Selamat Datang di Kalimantan Timur

Sore itu, di antara langit nusantara yang tengah dipenuhi awan-awan gelap, sebuah pesawat terbang mendarat mulus. Roda-roda sang pesawat bergesekan dengan lembut dengan aspal bandara, membuat pendaratan kali ini terasa sangat nyaman bagi para penumpang.

Sore itu, Selasa, 15 Januari 2013, Garuda Indonesia GA0352, telah dengan sempurna membawaku terbang dari Surabaya ke Balikpapan. Penerbangan dari Surabaya menuju kota Balikpapan memakan waktu sekitar 1 jam lebih 25 menitan. Satu lagi kota kusinggahi, satu lagi propinsi ku jejak. Dan kali ini aku akhirnya diberi kesempatan untuk berkunjung Kalimantan Timur, East Borneo.

Lagi-lagi, tugas dinas dari kantor yang membawaku hingga ke propinsi yang konon adalah propinsi terkaya di Indonesia ini. Alhamdulillah.

Sepinggan international Airport, itulah nama bandara yang terletak di kota Balikpapan. Bandara yang terletak tepat di tepi laut ini adalah pintu gerbang utama untuk memulai perjalanan di propinsi Kalimantan Timur.

Berbicara kalimantan timur, berarti berbicara tentang sebuah potensi sumber daya alam yang luar biasa. Mulai dari hasil tambang macam minyak bumi, gas alam, batubara, hingga hasil hutan seperti jati ataupun rotan. Tak heran banyak sekali perusahaan berlomba-lomba melakukan eksplorasi besar-besaran di pulau terbesar ketiga di dunia itu. Berjuta ton batubara, jutaan barrel minyak ataupun gas dikeruk dari bumi kalimantan setiap tahunnya. Belum lagi ribuan kayu-kayu gelondongan yang ditebang baik secara legal maupun yang ilegal. Semoga saja, selain melakukan eksplorasi dan eksploitasi alam, perusahaan-perusahaan tersebut tidak melupakan akan perlunya keseimbangan ekosistem dan lingkungan. Terutama karena peran Kalimantan alias Borneo yang selama ini menjadi paru-paru dunia, karena mempunyai hutan tropis yang terbesar di dunia.

Bagi yang masih ingat dengan pelajaran pengetahuan umum kala sekolah dulu, pasti tahu bahwa ibu kota propinsi Kalimantan Timur adalah Samarinda. Tetapi anehnya, mengapa bandara yang merupakan pintu gerbang utama propinsi justru berada di kota Balikpapan. Aku sendiri tidak mengetahui pastinya mengapa. Bisa jadi ini demi pemerataan daerah. Atau mungkin bisa jadi karena justru di Balikpapan-lah pusat dari kegiatan aktifitas eksplorasi bumi kalimantan (utamanya ekplorasi minyak bumi). Alasan kedua ini diperkuat dengan kenyataan bahwa ada beberapa maskapai penerbangan internasional yang membuka rute ke Balikpapan. Padahal selama ini, rute internasional ke Indonesia (diluar rute ASEAN) biasanya hanya ke Jakarta ataupun Denpasar.

Samarinda sendiri sebenarnya juga mempunyai bandara, yakni Bandara Termindung. Sayangnya bandara ini mempunyai panjang lintasan yang pendek, sehingga yang bisa mendarat di bandara ini hanya pesawat jenis twin otter ataupun fokker.

Sesampainya di terminal kedatangan, aku dan rombongan yang berjumlah total 7 orang dijemput oleh mobil carter yang akan langsung membawa kami ke kota Samarinda. So, pada perjalanan kali ini, aku tidak sempat untuk menjelajahi sudut-sudut kota Balikpapan.

Perjalanan antara Balikpapan dan Samarinda memakan waktu sekitar 3 jam dengan kondisi jalan yang sangat mulus. Sepanjang perjalanan, pemandangan didominasi oleh gelapnya hutan yang terhampar di kiri kanan jalan. Meskipun pemandangannya tidak terlalu menarik, aku membiarkan mataku tetap terjaga sepanjang perjalanan. Selain karena memang tidak terbiasa (dan memang susah) untuk tidur di perjalanan, rasa keinginan tahuan yang tinggi menjadi faktor utama aku tidak memejamkan mata. Sudah menjadi kebiasaan, hampir di setiap perjalanan, dimana perjalanan tersebut adalah ke tempat yang baru pertama kali aku singgahi, aku biasanya membiarkan diri untuk terjaga.

Setelah menempuh perjalanan sekitar 3 jam, sampailah kami di kota Samarinda, sang pesolek di tepian Mahakam. Inilah ibu kota dari propinsi Kalimantan Timur sekaligus kota terbesar di Kalimantan. Saat kami tiba, suasana sudah sangat gelap karena jarum jam sudah menunjukkan pukul 11 malam WITA. Sesampainya di penginapan, kami pun bergegas untuk beristirahat, mengumpulkan energi untuk kegiatan esok hari yang cukup padat. Cerita tentang kota Samarinda, sang kota tepian dari sungai Mahakam, insya Allah akan ditulis di postingan selanjutnya.

Well, selamat datang di Kalimantan Timur.

8 thoughts on “Selamat Datang di Kalimantan Timur

  • 23/01/2013 at 09:07
    Permalink

    foto bandaranya bagus banget, aslinya ga kayak gitu deh hahahaa

    “Menurutku sih lumayan bagus kok bandaranya, he he he”

    Reply
  • 23/01/2013 at 12:12
    Permalink

    Suryaaaaa…senengnya bisa jalan-jalan ke berbagai pelosok Indonesia!
    Saya belum pernah ke Balikpapan maupun Samarinda, tapi pernah sekali ke Banjarmasin, kota sungai yang pemandangannya di mata saya eksotis banget.
    Gimana nggak?
    Sungai yang membelah pulau Kalimantan ini kan banyak banget, otomatis roda perekonomian dan lalu lintas di area sungai ini juga pasti meriah karena kegiatan masyarakat yang seringkali menggunakan sungai sebagai tempat berinteraksi.
    Meriahnya kegiatan dan indahnya pemandangan itu yang buat saya jadi eksotis banget, Sur…

    “Yup, betul itu mbak… di Samarinda pun sungai menjadi denyut nadi kehidupan. Kalau di Banjarmasin, Sungai Barito, kalau di Samarinda, Sungai Mahakam mbak”

    Reply
  • 23/01/2013 at 12:14
    Permalink

    Selamat beraktivitas ya!
    Cerita tentang samarindanya ditunggu lo…penasaran dengan sudut-sudut unik yang ada di kota ini, dan ehm…penasaran juga dengan cerita tentang aneka makanan khas yang ada di pulau Borneo πŸ˜€

    “Penjelajahannya ga banyak kok mbak, soalnya jadwal kerjanya padat, he he he. Tapi tetep disempetin poto2 di landmark yang terkenal”

    Reply
  • 28/01/2013 at 15:47
    Permalink

    aih senangnya…
    aku sering ditugasin kemana2 tapi belom pernah ke samarinda. pengen deh suatu saat.

    sungai mahakamnya jangan lupa difoto ya πŸ™‚

    Reply
  • 10/02/2013 at 11:19
    Permalink

    Apa kabar, Surya?
    Smoga selalu sehat dan cepet-cepet bikin posting baru…hehe, pengen komen disini soalnya…
    πŸ˜€

    Selamat berhari Minggu, Sur…salam buat Dewi…

    Reply
  • 10/02/2013 at 12:43
    Permalink

    hm… mudah2an aku juga bisa sampai sana kapan2… ditunggu cerita (n foto2) saat di sana ya…

    Reply
  • 10/02/2013 at 12:44
    Permalink

    horeee…. langsung nyantol komennya. lancar jayaaa πŸ™‚

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*