Magical Night at KLCC Park

Di era modernisasi seperti sekarang ini, keberadaan sebuah taman kota mutlak diperlukan bagi kota-kota metropolitan seperti Jakarta, Surabaya, Kuala Lumpur, Bangkok dan kota-kota besar lain di seluruh dunia. Selain sebagai paru-paru kota dan ruang terbuka hijau, taman kota ini juga berfungsi sebagai sarana rekreasi dan berkumpul bagi para warga kotanya.

Salah satu taman kota yang indah yang pernah ku singgahi adalah KLCC Park. Terletak di jantung kota Kuala Lumpur, Malaysia, taman kota seluas 20 hektar ini merupakan salah satu kebanggan rakyat Malaysia. Untuk menemukan KLCC park ini tidak terlalu sulit, karena lokasinya yang tepat berada di sekitaran salah satu bangunan ikonik Malaysia, Menara kembar Petronas.

Untuk menuju ke KLCC Park amat sangat mudah. Dengan menumpang jaringan LRT putra line dan turun di stasiun KLCC, maka kita sudah sampai di KLCC Park.

Lokasi yang hijau segar dengan ditambah adanya danau buatan yang terhampar di tengah area taman membuat taman ini tampak cantik. Rumput-rumputnya tampak dirawat dengan baik, sehingga mempunyai ketinggian yang rata. Danaunya juga tampak bersih. Saat bertandang ke Kuala Lumpur, beberapa bulan yang lalu, aku dan dewi menghabiskan banyak waktu di taman ini. Aku asyik memotret beberapa spot, sedangkan Dewi sibuk dengan jurnal dan buku-buku yang memang sengaja dia bawa ke KL. Dua hari setelah kepulangan kami dari KL, dia akan menghadapi ujian akhir semester, jadinya pas ke KL kemarin, koper kami penuh dengan buku-buku miliknya, he he he.

Kami berdua mengambil tempat di sebuah gazebo yang mana di kelilingi pepohonan yang sangat rindang. Jadi, meski saat itu cuaca di KL sangat terik, tapi kami merasa sangat nyaman dan teduh.

Kala malam tiba, KLCC Park menjadi sangat-sangat ramai. Tua, muda, dewasa, anak-anak, laki-laki, perempuan, tumpah ruah di taman kota ini. Tampaknya taman ini benar-benar menjadi area favorit warga Kuala Lumpur untuk berrekreasi, berkumpul atau sekedar menghabiskan malam.

Sajian utama KLCC park di malam hari adalah pertunjukan air mancur warna-warni yang bergerak meliuk-liuk mengikuti alunan lagu. Sebuah pertunjukan umum sebenarnya, karena air mancur model seperti ini sudah sangat banyak ada di dunia ini, termasuk di Indonesia. Tapi hal yang sederhana dan umum itu sudah cukup untuk menjadi magnet bagi banyak wisatawan, baik domestik ataupun mancanegara, untuk datang ke KLCC Park.

Suasana malam di KLCC Park serasa menjadi surga bagi penggemar fotografi malam alias night shoot sepertiku. Segera ku pasang tripod dan kameraku untuk mengabadikan beberapa frame foto kala sang air mancur menari-nari dengan latar belakang Menara kembar Petronas yang berdiri tegak nan gagah.

Melihat frame demi frame dari foto yang berhasil ku ambil, aku pun bergumam lirih, kapan ya Indonesia punya gedung yang membanggakan seperti petronas? Mungkin nanti? atau mungkin tidak akan pernah terjadi? Seperti kata grup vokal idolaku kala SMA dulu, Lingua, semoga itu bukan angan yang kelamaan.

10 thoughts on “Magical Night at KLCC Park

  • 26/03/2013 at 20:22
    Permalink

    Wow… apik2… maturnuwun ya Surya.. oya, modelnya juga OK punya siih ๐Ÿ™‚ salam buat Dewi ya..

    “Hehehehe, oke mbak Mechta. Terima kasih”

    Reply
  • 26/03/2013 at 22:11
    Permalink

    Suuurrr…foto-fotonya kereeeen banget!
    Apalagi menara Petronas yang disiram lampu itu, duh, indahnyaaaaaaa…
    Indonesia kapan bisa punya yang seperti ini?
    kalau pemerintah dan masyarakat kita sudah siap bekerja keras dan betul-betul bangga untuk memberikan sesuatu buat negaranya. sepanjang masih setengah-setengah, hasilnya tentu masih begini-begini saja ๐Ÿ™‚

    “Semoga sebentar lagi, kita bisa punya bangunan yang indah dan menjadi landmark negeri ini.. Tetap bermimpi dan berjuang :)”

    Reply
  • 26/03/2013 at 22:14
    Permalink

    Wah, Dewi rajin banget, Sur…jalan-jalan aja masih sempet bawa jurnal dan buku-buku…tapi memang sih, bawa bahan ujian itu biasanya mengurangi rasa bersalah sekaligus mensugesti bahwa kita siap menghadapi ujian.
    Jadiii…gimana hasil ujiannya Dewi waktu itu?
    Sukses kah?
    ๐Ÿ˜‰

    “Dia malah awalnya ga ikutan mbak, karena ujian itu. Tapi akhirnya diputuskan membeli bagasi untuk menampung buku2nya dan belajar disana, he he he”

    Reply
  • 26/03/2013 at 22:24
    Permalink

    Suuur, ayo posting tentang makan-makannya…dimana gitu, di Melaka atau Kuala Lumpur juga boleh…hehe, mumpung saya lagi laper ๐Ÿ˜‰

    “Hi hi hi,… aku ga seberapa jago ngereview makanan mbak.. Tapi insya Allah kucoba deh.. :)”

    Reply
  • 27/03/2013 at 16:23
    Permalink

    aish.. fotonya bagus, kameranya pasti mahal hahahaaa

    “Gak mahal kok.. ya lumayan lah.. :D”

    Reply
  • 01/04/2013 at 16:02
    Permalink

    Suryaaaaaa…
    seperti biasa poto potonya selalu keren dan memikat ๐Ÿ™‚
    berbanding terbalik dengan poto2ku setiap kali liburan…

    kalo gak burem…biasanya latarnya gak pernah bagus..hihihi…
    pokoknya mah gak layak tayang lah ๐Ÿ™

    “Ya apapun itu, yang penting jalan-jalan mbak, dan ada potonya. Kan no pic = hoax kan? Ayo belajar motret memotret mbak”

    Reply
  • 01/04/2013 at 16:03
    Permalink

    Dan Dewi ituh sungguh sangat ber dedikasi sekali yah…

    kenapa juga lagi liburan masih sibuk belajar dan bawa2 buku…hihihi..
    ujian mah nyantai aja laaaah…

    *komen minta ditendang*

    “Maklumlah mbak, dia dapatnya beasiswa, jadi ya gimana gitu kalau nilainya jelek. Aku mah juga ga mau, belajar pas liburan, hi hi hi”

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*