Ketika Delay Berhadiah Hongkong

Delay. Bagi para penumpang pesawat terbang, satu kata ini pastinya tidak asing terdengar di telinga. Sebuah kata yang biasanya disambung dengan kalimat penjelas, “Karena alasan operasional” dan seterusnya dan seterusnya ini, hampir dipastikan membuat penumpang jengkel, kesal, dan uring-uringan. Ground staff maskapai pun harus siap-siap dimaki dengan sepenuh hati dalam waktu yang tidak terbatas hingga pesawat siap untuk diberangkatkan.

Aku sendiri cukup sering mengalami apa yang disebut delay dan kesemuanya sangat tidak nyaman dan tidak menyenangkan. Jadwal menjadi terganggu

Tapi, hari Jum’at, 15 Juni 2012 yang lalu, sebuah sejarah tercipta. Delay telah memberikan sebuah pengalaman yang sangat berharga dalam hidupku. Pengalaman yang sangat menyenangkan. Delay telah membawaku berkeliling kota Hongkong. How can?

Hari Jumat 15 Juni 2012 adalah hari terakhirku dan rombongan di Philipina. Hari itu sudah tidak ada kegiatan lagi buat kami. Waktu yang ada hanya cukup untuk packing karena jam 9 pagi kami sudah harus check out dari hotel untuk kemudian menuju bandara. Jadwal penerbangan kami adalah jam 12.30 waktu Manila. Tetapi karena ini adalah penerbangan internasional, kami harus sudah berada di bandara 3 jam sebelum keberangkatan agar cukup waktu untuk mengantri di meja check in dan meja imigrasi. Sesuai jadwal, sekitar pukul 14.00 waktu Hongkong, kami akan mendarat di HKIA untuk transit. Sekitar pukul 16.00, kami baru akan terbang pulang menuju Surabaya dan diperkirakan sampai di Surabaya pada pukul 19.30 WIB.

Tepat pukul 12 siang kurang 10 menit, panggilang boarding terdengar. Dan dalam waktu setengah jam, semua penumpang sudah berada di tempat duduk masing-masing. Pesawat pun bersiap take off. Nah disini masalah terjadi. Sampai 15 menit berlalu, ternyata pesawat tidak kunjung berjalan menuju runway. Pesawat masih tetap di posisinya di tempat parkir pesawat. Beberapa menit kemudian, Pilot memberikan pengumuman bahwa ada masalah dengan ATC NAIA (Ninoy Aquino International Airport) sehingga keberangkatan tertunda hingga sekitar 20 menit kedepan. Deg, aku pun mulai cemas. Dengan keberangkatan tidak tertunda saja, aku hanya mempunyai waktu 1.5 jam untuk turun dari pesawat, masuk ke ruang pemeriksaan cabin baggage, untuk kemudian berlari menuju gate tempat pesawat ke Surabaya akan diterbangkan. Nah apalagi ini yang tertunda, entahlah apakah aku bisa mengejar pesawat atau tidak. Yang pasti jika akhirnya ketinggalan pesawat, aku tidak ada uang lagi untuk membeli tiket. Hiks.

Permasalahan lain, Jadwal penerbangan HK – SUB, Cathay hanya sehari sekali, jadi jika kami terlambat pada penerbangan hari ini, kami harus menunggu selama 24 jam karena pesawat ke Surabaya akan berangkat lagi keesokan harinya. Dan itu berarti kami akan bermalam di Hongkong. Dengan biaya hidup yang sangat mahal di HK, tampaknya untuk aku sendiri akan memilih menginap di bandara.

Dua puluh menit berlalu sejak pengumuman dari Pilot, pesawat belum beranjak dari tempatnya. Tampaknya ATC di Manila tengah mengalami permasalahan yang cukup pelik. Entahlah apa itu. Yang pasti pada akhirnya pesawat baru terbang jam 13.50, alias tertunda satu jam lebih dua puluh menit dari jadwal yang seharusnya. Aku pun mulai pasrah atas apa yang akan terjadi di Hong Kong sana. Mungkin kami memang masih mungkin untuk mengejar pesawat, tapi apa yang akan terjadi ketika ternyata kami tidak bisa mengejarnya?

Perjalanan angkasa Manila – Hongkong selama 1.5 jam menjadi terasa sangat lama buatku. Ditambah lagi dengan cuaca yang kurang bersahabat sehingga pesawat sering mengalami guncangan. Selama perjalanan, monitor di depan tempat dudukku memberikan informasi terkini seputar jadwal dan informasi gate keberangkatan bagi penumpang yang memiliki connection flight seperti kami.

Pukul 15.40, pesawat Cathay Pacific CX-900 mendarat dengan mulus di Hong kong International Airport. Aku pun buru-buru keluar dari pesawat dengan harapan bisa mengejar pesawat. Begitu kami keluar dari pintu gerbang kedatangan, suasana tampak sangat ramai. Beberapa staf ground Cathay berteriak sambil mengacung-acungkan kertas bertuliskan informasi nomor dan kota tujuan penerbangan. Tampaknya telah terjadi kekacauan sebagai dampak terlambatnya kedatangan pesawat dari Manila ini.

Aku menatap dengan seksama tulisan-tulisan itu, dan akhirnya melihat salah satu staf ground membawa tulisan bertuliskan ‘Surabaya’. Aku pun menuju ke petugas tersebut dan dia membawaku ke sebuah meja. Di meja itu, pertama-tama kami mendapatkan permohonan maaf dari petugas ground Cathay yang intinya Cathay tidak bisa memberangkatkan kami ke Surabaya pada hari itu karena waktu yang sudah sangat sempit. Memang pesawat ke Surabaya sendiri belum diberangkatkan, tapi tidak akan cukup waktu bagi Cathay jika memaksakan kami untuk ikut penerbangan hari itu. Mungkin jika penumpangnya saja, tidak membutuhkan waktu lama untuk berlari mengejar hingga gerbang keberangkatan, tapi bagaimana dengan bagasinya? Kalaupun kami tanpa bagasi, keberangkatan pesawat pun pastinya akan mundur, dan ini akan berimplikasi pada jadwal penerbangan lain. Ini jelas bukan hal yang diinginkan otoritas bandara HKIA mengingat sudah sangat padatnya jadwal keberangkatan dan kedatangan pesawat di HKIA.

Setelah mendapatkan permohonan maaf, selanjutnya sebagai kompensasi pihak Cathay memberikan kami boarding pass baru untuk keberangkatan esok hari serta voucher menginap semalam di Regal Airport Hotel lengkap dengan kupon breakfast, lunch dan dinner. Perasaanku yang tadinya cemas mendadak berubah. Karena ini berarti, aku akan benar-benar menginjakkan kaki di Hongkong, meskipun hanya semalam. Ini berarti akan ada stempel baru lagi di Passportku. Dan yang pasti, semua ini gratis alias gretongan.

Hampir semua teman-teman rombonganku menerima delay ini dengan berbinar-binar. Hanya Pak dodi saja yang agak sedikit kecewa karena beliau sudah ada janji dengan putrinya hari Sabtu esok.

Alhamdulillah. Rasanya ini sebuah kegembiraan yang luar biasa. Rizki yang tidak diduga-duga memang memberikan kebahagiaan yang tidak ternilai. Meski gembira, ada satu hal yang sedikit mengganjal, yakni tentang bagasi kami. Karena suatu hal, kami tidak bisa mengambil bagasi kami. Kalaupun memaksa, akan memakan waktu sekitar 2 – 3 jam untuk mengurus administrasinya. Permasalahannya, semua tasku dan juga teman-teman dibagasikan semuanya karena waktu di Manila berat tas kami semua sudah melewati angka 7 kg, berat maksimal bagasi kabin. Akibatnya selama di Hongkong kami bertahan dengan pakaian yang melekat di badan ini, mulai untuk jalan-jalan, tidur dan perjalanan pulang nanti. So bisa dibayangkan baunya, he he he.

Dengan hanya semalam plus cuaca yang kurang bersahabat (Hongkong terus menerus di guyur hujan) tidak banyak yang aku jelajahi di Hong Kong. Tapi demi kerapian dan kenyamanan membaca, Insya Allah kisahnya akan ditulis di postingan berikutnya ya (ngeles dot com).

9 thoughts on “Ketika Delay Berhadiah Hongkong

  • 21/07/2012 at 16:31
    Permalink

    Seneeeeng banget baca cerita Surya yang ini…saya jadi ikut deg-degan pas pesawat dari manila itu delay…hehe, ternyata bukan hanya musibah yang membawa berkah,tapi delay juga bisa ngasih kita anugerah 😀

    Nggak ganti baju sehari semalem?
    Ohooo, untunglah di Hongkong yang sedang diguyur hujan, coba kalu di Surabaya yang panasnya bikin keringetan…duuuuh, nggak kebayang!

    Ditunggu kelanjutan postingnya Surya, janji jangan lama-lama ya!

    “Iya mbak, delay ternyata ada kalanya membawa berkah.. :). Insya Allah segera ditulis kelanjutannya mbak Ir…”

    Reply
  • 21/07/2012 at 16:32
    Permalink

    Ssst, mungkin karena sudah deket buka *apa hubungannya*, tanda seru di komen saya itu kok banyak banget, Surya…maafkanlaaaah…
    🙁

    “He he he.. gakpapa mbak Ir.. :).. Met berpuasa ya mbak Ir.. “

    Reply
  • 22/07/2012 at 10:29
    Permalink

    Suryaaa…saya juga sampe kelupaan mau ngucapin ini : selamat berpuasa buat Surya dan Dewi, mohon maaf lahir dan batin bila selama ini ada kesalahan maupun kekhilafan…
    🙂

    Reply
  • 22/07/2012 at 19:47
    Permalink

    Whuaaaaa…
    seruuuuu…bisa gratisan begituuuuuh…
    *mau…mau..mau…*
    biarpun sehari juga kalo gratisan mah asyik banget atuh Sur ;p

    Reply
  • 22/07/2012 at 19:49
    Permalink

    Sayang banget perjalananku kemaren inih gak pake transit yeh…
    Padahal lumayan juga kalo dapet transit di Jepang yah…hihihi…
    *sudah mulai ngaco*

    Mungkin sebaiknya lain kali di backpack bawa baju cadangan Sur…

    Kemaren inih, di backpack aku selain obat cantik *sisir, pelembab, bedak dan sebagainya* aku bawa satu kaos juga sih…

    just in case ;p

    Mudah mudahan ntar aku nyasar gratisan di Jepang deh…hihihi…

    “Byuh, setelah Korea selesai, sudah narget Japan nih si bibi.. :)”

    Reply
  • 23/07/2012 at 08:36
    Permalink

    Wuiiih.
    Kira-kira kalo aku yang dapet kayak gitu Sur, ujan-ujan tak jabanin. Hehehe. Bakalan nekat beli baju ajah di pasar sejenis bugis ITC di sono.

    Beruntungnya dirimu Sur, dan lagi-lagi menimbulkan iri hati. *padahal puasa*

    Selamat menunaikan Ibadah Ramadhan ya buat dirimu dan Dewi. Mohon maap lahir batin *telat*

    “Wah, bukan bermaksud membuat iri. Ya semoga Dani dan rekan-rekan pembaca setia wongkentir mendapatkan keberuntungan yang sama ya.. :). Met menunaikan ibadah puasa juga yo Dan..”

    Reply
  • 28/07/2012 at 06:53
    Permalink

    Wah semoga dapet delay berhadiah lagi cak. misal voucher gratis ke disney hongkong, apa voucher gratis menginap di burj hotel hehe..

    Reply
  • 04/08/2012 at 22:04
    Permalink

    alhamdulillah…ternyata betul kata pepatah, selalu ada hikmah dibalik setiap kejadian ya…. langsung ke lanjutan ceritanya ah…

    “Iya mbak.. Alhamdulillah”

    Reply
  • 06/08/2012 at 11:54
    Permalink

    blessing in disguise?
    hihii
    kalo di Indonesia kayak gini kompensasi delay sih, pasti banyak yg ga trllu kecewa sama delay
    tapi disisi lain maskapainya bsa “bangkrut”, soalnya hampir smua flight jarang ngga delay 😀

    “he he he.. Iya, kalau di indo, bisa bangkrut maskapainya”

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*