Jakarta Punya Car Free Day

Selama beberapa hari di Jakarta di akhir Oktober kemarin ada satu hal yang benar-benar membuatku sangat senang luar biasa. Hal itu tiada lain dan tiada bukan adalah kesempatan menikmati serunya Hari bebas kendaraan bermotor alias Car Free Day di Jakarta. Terus terang, sudah lama aku ingin merasakan asyiknya berada di tengah jalanan utama kota Jakarta yang lengang dan tanpa asap kendaraan bermotor. Sebelum ada kegiatan ini, hanya ada satu kesempatan untuk bisa merasakan lengangnya Jakarta, yaitu kala Lebaran datang.

Waktu aku masih tinggal di Jakarta, aku belum sempat merasakan kegiatan ini. Selain karena sering bangun siang kala hari minggu, kegiatan ini dulunya diadakan hanya satu bulan sekali, tepatnya di minggu keempat tiap bulan. Jadi giliran pas ada Car Free Day, eh pas bangun siang, tapi pas kebetulan bangun pagi, eh pas ga lagi ada acara car free day (boleh percaya boleh tidak dengan statement di kalimat terakhir ini :D).

Menulis tentang Car Free Day sebenarnya adalah menulis sebuah tema yang sudah usang karena memang kegiatan Car Free day ini sudah berjalan selama beberapa tahun (kalau tidak salah sejak tahun 2008-an). Dan selama beberapa tahun itu sudah banyak artikel ataupun foto tentang car free day di blog-blog yang beredar di dunia maya. Tapi lain orang, lain pula ceritanya bukan, dan disini aku tetap merasa bahwa tulisan tentang car free day ini bukan tulisan yang usang. Apalagi dengan seiring berjalannya waktu, kegiatan car free day ini konon sudah tidak seramai dulu di awal-awal program ini berjalan.

Sejak matahari mulai menampakkan diri di hari minggu, ratusan bahkan ribuan warga berduyun-duyun datang ke kawasan bisnis Sudirman, Thamrin hingga Monas. Kebanyakan dari mereka adalah penggowes alias naik sepeda. Para penggowes ini tidak hanya dari sekitaran Jakarta saja, tapi ada yang dari depok, bekasi bahkan dari bogor. Dulu aku mengira para penggowes ini mengayuh sepedanya langsung dari rumahnya. Wah apa nggak gempor tuh kaki. Ternyata mereka itu naik KRL dulu dengan membawa serta sepedanya. Nah nanti sesampainya di Jakarta, mereka baru mengayuh sepedanya menikmati Car Free Day.

Selain mengayuh sepeda, ada juga yang berjalan kaki. Biasanya untuk ke kawasan car free day mereka memanfaatkan bus transjakarta yang memang masih diperbolehkan melintas di kawasan car free day. Selain karena sebagai alat transportasi yang digunakan untuk memobilisasi warga yang ingin menikmati car free day, polusi yang ditimbulkan oleh bus relatif kecil karena bahan bakar bus yang digunakan adalah gas. Mungkin itulah alasan bus transjakarta masih boleh melintas.

Selain penikmat olahraga, kegiatan car free day ini juga menjadi surga bagi para pemburu foto. Hampir di setiap minggu, banyak sekali komunitas fotografi yang sengaja melakukan hunting foto dimoment car free day. Ini beralasan sekali, karena memang banyak sekali hal menarik selama kegiatan car free day berlangsung. Manusia dan semua tingkah lakunya adalah santapan utama. Terutama bagi penggemar foto beraliran human interest. Tapi tidak hanya manusia saja yang menarik untuk dipotret. Bagi pecinta street photography, kegiatan car free day juga menawarkan begitu banyak frame yang bisa diambil dengan berbagai sudut, mulai dengan jalanan yang lengang, sepeda fixie aneka warna yang berjajar ataupun bus transjakarta yang berwarna jingga menyala. Dan bagi penggemar landscape, car free day adalah saat yang tepat untuk memotret Patung Selamat Datang, bundaran HI ataupun patung jenderal Sudirman tanpa perlu diganggu lalu lalang kendaraan.

Lapar? Tidak usah khawatir. Banyak sekali pedagang asongan dengan berbagai macam makanan dan minuman stand by di sekitar kawasan yang sehari-harinya adalah pusat bisnis Jakarta yang terkenal macet ini. Ada lontong sayur, ketoprak, bubur ayam, nasi uduk, soto ayam, tempe mendoan, gado-gado dan lain-lain.

Menarik bukan? Mungkin bagi pembaca yang merupakan warga Jabodetabek, tapi belum pernah menikmati car free day, itu sangat disayangkan sekali. Kapan lagi bisa menghirup udara segar di Jakarta sambil nongkrong di tengah jalan, he he he.

Oh iya, jika kalian teliti, jika cuaca sedang cerah dan berada di kawasan Sudirman, Thamrin ataupun monas, tengoklah langit ketika pagi hari sekitar jam 9 sampai jam 10an. Hanya di hari minggu dan hari senin saja, langit Jakarta tampak membiru. Hari-hari lainnya langitnya tampak memutih. Dugaanku yang membuat langit Jakarta tampak putih adalah asap kendaraan yang membumbung dan berbaur dengan udara Jakarta. Selama dua minggu aku di Jakarta, aku mengamati fenomena itu.

So, semoga program car free day ini terus bisa berjalan. Dan masih dengan harapan-harapan sebelumnya, semoga Jakarta segera memiliki angkutan transportasi masal yang aman, nyaman dan murah sehingga warga Jakarta bisa meninggalkan mobilnya. Kemacetan pun dapat diatasi dan udara Jakarta menjadi lebih layak untuk dihirup.

6 thoughts on “Jakarta Punya Car Free Day

  • 27/11/2012 at 10:03
    Permalink

    Aku blum punya foto pas CFD di depan bundaran HI, ga pernah ke cfd juga soalnya jauh dr rumah aku hehehe

    Reply
  • 27/11/2012 at 11:35
    Permalink

    beberapa bulan lalu beberapa temen yabg harus mengambil ujian di sekitaran sudirman mengutuk habis car free day ini Sur. huehehehe. mereka harus muter-muter ga tahu harus lewat mana gara-gara mobil ga bole lewat.
    tapi setuju banget kalo program ini bagus semangatnya. sayangnya bagi warga jakarta, hanya memindah jalur kemacetan. kuningan ama jalanan belakang sudirman thamrin biasanya penuuuh. hihihi

    Reply
  • 28/11/2012 at 06:13
    Permalink

    Suryaaa…
    Ke Jakarta kok nggak bilang-bilang?
    Ah, ah…sebagai warga baru pinggiran Jakarta, saya malah belum pernah ngerasain car free day di ibukota. Kalo lewat bunderan HI, biasanya malah pas hari kerja dan ramenya luar biasa…
    Iya, saya juga sependapat kalo emisi gas buang dari kendaraan bermotor bisa diminimalisir biarpun hanya beberapa jam saja, kota yang bersih, sejuk dan nyaman, tentu jadi dambaan warga yang tinggal disana.

    Eh, saya baru baca sampe tamat Life Traveller itu lo Sur, bener-bener bagussss banget. Hebat Windy ngerangkai kata-katanya, hebat juga Surya dan Dewi ngebeliin buku itu buat saya, tengkyu ya!
    πŸ˜€

    “He he he.. maapken mbak.. Anyway, buku Life Traveler memang bagus mbak.. aku aja sering baca berulang-ulang gak bosen. Malah jadi racun pengen ke Europe.. he he he”

    Reply
  • 28/11/2012 at 06:14
    Permalink

    Moderasi-kah?
    Huhuhuhu πŸ™

    “Iya mbak, setting dari blogdetiknya kayak gitu”

    Reply
  • 28/11/2012 at 06:25
    Permalink

    Testing…testing…masih masuk moderasi nggak ya?
    πŸ™‚

    “Iya mbak.. maapkeun”

    Reply
  • 10/12/2012 at 17:18
    Permalink

    Foto2 Surya selalu cantik2… Trims ya, jadi bisa ikut melihat suasana CFD di Jakarta πŸ™‚

    “Terima kasih apresiasinya Mbak Mechta πŸ™‚ “

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*