Terpukau di Phang Nga Bay (Phuket Part 3)

Kegembiraan mendapatkan ponakan baru, serta kesibukan pindahan membuat postingan cerita tentang perjalananku ke Phuket februari lalu menjadi sedikit terlupakan. Tapi Alhamdulillah, postingan part 3 phuket ini akhirnya jadi juga. . 🙂

Saya, Aris dan Hikma di James Bond Island
Saya, Aris dan Hikma di James Bond Island

Hari kedua kami di Phuket diisi dengan petualangan menyusuri Phang Nga Bay selama satu hari penuh, mulai jam 8 pagi hingga jam 5 sore. Seperti yang sudah diceritakan sebelumnya, kami mendapatkan harga 1000 baht per orang dan 700 baht untuk anak-anak dalam tour yang bertajuk full day tour James Bond Island with canoeing dengan menggunakan big boat. Harga yang cukup murah, karena harga yang tertera di brosur adalah 2800 baht. Bener-bener, harus pintar menawar di Thailand ini. Fasilitas yang didapatkan antara lain penjemputan dan pengantaran dari dan ke hotel, makan siang buffet, soft drink dan air mineral selama perjalanan serta aneka buah segara asli Thailand.

Dalam tour kali ini, daya tarik utamanya adalah sebuah pulau yang berdiri tegak di tengah laut. Pulau ini bentuknya kecil di bawah, tetapi ke atas semakin besar, seperti bentuk stick baseball. Nama pulau ini adalah James Bond Island, atau Pulau James Bond. Ini karena pulau ini pernah menjadi tempat pengambilan gambar salah satu franchise film James Bond yang berjudul The Man With The Golden Gun yang dibintangi oleh Roger Moore.

Perjalanan dimulai dengan penjemputan dari hotel menuju Ao Po Pier, yang terletak di timur Phuket. Kami dijemput tepat jam 8 pagi. Setelah menjemput kami, mobil masih menjemput dua orang tamu lagi sebelum berangkat ke pelabuhan.

Sesampainya di pelabuhan, kami langsung disambut dengan hangat oleh pekerja travel agent, sembari menempelkan stiker ke baju kami yang berfungsi sebagai penanda rombongan.

Pukul 9 pas, kapal pun mengangkat sauh dan memulai pelayarannya. Tour kali ini sangat ramai. Ada sekitar 60an penumpang (termasuk crew) yang ikut dalam pelayaran kali ini. Wajah-wajah bule mendominasi penumpang kapal. Mungkin hanya sekitaran 10an orang yang berwajah asia termasuk kami diantaranya.

Tur James Bond Island
Tur James Bond Island

Sesaat setelah berangkat, salah seorang kru menerangkan itinerary perjalanan kami selama satu hari ini. Sesaat setelah menerangkan, dia menghampiri rombonganku.

Are you muslim?

Yes, I am.

Assalamualaikum.

Waalaikumussalam.

My name is Abdul and I am muslim too. I just want to tell you that all of food in here is halal, so dont worry to eat it. Eat as much as you can. Okey,

Oh, Alhamdulillah. Oke, thank you Abdul. Nice to meet you.

Dan dia pun berlalu sambil tersenyum.

Alhamdulillah. Memang daerah selatan Thailand adalah daerah yang mayoritas penduduknya beragama islam, sehingga mencari makanan halal di Phuket tidak sesusah di Bangkok.

Panak Island

Destinasi pertama kami di perjalanan ini adalah Panak Island, sebuah Pulau karst yang didalamnya terdapat goa yang menjadi sarang kelelawar dan beberapa ekor monyet. Aku tidak bisa menjelaskan dengan pasti apa itu Karst. Konon katanya terbentuk dari reaksi kimia antara Air, Karbon dan Kalsium Karbonat.

Tur James Bond Island
Tur James Bond Island

Untuk memasuki goa, kami harus menaiki kano. Hmm, ini adalah pengalaman pertamaku naik kano dan langsung bermain kano di tengah lautan. Hiii Awalnya ngeri banget, (bahkan sempat kepikiran untuk gak ikutan main kanoe), tapi karena ada life vest, ya sudahlah, setidaknya ada yang bisa membuat mengambang di lautan jika kanoenya kebalik (tapi pada akhirnya, karena keburu, lupa pakai life vest *tepok jidat*).

Saya dan Istri Bermain Kano
Saya dan Istri Bermain Kano

Untuk permainan kanoe yang pertama ini, para pelancong tidak bisa bermain kanoe sendiri, melainkan harus didampingi kru. Ini karena rutenya masuk goa yang sangat gelap, dan rawan bertumbukan selama di dalam goa. Ini akan menimbulkan kesulitan saat penyelamatan jika nantinya ternyata ada yang tenggelam, karena suasana didalam goa amat sangat gelap.

Sensasi pertama kali ketika duduk didalam kanoe adalah ngeri, he he. Rasanya begitu dekat dengan air. Sensasi selanjutnya? Tetap ngeri ternyata. Tapi bagaimanapun juga, aku dan istriku berusaha untuk menikmatinya. Ketika kanoe mulai masuk kedalam goa, mas kru yang mendampingi kami memberikan kami senter agar bisa melihat suasana sekeliling goa.

Semakin kedalam goa, bau kelelawar yang menyengat mulai tercium. Aku pun meminta mas kru untuk kembali ke kapal. Suasana di dalam goa sangat ramai dengan kanoe-kanoe pengunjung yang lain. Beberapa kali kanoe kami terpaksa bertumbukan dengan kanoe lain karena ruangan goa yang tidak sebanding dengan banyaknya kanoe. Tapi untunglah, tidak ada kejadian berarti. Bahkan mas kru terkadang sengaja menabrakkan kanoenya untuk menggoda penumpang kanoe lain, terutama jika penumpangnya adalah cewek cantik.

Setelah mengalami pengalaman menengankan selama sekitar 15 menitan, kami pun sampai di kapal kembali. Alhamdulillah.

Saat masuk goa tadi, mas kru member tahu saya, jika didalam goa terdapat laguna yang luar biasa indah, tapi untuk memasukinya butuh perjuangan ekstra keras dengan menerobos atap goa yang sangat rendah dan hampir rata dengan air.

Hong Island

Hong Island, Thailand
Hong Island, Thailand

Dari Panak Island, perjalanan dilanjutkan menuju ke Hong Island. Dari depan saja, sudah tampak keindahan pulau karst ini. Lagi-lagi, kegiatan kami hari itu adalah bermain kanoe. Hanya saja kali ini kami bisa mengayuh kanoe sendiri tanda didampingi kru. Dewi memutuskan untuk stay di kapal saja kali ini, menemani Gina, istri hikma (Tapi kelihatannya itu alasan si Dewi aja. Sebenarnya dia under estimate sama kemampuanku mendayung kanoe sekaligus mengendalikan kanoe agar tidak terbalik).

Bermain Kano di Hong Island, Thailand
Bermain Kano di Hong Island, Thailand

Kanoe kali ini, aku menaiki bersama Hikma dan Rasdan, dengan aku bagian mendayung kanoenya (Dan kali ini, aku tidak lupa lagi memakai life vest). Aris sebenarnya awalnya ikut di kanoe kami, tapi di tengah perjalanan, salah satu kru mengejar kami dan meminta Aris pindah ke kanoenya dengan alasan safety.

Hong Island sangat indah. Salah satu sisi paling indah adalah saat memasuki sisi dalam pulau. Untuk memasuki sisi dalam, kami menerobos sebuah stalagtit yang tidak terlalu rendah. Begitu sampai di dalam pulau, tampaklah pemandangan yang sangat menakjubkan. Kami berada di tengah laut yang dikelilingi tebing yang sangat tinggi. Sinar matahari terasa tidak begitu terik karena banyaknya pepohonan seperti bakau yang tumbuh di lereng tebing. Aku tidak bisa memberikan fotonya, karena saat bermain kanoe aku memutuskan untuk tidak membawa kamera. Terlalu berbahaya dan bisa merusak kameranya karena sudah pasti si kamera akan terciprat air laut yang korosif.

Bermain Kano di Hong Island
Bermain Kano di Hong Island
Bermain Kano di Hong Island
Bermain Kano di Hong Island

Bermain kanoe ternyata cukup membuat lengan ini lelah. Padahal penumpangku hanya aku, hikma dan rasdan. Andai saja aris ikut di kanoe ini, bisa-bisa kami gak balik-balik kekapal (mungkin itulah maksud dari safety reason yang disampaikan si mas kru, he he he)

James Bond Island

Setelah dari Hong Island, perjalanan dilanjutkan menuju sightseeing utama kami yakni James Bond Island. Sembari perjalanan menuju James Bond Island, kami pun makan siang di atas kapal.

Makan Siang di Kapal Tur James Bond Island
Makan Siang di Kapal Tur James Bond Island

Hmm, makanannya enak-enak pemirsa. Maknyuss. Yang paling tidak bisa dilupakan adalah ayam gorengnya.. Hmmm.. Gurih banget Hal lain yang tidak bisa dilupakan adalah buahnya. Buah semangka Thailand sangat segar, manis dan renyah. Beda sekali dengan buah semangka lokal. Rasa yang sangat luar biasa lezat. Kami berenam makan dengan lahap. Apalagi pagi tadi cuman sarapan roti.

Puas makan, sampailah kami di James Bond Island yang tersohor itu. Untuk kesana, kami musti berpindah ke kapal kecil terlebih dahulu karena dermaga di james bond island tidak cukup untuk didatangi kapal besar. Yap, aktivitas di pulau ini adalah.. narsis.. 🙂

Pemandangan di James Bond Island
Pemandangan di James Bond Island
Saya dan Istri di James Bond Island
Saya dan Istri di James Bond Island

Di pulau ini juga terdapat goa yang bernama Khao Ping Khan. Goa ini dalam film The Man With The Golden Gun adalah markas sang penjahat yang diperankan oleh Christopher Lee.

Lawa Island

Dari James Bond Island, kami pun memulai perjalanan pulang kembali ke Phuket. Tetapi sebelum sampai di Ao Po Pier, kami mampir sekali lagi di sebuah pulau bernama Lawa Island. Sama dengan pulau-pulau sebelumnya, Lawa Island ini juga berupa pulau Karst, hanya saja di pulau ini ada sebuah pantai berpasir meski tidak begitu luas. Disini lagi-lagi kapal tidak mendekat ke pantai. Bagi yang ingin ke pantai bisa mencapainya dengan kanoe.

Disini kami berenam tidak turun. Kami memutuskan untuk menjamak qoshor sholat di kapal, karena waktunya tidak cukup jika harus menunggu hingga tiba di hotel. Beberapa bule ada yang tidak bermain kanoe, melainkan berenang di sini. Mereka meloncat dari atas kapal untuk kemudian berenang di lautan lepas. Aku melihat rasanya seru sekali hal itu buat mereka. Sayangnya aku tidak bisa berenang, hiks.

Dari Lawa Island, perjalanan one day tour Phan Nga Bay pun berakhir.

Malam harinya, aku dan istri jalan-jalan ke Jungceylon, mall yang paling tersohor di kawasan Patong Bay. Karena hanya berjarak sekitar 500m dari hotel, kami pun memutuskan untuk berjalan kaki kesana. Di tengah perjalanan, istriku membeli banana pancake karena tidak tahan bau pisangnya yang harum. Hmm, pancake Thailand benar-benar uenakkk tenan. Bentuknya seperti martabak telor di Indonesia, tetapi isinya pisang.

Banana Pancake, Phuket
Banana Pancake, Phuket

Jika istriku cukup kenyang dengan banana pancake, aku tidak bisa. Aku jelas mengincar nasi untuk makan malamku. Entahlah nasi apa aja, pokok-e halal.

Sebelum tiba di Jungceylon, aku pun mampir ke Banzaan Market dulu. Lokasi Banzaan Market ini tepat berada di seberang Jungceylon. Setelah berputar-putar, akhirnya aku melihat seorang pedagang nasi yang mencantumkan label halal. Tanpa banyak cingcong, aku langsung beli nasi ayam yang tampaknya cukup lezat dan gurih itu. Dan ternyata.. rasanya memang mangstabs.. 🙂

Makanan Halal di Phuket
Makanan Halal di Phuket

Nongkrong di Jungceylon sungguh sangat menyenangkan. Selain mallnya yang memang cantik, mengamati tingkah laku para pelancong yang berasal dari seluruh penjuru bumi sungguh sangat menarik. Terkadang kami membicarakan beberapa gaya atau perilaku para bule yang menurut kami aneh sambil sejurus kemudian tertawa ngakak keras sekali.

Suasana Jungceylon Mall, Phuket
Suasana Jungceylon Mall, Phuket
Suasana Jungceylon Mall, Phuket
Suasana Jungceylon Mall, Phuket
Suasana Jungceylon Mall, Phuket
Suasana Jungceylon Mall, Phuket

Inilah bagian terasyiknya. Kita bisa membicarakan mereka dengan santai, tanpa bisik-bisik, sambil ketawa-ketiwi tanpa takut mereka akan tahu apa yang kita omongin. Ya kecuali kalau lagi apes, ketemu bule yang pernah hidup berbulan-bulan (bahkan bertahun-tahun) di Indonesia.

Tidak terlalu larut, kami sudah kembali ke hotel. Malam ini kami harus packing karena ini adalah malam terakhir kami menginap di Phuket

– – – – – – – – – –

Biaya Hari ke- 3 (berdua)

Tour Phang Nga Bay 2 orang @1000 baht THB 2000 Rp 600000
Banana Pancake 2 porsi @50 baht THB 100 Rp 30000
Beli Air Minum THB 27 Rp 8100
Makan Malam THB 40 Rp 12000

Total Hari ke-3 Rp. 650.100.

21 thoughts on “Terpukau di Phang Nga Bay (Phuket Part 3)

  • 03/04/2012 at 15:06
    Permalink

    Suryaaaa….
    seperti biasaaa….
    catatan perjalanan yang lengkap banget *dan lagi lagi bikin sirik*

    Ntar jangan lupa kalo eykeh jadi ke Korea tolong bikinin itinerary nya okeh…hihihi…

    “Siap!! Tapi ngapain juga pake itinerary, kan semua-muanya sudah disediain oleh panitianya??”

    Reply
  • 03/04/2012 at 15:07
    Permalink

    Kalo aku sepertinya gak bakalan berani naik kanoe itu deh Sur…

    seperti nya rentan jatuh banget deh…
    *pengecut*

    biar kata pake life vest juga ogah kayaknya mah….

    “Hmm… ya yang namanya hal baru mah mesti dicoba, minimal tau rasanya… Kalau gak banyak bergerak sih, aman kok”

    Reply
  • 04/04/2012 at 11:26
    Permalink

    Duh, laporannya lengkap banget deh Mas Sur..
    pantainya bersih, biru, bagus dan indah banget, jauh sama Pantai Kenjeran *ups* hihi

    “Kalau kenjeran mah, lumpur semuah mbak.. he he he”

    Reply
  • 04/04/2012 at 11:31
    Permalink

    Dah jauh-jauh ke Thailand, eh nanya caranya ke Kakek Bodo..
    Eh, Mas kalau mau ke Kakek Bodo, naik angkodes dari terminal pandaan trus turunnya pas didepan lokasi.. bayarnya dulu sih 3.000, sekarang gak tau 5.000 kali…
    Naik motor aja Mas, sejam kok dari Sby, Porong juga sudah gak macet..

    “Nice inpoh mbak :)”

    Reply
  • 05/04/2012 at 07:27
    Permalink

    Risa jatuh cinta sama mangga dan pisang Thailand, Surya…katanya enak sekali, buuuuuu!
    Setelah baca posting ini saya makin yakin kalau buah-buahan disana memang juara…ahaaa, jadi pengen kesanaaaa…

    “Hmm.. aku benar-benar kehabisan kata-kata untuk melukiskan buah2an di Thailand mbak.. Segarnya itu alami dan bener2 uenakkk. Beberapa yang pernah kucoba, pisang, semangka, nanas, mangga, jambu biji dan pepaya.. Semuanya enakk…
    Kapan-kapan waktu Risa ke bangkok, ikut nebeng aja mbak.. :)”

    Reply
  • 05/04/2012 at 07:28
    Permalink

    Cerita perjalanannya kereeeen…foto-fotonya juga…saya jadi serasa ikutan pergi kesana deh. Tengkyu ya udah dibagi cerita sedetail ini…
    😀

    “Sama-sama mbak irma.. :)”

    Reply
  • 05/04/2012 at 08:11
    Permalink

    Suryaaaaaa…
    Indiaaaa??
    waduh…maap yah…gak suka pelem India…

    aku mah gak kenal artis bollywod kayak Aksay Kumar, atau yang rada macho si John Abraham…

    eh…denger…denger…si Aishwarya baru lahiran yah?
    kok masih seksi gituuh yak…ckckck…

    *komentar yang penuh kontradiksi…hihihi…*

    “Gak tau india, tapi kok apal nama pemainnya ya.. *tuing tuing*”

    Reply
  • 05/04/2012 at 11:38
    Permalink

    Aduuuh…..apik2 byanget fotonya…jadi pengen mimpi sampai sana juga ah…

    “Nabung dulu mbak, someday insya Allah mimpinya akan keturutan.. :)”

    Reply
  • 05/04/2012 at 18:15
    Permalink

    fotonya indah2,bikin qta pengen berada disana
    tahun kmrn suami juga pergi kesana bareng temen2 kantornya
    dan aq hanya diam di rumah sambil gigit jari….hihihi

    btw I’m say no to banana pancake….!!!
    semua yang bertema pisang aku tidak suka !!
    asli…!aku takut pisaaaang….!!!

    Reply
  • 11/04/2012 at 08:12
    Permalink

    wakakaka…. ngakak baca komen erry yg paling atas.
    kalo menang ngpn dibikinin itenarynya lagi err.. :))

    btw perjalanan yg sakseis membuat saya iri
    lenskepnya itu lohhh…
    dan errr..makanannya jga 😀

    “:D”

    Reply
  • 10/06/2012 at 22:07
    Permalink

    Nice post. kalau tur phi-phi itinerarynya gmn ya mas? sy kebetulan rencana mau jalan hemat juga ke phuket desember ini, msh kumpulin info.

    “Kalau tur phi-phi, itinerary dapat dari travel agentnya.. Nanya-nanya dulu aja.. Banyak kok yang bisa di contact via email atau bbm”

    Reply
  • 07/07/2012 at 21:46
    Permalink

    huwaaah, senang sekali nemu blog ini karen asaya berencana ke Phuket september nanti. Dan baru tahu kalo paket ke Pulau James Bond bisa dapet 1000 baht gitu dengan Miss Ladda. Informatif sekali. Terima kasih mas. 🙂

    Reply
  • 11/10/2012 at 07:25
    Permalink

    Salam Kenal mas Bro,

    Iseng-iseng cari ‘Pang Nga’, nemu blog ini. Lovey experience with the beloved one!
    Jadi kangen waktu dulu sekolah di Thailand (Chiang Mai), tapi belum sempat ke daerah Phuket. Mudah-mudahan terlaksana tahun depan.

    Peace,
    Moel

    Reply
  • 06/11/2012 at 21:33
    Permalink

    tks, sharing pengalamannya, sdh ada gambaran buat bln dpn..

    “Semoga membantu dan bermanfaat”

    Reply
  • 01/05/2013 at 06:44
    Permalink

    Mas kalau boleh tahu waktu dulu cari-cari tournya gimana ?
    ada plan bulan depan mau ke phuket juga…
    terus term of payment sama tour provider miss ladda itu waktu itu gimana ?

    thanks

    “Aku dulu carinya dapat rekomendasi dari kaskus, forum traveler mancanegara mas… TOR-nya pesen by sms atau bb, lalu nanti bayarnya disana”

    Reply
  • 15/09/2014 at 15:14
    Permalink

    Mas surya…
    Gmna kalo jln 2 kesana bw 2 anak umur 7 ma 3…repot gk ya??..sama suami jg sih..hehehe…mhn saran dan info nya mas…termasuk hotel buat keluarga yg aman
    Makasih ya mas…

    “Kalau sama suami sih kayaknya ga repot kok, Mbak. Apalagi kan paket turnya dijemput dari hotel terus sampai dianter lagi ke hotel. Paling entar yang susah ngajakin bangun pagi ya, soalnya jam 6 sampai 6.30 dah harus stand by di lobi hotel. Kalau hotel di Phuket, kalau daerah Patong memang ramai. Cari aja yang agak jauh dari bibir pantai, insya Allah tenang dan gak terlalu ramai. Kalau pengen yang gak seberapa ramai ya di area Karon, Kata atau malah Phuket Town”

    Reply
  • 10/04/2016 at 21:40
    Permalink

    Mas..kalau mau ikut tour ini gimana dan dimana pesannya? Pesannya H-1 bisa atau hrs lbh lama lagi? Thanx.

    Reply
    • 11/04/2016 at 12:33
      Permalink

      Kalau sudah punya kontak travel, bisa email2an. Kalau belum punya, nanti sesampai disana, banyak kok yang jual paket tour ini. Pesannya maksimal memang H-1, karena berangkatnya mulai pagi hari

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*