Mengunjungi Pantai Labuan Banten

Sekitar dua tahun yang lalu, saat menjadi panitia family gathering, aku menemukan sebuah artikel yang bercerita tentang keindahan alam wilayah pantai barat pulau jawa, yakni antara Labuan dan Tanjung Lesung. Saat itu aku menjadi tim pengusul lokasi yang akan digunakan sebagai tempat acara family gathering. Berbekal satu artikel tersebut, aku mencari artikel-artikel lain yang berkisah tentang Labuan dan Tanjung Lesung. Dan hasilnya?? Damn Mupeng abis..

lb3-300x199

lb6-199x300

Tapi sayangnya, pada akhirnya acara family gathering tidak jadi diadakan disana. Kupendam kekecewaan tersebut dan berharap suatu saat aku bisa mengunjungi pantai-pantai tersebut.

Di penghujung tahun 2009 ini, tepatnya tanggal 1 5 Desember 2009 ini, harapanku terwujud. Aku tergabung dalam sebuah tim yang akan mengerjakan sebuah projek aplikasi di PLTU Labuan. Alhamdulillah, batinku.

Aku bersama tim berangkat dari Surabaya menuju Jakarta menggunakan Pesawat. Dari Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Jakarta, kami dijemput mobil yang akan membawa kami menuju Labuan. Bagi teman-teman yang ingin ke Labuan menggunakan jasa kendaraan umum jangan khawatir. Kalian bisa menggunakan jasa bus Jakarta Labuan yang berangkat dari Terminal KaliDeres.

Sepanjang perjalanan, aku sengaja tidak tidur. Aku ingin sekali menikmati perjalanan. Dari Bandara Soekarno Hatta, kami menyusuri jalanan di kota Tangerang untuk kemudian masuk ruas tol Jakarta Merak. Ternyata pak sopir yang membawa kami belum pernah ke Labuan sebelumnya, jadinya kami pun mengandalkan google maps dan feeling, he he he.

Dari tol jakarta merak, kami keluar melalui pintu tol serang barat. Harusnya jika mengikuti rute yang benar maupun rute bus Jakarta Labuan, kami keluar melalui pintu tol Serang Timur. Tapi karena kami mengandalkan feeling dan anggapan bahwa pintu tol barat lebih dekat dengan arah pantai, maka keluarlah kami melalu pintu tol serang barat. Dari pintu tol serang barat, kami membelok ke kiri. Menyusuri jalan Raya Cilegon. Setelah itu lanjut terus melewati JL Mayor SyafeI untuk kemudian belok kanan menuju JL Diponegoro. Dari sini kami membelok kekanan menuju JL Veteran untuk kemudian beristirahat sejenak untuk Sholat di Masjid Agung Serang.

Dari JL Veteran, kami belok kanan ke sebuah Jalan kecil, yakni JL KH Ahmad Khotib. Di jalan ini kami berjalan lurus hingga mentok dan kemudian belok ke kiri ke JL Yusuf Martadilaga.

Ketika bertemu dengan traffic light, kami mengambil jalan lurus menuju JL Raya Serang Pandeglang. Jalan raya ini cukup panjang dengan ujungnya adalah alun-alun kab Pandeglang. Ikuti saja penunjuk arah ke Labuan yang terdapat pada Alun-alun pandeglang dan kami akhirnya sampai pada ruas Jalan Raya Labuan.

Cukup lama mobil menyusuri jalan raya labuan ini, sebelum akhirnya tampak cerobong PLTU Labuan yang meyakinkan kami bahwa tujuan sudah semakin dekat. Sebelum sampai pada tujuan, kami melewati terminal Labuan, tujuan akhir bus jurusan Jakarta Labuan. Dan akhirnya setelah perjalanan yang cukup luar biasa selama 3.5 jam, kami pun sampai di Labuan.

lb1-300x199

Kondisi pantai di Labuan cukup bagus dan bersih. Kotoran yang ada adalah kotoran alam seperti ranting2 tua, batok kelapa serta kulit kerang yang berserakan, bukan sampah plastik seperti halnya pantai-pantai di kota-kota besar seperti Jakarta ataupun Surabaya.

Deburan ombaknya cukup tenang, seperti deburan ombak di pantai utara jawa. Sayang kondisi lautnya tidak seperti yang kuharapkan. Aku membayangkan kondisi air lautnya jernih dan bening hingga kita bisa melihat dasar laut, karena seperti itulah deskripsi yang kubaca di artikel-artikel tentang pantai labuan dan tanjung lesung ini. Disini air lautnya biasa saja. Bisa jadi mungkin aku tidak mendapatkan lokasi pantai yang bagus. Atau mungkin laut jernih yang kuharapkan tidak berada di Labuan ini, tetapi di Tanjung Lesung.

Cukup nyaman juga berada di pinggir pantai dengan ditemani deburan ombak dan alunan merdu dari gesekan dedaunan nyiur. Apalagi saat aku berada disana, kondisi pantai lagi sepi sehingga aku bisa menikmati seutuhnya suasana ini.

Di pantai, seperti biasa, sebenarnya tersedia berbagai macam permainan air, mulai dari banana boat ataupun jetski. Ada juga fasilitas outbond disini, seperti flying fox dan sebangsanya. Tetapi berhubung saat itu suasana lagi sepi, jadi tidak ada seorang pun yang menawariku untuk bermain semua itu, padahal pengen banget.. 🙁

Seperti layaknya daerah pantai, makanan andalan di daerah Labuan adalah aneka seafood, mulai dari berbagai jenis ikan laut, cumi, udang hingga kepiting. Hmmm rasanya lidah ini tidak ingin berhenti untuk mengunyah, he he he he. Pingin makan lagi, lagi dan lagi Kayaknya tubuhku sepulang dari sini bertambah berat nih 🙂

Jepret-jepret dan narsis dulu ah, sebagai kenang-kenangan bahwa aku pernah menginjakkan kaki di the westest edge of java island ini. Seperti biasa ketika berada di pantai, sunrise dan sunset adalah incaran untuk foto, tetapi karena ini pantai barat, maka selama berada di Labuan ini, aku tidak bisa mendapatkan foto sunrise. Hanya foto sunset yang bisa kupersembahkan pada pembaca sekalian :). Ya kalau memang fotonya kurang bagus, ya harap maklum, bukan fotografer profesional, he he he he.

lb4-300x199

Karena kesibukan project yang ku kerjakan, aku tidak sempat mengambil spot lain untuk foto selain yang terdapat di pantai hotel. Sayang sekali memang, padahal pasti akan lebih banyak cerita yang kudapat jika aku berhasil mengambil foto di lokasi lain. Yach, better luck next time.

5 thoughts on “Mengunjungi Pantai Labuan Banten

  • 29/01/2010 at 17:32
    Permalink

    Bagus juga pemandangan pantainnya, tahu gak nama pantainya?

    Reply
  • 02/02/2010 at 16:51
    Permalink

    Ini pantainya hotel Kharisma Labuan mas…
    Kurang tahu ya, terbuka untuk umum atau hanya untuk tamu hotel, mas

    Reply
  • 17/06/2011 at 07:47
    Permalink

    Pak,..
    Mohon informasi…apakah ada aplikasi untuk pltu ?
    kira kira software aplikasi apa saja yang bapak ketahui dalam
    pengoperasian pltu ?

    apakah ada sampai mengetahui jaringan transmisi pltu
    kami bekerja di dept it salah satu bumn yang akan membangun pltu sendiri

    tks

    “Saya kurang tau pak untuk aplikasi untuk mengoperasikan PLTU, karena yang saya develop adalah aplikasi supporting untuk proses bisnisnya bukan untuk pengoperasiannya. Sejauh yang saya tahu, software untuk operasi PLTU biasanya sepaket dengan unit itu sendiri, berupa aplikasi-aplikasi DCS (Digital Control System) dan yang lain. Jadi misalnya unit itu yang membangun GE, ya GE juga yang menyediakan aplikasi DCS-nya. Setahu saya sih begitu pak…
    Maaf kalau saya tidak bisa menjawab pertanyaan bapak..

    Terima kasih sudah berkunjung ke blog saya”

    Reply
  • 15/10/2013 at 00:24
    Permalink

    Pantai karoeng yah nma terminaly ap???mohon info ya????

    “Wah, aku lupa nama terminalnya. Sepertinya ya terminal Labuan”

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*