 16:29
    Permalink

    Alam Indonesia memang mantap ya.
    Padahal Indonesia mempunyai alam yang lebih indah dari negara lain. Tapi warga Indonesia kebanyakan ingin berlibur ke luar negeri.

    Coba saja kunjungi pula biawak di Indramayu ya 🙂

    Salam Blogger!

    Reply
  • 16/01/2014 at 17:10
    Permalink

    baru tau kalau banyuwangi indah banget. Saya pikir cuma daerah biasa aj. *maklum dari sumut

    Reply
  • 17/01/2014 at 05:58
    Permalink

    Wow.. Banyuwangi keren!!! Harus masuk dalam cek list nih, Teluk Hijau..

    Reply
  • 21/01/2014 at 14:01
    Permalink

    akhir tahun kemarin berencana blusukan di banyuwangi. tp batal.
    abis baca postingan ini lgsg nyesel. 😐

    anyway, selamat ya sur
    postingannya menang 😀
    josssss

    “Wah, brarti harus di sempatkan lagi waktunya buat ke Banyuwangi bang :)”

    Reply
  • 13/02/2014 at 18:11
    Permalink

    Kalau dari Banyuwangi naik transportasi apa? Minta tips yg terbaik supaya liburan tidak runyam. Terima kasih

    “Di artikel sudah saya tulis, naik trooper. Untuk sewa bisa menghubungi http://www.sunriseofjava.com atau kontak via twitter @sunriseofjavaID. Terima kasih”

    Reply
  • 04/03/2014 at 08:18
    Permalink

    Suuuurrrrr!
    Seneng banget ngebayanginnya. Ikut deg-degan pas lihat jalur tracking-nya.
    Postingan ini menang kata Depz?
    Waaah, selamat yaaaaa…

    “Alhamdulillah mbak, menang lomba blog :)”

    Reply
  • 14/04/2014 at 14:40
    Permalink

    Halo… mohon tanya kalau mau pakai perahu dari desa mana ?
    email saya di : a*2*d*c*r*i*z*a*l@gmail.com
    (semua * dihapus… :))

    thanks sebelumnya….

    “Naik perahunya dari Pantai Rajegwesi mas”

    Reply
  • 22/04/2014 at 13:34
    Permalink

    suhu mau tanya, ini tempat ada penginapannya gak..? apa emang harus manjat2an..? maklum suhu nubi bukan pecinta alam yang biasa manjat2 atau daki mendaki jadi bakal jauh lebih amatir seoerti suhu….

    “Kalau penginapan di sekitar kota Banyuwangi. Kalau yang didekat Teluk Hijau ya adanya rumah penduduk yang disewakan untuk jadi tempat menginap”

    Reply
  • 03/05/2014 at 08:15
    Permalink

    Subhanallah… ternyata tanah kelahiranqu punya pantai seindah ini.. banyuwangi kota berahmat…

    Reply
  • 05/05/2014 at 10:01
    Permalink

    Bang harga tiket masuknya berapa? Kata temenku sampek 90ribu?
    Mohon bantuannya bang

    “Hmm, saya kurang tahu mas, soalnya waktu itu bersama rombongan blogger. Mohon maaf”

    Reply
  • 12/05/2014 at 12:14
    Permalink

    Rencana malam ini otewe ke banyuwangi, lanjut besok ke teluk hijau. Awalnya diajak rasanya males, tp begitu liat salah satu tujuannya ke teluk hijau jadi semangat. Dari awal nemu artikel tentang teluk hijau, emang udah pengen banget kesana…

    “Have fun ya.. :)”

    Reply
  • 20/05/2014 at 21:56
    Permalink

    difotonya ada akuh *horeeee*

    pasang foto yg banyak mas surrrrr

    “He he he he :D”

    Reply
  • 26/05/2014 at 16:42
    Permalink

    Gak boleh buat camping ya?

    “Kemarin sih liat ada yang camping, tapi sepertinya tidak disarankan ya, mengingat kalau air pasang, bisa2 area pantainya tenggelam”

    Reply
  • 17/11/2014 at 10:53
    Permalink

    That’s really cool and awesome sir. Saya ngga nyesel bercapek2 k sana… ^^

    Reply
  • 13/12/2014 at 18:11
    Permalink

    mau tanya, dulu nyewa troper nya di mana ya? ada CP dan kisaran haraganya gak? mohon informasi. terimakasih 🙂

    “coba kontak sunriseofjava.com saja mbak”

    Reply
  • 20/12/2014 at 12:45
    Permalink

    insyaAllah tgl 2 malem mau otw kesana 🙂 rasanya udh gak sabar pengen main air 😀

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*