Intramuros, kota tua penuh sejarah

Salah satu tujuan wisata ketika berkunjung ke Manila adalah Intramuros atau Walled City, sebuah kota tua nan elok yang berada di timur kota Manila. Ratusan wisatawan baik dari domestik dan mancanegara berkunjung ke area seluas 64 hektar ini setiap harinya karena inilah tujuan wisata utama dan merupakan kebanggan dari kota Manila. Konon, Intramuros inilah cikal bakal kota Manila.

Padatnya jadwal studi banding ditambah hujan yang terus mengguyur kota Manila di hampir sepanjang hari, sempat membuat rombongan kami nyaris tidak bisa berkunjung ke Intramuros. Tapi untunglah, saat siang menjelang, matahari mulai menampakkan jati dirinya. Sinarnya pun mulai mampu menembus gugusan awan putih yang terus menggelayut di langit Manila. Yap, dan hujan pun reda.

Dalam bahasa latin, Intramuros berarti didalam dinding. Yap, dan sesuai dengan namanya, kota intramuros berada di dalam sebuah tembok yang dulunya difungsikan untuk melindungi kota. Dari catatan sejarah, kota intramuros ini sudah berdiri sejak abad ke 16, dan dulunya merupakan pusat pemerintahan Spanyol selama menduduki Philipina.

Berada di Intramuros, kita akan disuguhi pemandangan sebuah kota yang bergaya ala Spanyol. Semua bangunan mulai dari benteng, biara, gereja, sekolah hingga rumah-rumah, memiliki cita rasa arsitektur yang sangat tinggi. Beberapa bangunan bersejarah itu antara lain Fort Santiago, Manila Cathedral, Gereja San Agustin, Casa Manila, Plaza Santo Tomas, Ateneo Municipal de Manila (Clamshell 1), Colegio de Sta. Isabel (Clamshell 2) ataupun Beaterio-Colegio de Sta. Catalina.

Dalam kunjunganku kemarin, hanya fort Santiago saja tempat yang sempat aku kunjungi selama di Intramuros. Aku memang sempat memotret Manila Cathedral, tapi hanya dari jauh. Tidak sempat untuk mengorek lebih detil tentang salah satu gereja tertua di dunia itu.

Fort Santiago adalah salah satu benteng tertua di dunia. Dari beberapa referensi sejarah dunia, Fort Santiago awalnya adalah sebuah bangunan dinding atau pagar perlindungan yang terbuat dari kayu dan tanah yang dibangun oleh Rajah Sulaiman, pemimpin masyarakat melayu. Pagar itu berdiri di kawasan bernama Maynilad. Nama Maynilad inilah nantinya menjadi cikal bakal nama Manila.

Tahun 1570, Kapten Martin de Goiti dan Juan de Salcedo dari Spanyol melakukan ekspansi ke wilayah Maynilad atas perintah Gubernur Jenderal Miguel López de Legazpi. Ini mereka lakukan karena pusat kekuasaan mereka sebelumnya yakni Cebu, di rebut oleh pasukan Portugis. Terjadilah pertempuran maha dahsyat di Manila. Pada tahun 1571 Maynilad jatuh ke tangan Spanyol dan dimulailah masa penjajahan Spanyol. Nama Philippine konon diambil dari nama Philip II, raja yang menguasai kerajaan Spanyol di masa itu.

Benteng pagar pasukan rajah sulayman itu dibangun kembali dengan menggunakan batu sebagai bahan utamanya. Dibangun ulang mulai tahun 1590 dan selesai pada tahun 1593 pada masa pemerintahan gubernur jenderal Gómez Pérez Dasmariñas dan diberi nama Santiago.

Selain sebagai benteng, Fort Santiago juga berfungsi sebagai penjara. Ratusan orang ditawan dan kemudian tewas di dalam fort Santiago. Salah satu tokoh ternama yang ditawan disini adalah José Protacio Rizal Mercado y Alonzo Realonda alias Jose Rizal, pahlawan nasional Philipina. Dia adalah tokoh pergerakan rakyat philipina yang berperang lewat pemikiran dan tulisan-tulisannya yang kritis. Dia ditawan atas dakwaan menghasut dan melakukan pemberontakan. Selama di Fort Santiago, Rizal mendekam dalam sebuah rumah tahanan yang kini diberi nama The Rizal Shrine.

Pada tanggal 30 Desember 1896, Jose Rizal digiring keluar dari Fort Santiago untuk dieksekusi mati didepan regu tembak dihadapan rakyat Manila. Oleh karena itu pada tanggal 30 Desember rakyat Philipina merayakan sebagai Rizal Day dan merupakan hari libur nasional. Jejak langkah terakhir Jose Rizal, mulai keluar dari The Rizal Shrine hingga keluar dari gerbang Fort Santiago diabadikan berupa jejak emas yang bisa kita temui di fort Santiago.

Berjalan-jalan di sekitar fort Santiago dan intramuros seperti perjalanan menapaki saksi bisu sejarah masa lalu. Nostalgia dari sebuah era yang penuh dengan darah dan air mata. Salut untuk pemerintah Philipina yang masih menjaga dan merawat cagar budaya sejarah mereka. Dari sini, mereka bisa menunjukkan pada anak cucu mereka, bahwa bangsa mereka tidak dididirkan dalam sehari dua hari, tetapi puluhan bahkan ratusan tahun, dimana di masa itu adalah masa yang penuh dengan perjuangan.

Berkeliling Intramuros sebenarnya tidak membutuhkan waktu lama. Kita bisa menaiki mobil, karena jalanan di Intramuros bisa dilalui kendaraan. Bagi yang ingin lebih menikmati suasana bisa berjalan kaki atau naik kereta kuda yang cantik bak kereta kencana. Sungguh, berada di Intramuros, seolah-olah membuat kita tidak percaya bahwa kita berada di tengah sebuah kota metropolitan seperti Manila.

Arrghh, sambil menuliskan postingan ini, aku menyesal setengah mati tidak bisa menikmati keseluruhan kota. Mungkin aku memang datang di saat yang tidak tepat, di kala Manila tengah mengalami curah hujan yang sangat tinggi. Coba aku bisa mendatangi Casa Manila yang tersohor, atau perempatan Sancta Potentiana Street, yang jalannya masih berupa susunan batu tanpa aspal, ugh aku pasti mendapatkan koleksi foto yang luar biasa. Tapi mungkin ini adalah cara dari Allah, supaya suatu saat nanti aku masih punya hasrat untuk bertandang kembali ke Manila. Melanjutkan kisah nostalgia yang belum dituntaskan disini.

13 thoughts on “Intramuros, kota tua penuh sejarah

  • 11/07/2012 at 08:40
    Permalink

    Aaaaaaaaaarrrghh… Pengen kesana Sur..
    Keren banget kayaknya ya suasana kotanya.

    Turut menyesal karena dirimu tidak bisa mengunjungi kota sepenuhnya. Keren banget pastinya ya nih kota.

    Lucky You!!

    “Yup, keren Dan.. Ya sama hutan betonnya kayak singapura, tapi ini beton lama.. :)”

    Reply
  • 11/07/2012 at 10:30
    Permalink

    tes komen dulu

    “Tes satu dua tiga”

    Reply
  • 11/07/2012 at 10:39
    Permalink

    Whoaaaa…
    Dapet ilmu baru setelah mampir sinih 🙂

    Kenapa aku gak bisa bikin postingan reportase kayak ginih yah?
    yang informatip geto lho…

    Setiap bikin postingan reportase selalu berbau emosional dan ujung ujungnya menulis berbagai hal yang gak penting…hihihi…

    *mo nyontek ah*

    “Lho, aku malah pengen bikin cerita ringan kayak mbak erry… asyik gitu bacanya.. :)”

    Reply
  • 11/07/2012 at 11:07
    Permalink

    Iya Surya, berkunjung lagi ke Manila dengan program yang berbeda dan ditemani Dewi, pasti akan lebih berkesan 😉

    Intramuros ini baru saya baca di postingan Surya ini lo, apa saya yang kurang gaul atau Philipina yang kurang mengenalkan obyek wisata ini yaaaa…ternyata sejarah panjang dari benteng dan penjara Fort Santiago ini luar biasa…liat tuh Sur, Dani aja sampe teriak histeris gitu…hihihihi 😛

    “Mungkin karena Philipina bukan merupakan salah satu destinasi wisata dari orang2 indonesia mbak, jadinya ya kita jarang mendengar.. :)”

    Reply
  • 11/07/2012 at 11:08
    Permalink

    Sssst Erry an Surya, jangan saling merubaha gaya tulisan dong…ntar saya nggak bisa ngebedain lo, mana blog-nya Surya, mana pula blog-nya Erry…. 😛

    “He he he.. iya deh mbak.. :)”

    Reply
  • 12/07/2012 at 11:15
    Permalink

    Waaaa, kereeeennn ini….
    sama seperti mbak bintangtimur, saya juga baru tau objek wisata ini dari tulisanmu mas…. Berasa kaya syuting telenovela Little Missy yang diputer di TVRI dulu 😀 Kewwweeenn abisss!

    Reply
  • 13/07/2012 at 07:55
    Permalink

    ih, kereta kudanya cantik Sur..
    Semoga ntar Surya & nyonya bisa kesana lagi dan berkeliling manila dengan lebih khusuk, biar kita dapat cerita2 seru lagi… 🙂

    “Amiiinnnnn :)”

    Reply
  • 13/07/2012 at 10:31
    Permalink

    wah kereeeen.. filipina ayem komiiiiiing taun depan hahahaaa

    “Wah, kayaknya sudah ada tiket nih buat ke Philipina taon depan :)”

    Reply
  • 15/07/2012 at 15:02
    Permalink

    Wah asyik banget, sayangnya memang jarang ada tiket promo air asia dari surabaya ke manila

    “Harus muter ke KL dulu, ga ada direct flight ke Manila”

    Reply
  • 15/11/2012 at 21:29
    Permalink

    salam kenal mas. wah blog nya berguna banget mas, thanks, apalagi tahun depan mau ke manila. mumpung dapet tiket promo dr cebu pacific

    “Wah, asyiknya dapat tiket promo ke Manila. Saya juga pengen balik ke Philipina lagi, tapi pengennya ke Coron Island sama Boracay :)”

    Reply
  • 29/03/2013 at 01:34
    Permalink

    Ayo mas Surya ikut saya kembali ke Philipina, ajak istri sekalian 🙂

    “Buset, mbak Vicky mau Ke philiipine? Wah, hampir semua negeri ASEAN sudah dikunjungi ya mbak.. Cool!!!”

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*